Sulawesi Selatan Masuk 8 Provinsi Prioritas TBC

2 weeks ago 16
Sulawesi Selatan Masuk 8 Provinsi Prioritas TBCWakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia Benyamin Paulus Octavianus, (Dok: KabarMakassar).

KabarMakassar.com — Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia Benyamin Paulus Octavianus menegaskan bahwa Sulawesi Selatan masuk dalam delapan provinsi prioritas nasional penanganan tuberkulosis (TBC) karena tingginya jumlah kasus.

Penetapan tersebut menjadi dasar penguatan intervensi pemerintah pusat, khususnya di Kota Makassar.

“Saat ini ada delapan provinsi dengan kasus TBC tertinggi, yaitu Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Timur, dan Sumatera Utara. Semua ditangani, tapi delapan ini menjadi prioritas,” ujar Benyamin saat kunjungan kerja di Puskesmas Ballaparang, Selasa (13/01).

Sebagai bentuk intervensi konkret, Kementerian Kesehatan menyiapkan sekitar 20 unit rontgen portabel untuk Kota Makassar. Alat ini ditujukan untuk mempercepat deteksi dini TBC hingga ke tingkat kelurahan dan rumah warga.

“Kalau 20 alat rontgen, satu alat bisa melayani sekitar 3.000 pasien. Dengan perhitungan itu, kami perkirakan 60.000 warga Makassar akan diperiksa sepanjang 2026,” jelasnya.

Benyamin menyebut kunjungannya ke Sulsel merupakan bagian dari pelaksanaan program hasil terbaik cepat (quick wins) pemerintah yang salah satu fokus utamanya adalah pemberantasan TBC secara nasional. Di Makassar, ia meninjau langsung penerapan inovasi layanan di Puskesmas Ballaparang.

“Kami datang melihat apa yang sudah dikerjakan. Ternyata di sini ada kelebihan, inovasinya mendatangi rumah warga untuk meningkatkan active case finding. Pendekatannya jelas, TOSS TB—Temukan, Obati, Sampai Sembuh,” katanya.

Ia menambahkan, rontgen portabel yang akan disalurkan memiliki bobot ringan, sekitar tiga kilogram, sehingga dapat digunakan secara fleksibel. “Bisa dibawa ke kelurahan, ke rumah warga, bahkan digunakan di kantor kelurahan. Ini mempermudah diagnosis,” ujarnya.

Berdasarkan data 2025, Kota Makassar dengan jumlah penduduk sekitar 1,4 juta jiwa mencatat 9.885 kasus TBC yang telah diobati. Dari angka tersebut, pemerintah akan melakukan tracing atau penelusuran kontak erat terhadap seluruh anggota keluarga pasien.

“Kalau ada hampir 9.800 kasus, berarti ada ribuan rumah yang harus dikunjungi. Semua anggota keluarga diperiksa gratis, bukan hanya TBC, tapi juga dicek gula darah, tekanan darah, dan difoto rontgen,” tegas Benyamin.

Menurutnya, tracing menyeluruh menjadi kunci karena TBC adalah penyakit menular. Dampak intervensi nasional ini diharapkan mulai terlihat setelah tiga tahun pelaksanaan.

“Harapannya, pada 2027–2028 angka TBC di Makassar dan Sulsel sudah mulai turun, karena efek program baru terlihat setelah dijalankan secara konsisten,” katanya.

Ia menegaskan, strategi jemput bola yang dilakukan puskesmas bersama pemerintah daerah dan kader TBC akan menjadi rujukan nasional.

“Apa yang bagus di daerah akan kita dorong menjadi bagian dari program nasional,” pungkas Benyamin.

Navigasi pos

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news