Serpihan Diduga Milik Pesawat ATR Ditemukan di Gunung Bulusaraung

17 hours ago 4
Serpihan Diduga Milik Pesawat ATR Ditemukan di Gunung Bulusaraungkonfereensi pers di kantor basarnas (Foto : Dwiki Luckianto Septiawan KabarMakassar)

KabarMakassar.com — Operasi pencarian pesawat jenis ATR 400 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang dilaporkan hilang kontak di wilayah Maros–Pangkep terus berlangsung hingga dini hari. Tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Basarnas, serta instansi terkait dikerahkan untuk menyisir kawasan Gunung Bulu Saraung, Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkep, yang menjadi titik dugaan terakhir keberadaan pesawat.

Perkembangan terkini pencarian dibahas dalam rapat koordinasi gabungan yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan, termasuk Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan perwakilan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Rapat tersebut digelar di Kantor Basarnas Makassar, Jalan Bandara Baru Internasional Sultan Hasanuddin, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, Sabtu (17/1).

Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko mengungkapkan, informasi awal pencarian berasal dari laporan seorang pendaki yang berada di sekitar puncak Gunung Bulu Saraung. Pendaki tersebut menemukan sejumlah serpihan serta kertas-kertas yang diduga berkaitan dengan pesawat yang hilang kontak.

“Temuan tersebut sudah diamankan dan dibawa ke Desa Tompobulu untuk dilakukan pengecekan awal. Saat ini barang-barang itu diamankan oleh Dandim di posko SAR Pangkep guna memastikan apakah benar merupakan bagian dari pesawat,” ujar Bangun kepada wartawan.

Untuk mempercepat proses pencarian, tim SAR gabungan telah diberangkatkan sejak Sabtu sore. Unsur TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Udara, Basarnas, serta instansi pendukung lainnya disebar ke sejumlah sektor pencarian. Selain itu, posko SAR gabungan juga telah didirikan di wilayah Tompobulu sebagai pusat kendali operasi darat.

Bangun menjelaskan, estimasi waktu tempuh dari posko menuju lokasi awal temuan serpihan diperkirakan sekitar satu jam perjalanan darat. Tim diharapkan dapat mencapai titik tersebut pada Minggu (18/1) pagi, dengan mempertimbangkan kondisi medan dan cuaca.

Upaya pencarian melalui udara juga direncanakan dengan mengerahkan helikopter Caracal milik TNI Angkatan Udara. Namun, pemantauan udara pada Sabtu sore belum berjalan maksimal akibat keterbatasan jarak pandang. Kondisi cuaca di sekitar Gunung Bulu Saraung dilaporkan cukup berawan, sehingga menghambat visualisasi dari udara.

“Pemantauan udara masih terkendala cuaca. Awan cukup tebal dan pergerakannya cepat, sehingga membatasi jarak pandang pilot,” jelasnya.

Sebagai langkah kesiapsiagaan, TNI membentuk crisis center di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar. Media center juga dipusatkan di area bandara untuk memudahkan penyampaian informasi resmi terkait perkembangan operasi pencarian dan evakuasi.

Terkait penanganan korban, Pangdam menegaskan bahwa seluruh korban, baik yang ditemukan dalam kondisi selamat maupun meninggal dunia, akan dievakuasi ke Rumah Sakit Angkatan Udara (RSAU) dr. Dody Sardjoto, Kabupaten Maros. Lokasi rumah sakit yang berdekatan dengan bandara dinilai memudahkan proses evakuasi dan koordinasi lanjutan dengan keluarga korban.

Dalam operasi ini, TNI turut berkoordinasi dengan Kepolisian Republik Indonesia, khususnya tim Disaster Victim Identification (DVI), serta KNKT dan KKP. Apabila diperlukan pengambilan sampel untuk keperluan post-mortem, proses tersebut akan dilakukan sesuai prosedur yang berlaku.

Navigasi pos

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news