Jumali Sabtu, 01 Agustus 2026 20:07 WIB

Seorang pria melihat Tesla Model S di showroom di Beijing, Tiongkok 29 Januari 2014./Reuters
Harianjogja.com, JOGJA—Otoritas keselamatan jalan raya Amerika Serikat, National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA), membuka penyelidikan terhadap sekitar 1,2 juta kendaraan Tesla menyusul munculnya laporan dugaan masalah pada sistem suspensi yang berpotensi memengaruhi kendali kendaraan.
Penyelidikan tersebut difokuskan pada dugaan kegagalan komponen front lower lateral link yang berada pada suspensi depan kendaraan. Jika komponen itu mengalami kerusakan atau terlepas, kendaraan berisiko kehilangan kemampuan pengendalian secara normal dan dalam kondisi tertentu tidak dapat dikendarai.
Dikutip dari Reuters, Sabtu (1/8/2026), Kantor Investigasi Cacat Kendaraan atau Office of Defects Investigation (ODI) milik NHTSA telah menerima 156 laporan dari pemilik kendaraan Tesla.
Laporan tersebut berasal dari pengguna Tesla Model 3 produksi 2018 hingga 2020 dan Tesla Model Y produksi 2021 hingga 2023 yang mengaku mengalami masalah pada komponen suspensi depan.
Menurut NHTSA, dugaan kerusakan tersebut berpotensi menimbulkan risiko keselamatan karena dapat memengaruhi stabilitas kendaraan saat digunakan di jalan.
Dalam sejumlah laporan yang diterima regulator, komponen yang bermasalah disebut dapat terlepas dari posisinya sehingga membuat kendaraan tidak dapat dikendarai dan harus dibawa menggunakan layanan derek.
Sebagian besar pemilik kendaraan menyatakan kerusakan terjadi tanpa gejala atau peringatan yang jelas sebelumnya.
Meski demikian, beberapa laporan menyebut adanya suara tidak normal yang terdengar dari bagian bawah kendaraan sebelum komponen suspensi mengalami kegagalan.
Hingga saat ini, NHTSA menyatakan belum menerima laporan kecelakaan, korban luka, maupun korban jiwa yang berkaitan langsung dengan dugaan masalah teknis tersebut.
Meski belum ditemukan dampak fatal, regulator tetap menilai perlu dilakukan investigasi lebih lanjut mengingat potensi risiko keselamatan yang dapat muncul apabila kerusakan terjadi saat kendaraan sedang digunakan.
Saat ini, penyelidikan masih berada dalam tahap preliminary evaluation atau evaluasi awal.
Tahapan tersebut merupakan langkah pertama dalam proses investigasi resmi yang dilakukan NHTSA terhadap dugaan cacat kendaraan.
Dalam proses ini, regulator akan mengumpulkan data tambahan, menganalisis laporan pengguna, serta meminta informasi teknis dari produsen untuk menentukan apakah terdapat cacat yang berkaitan dengan keselamatan kendaraan.
Apabila ditemukan bukti yang cukup, investigasi dapat ditingkatkan ke tahap yang lebih mendalam dan berujung pada tindakan penarikan kembali kendaraan atau recall.
Kasus ini bukan pertama kalinya Tesla menghadapi persoalan terkait komponen lower lateral link.
Pada 2021, perusahaan kendaraan listrik milik Elon Musk tersebut pernah menarik sekitar 2.800 unit Tesla Model 3 karena masalah produksi yang menyebabkan komponen serupa berpotensi terlepas.
Dua tahun kemudian, tepatnya pada 2023, Tesla kembali melakukan recall terhadap 422 unit Model 3 akibat kegagalan komponen yang sama.
Namun, NHTSA menilai investigasi terbaru memiliki cakupan yang jauh lebih besar dibandingkan dua kasus sebelumnya.
Regulator juga menyebut indikasi kerusakan yang saat ini sedang diperiksa tidak menunjukkan keterkaitan langsung dengan persoalan produksi yang menjadi penyebab dua recall terdahulu.
Hal itu membuat penyelidikan kali ini menjadi perhatian penting bagi Tesla karena berpotensi mencakup lebih banyak kendaraan yang telah beredar di pasar.
Jika nantinya ditemukan adanya cacat yang berkaitan dengan keselamatan pengguna, Tesla dapat diwajibkan melakukan tindakan perbaikan atau penarikan kendaraan dalam skala besar.
Penyelidikan terhadap sekitar 1,2 juta unit kendaraan ini sekaligus menjadi salah satu investigasi keselamatan terbesar yang melibatkan Tesla dalam beberapa tahun terakhir. Hasil evaluasi awal dari NHTSA akan menjadi penentu apakah kasus tersebut berlanjut ke tahap investigasi lebih lanjut atau tidak.
Sampai saat ini, Tesla belum mengumumkan adanya penarikan kendaraan baru yang berkaitan dengan dugaan masalah suspensi yang sedang diselidiki regulator Amerika Serikat tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

8 hours ago
4

















































