Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii. (Dok: Ist)KabarMakasaar.com — Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) kecelakaan pesawat ATR 42-500 di wilayah pegunungan Maros–Pangkep kembali mencatat perkembangan terbaru.
Tim SAR gabungan menemukan sejumlah bagian tubuh korban dalam operasi lanjutan yang dilakukan setelah kondisi cuaca dinilai lebih memungkinkan. Temuan tersebut menjadi fokus utama operasi hari ini, di tengah upaya berkelanjutan untuk menuntaskan pencarian seluruh korban.
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menyampaikan bahwa dukungan modifikasi cuaca memberikan dampak signifikan terhadap kelancaran operasi, khususnya untuk pergerakan udara dan darat di medan ekstrem.
Ia menjelaskan bahwa helikopter dapat diterbangkan sejak pagi hari, sehingga membantu mobilisasi personel dan proses evakuasi di titik-titik sulit.
Dalam keterangannya kepada wartawan di Kantor Basarnas Makassar, Bandara Sultan Hasanuddin, Maros, Mohammad Syafii mengungkapkan bahwa hingga saat ini tim SAR telah menemukan korban dalam kondisi tidak utuh.
Temuan tersebut berupa beberapa paket body part yang saat ini masih dalam proses evakuasi dari lokasi kejadian menuju titik aman.
“Alhamdulillah modifikasi cuaca sangat membantu, bisa mengurangi sekitar 30 persen cuaca. Hari ini dari pagi helikopter bisa kita terbangkan dan midah-mudahan SAR darat yang sedang berjalan bisa melaksanakan operasi lebih optimal. Saya ingin sampaikan bahwa, sampai dengan hari ini, telah ditemukan korban dalam bentuk jenazah. Dalam body part total ada 9 paket. Hari ini masih sedang proses evakuasi,” ujar Mohammad Syafii, Kamis (22/1)
Ia menegaskan bahwa bagian tubuh yang ditemukan tidak hanya berasal dari korban, tetapi juga bercampur dengan bagian badan pesawat yang mengalami kecelakaan. Karena itu, penentuan jumlah pasti korban masih menunggu hasil identifikasi dari tim Disaster Victim Identification (DVI).
“Body part yang saya sampaikan sebelumnya, adalah kita telah menemukan baik itu body part peswat maupun body part anggota tubuh. Jadi itu yang kita sampaikan. Soal jumlah body part itu nanti benar-benar sembilan korban atau bagaimana nanti dari teman-teman DVI yang sampaikan. Nanti pada selesai dilaksanakan identifikasi,” jelasnya.
Mohammad Syafii menyatakan, operasi SAR akan dievaluasi pada hari ketujuh, namun prioritas pencarian tetap difokuskan pada upaya menemukan seluruh korban yang masih belum teridentifikasi.
Ia menegaskan bahwa meskipun black box pesawat telah ditemukan, misi utama operasi tetap pencarian dan penyelamatan korban.
“Saya tadi sampaikan oeprasi akan dievaluaso di hari ke-7. Dan saya juga sudah mendeklier pada saat masih ada korban yang belum ditemukan tentunya itu yang jadi prioritas. Ini alhamdulillah blackbox dotemukan, tapi tujuan utama operasi adalah operaso pencarian dan penyelamatan korban,” tegasnya.
Untuk mendukung efektivitas operasi, Basarnas juga menyiapkan tambahan personel dengan keahlian khusus yang disesuaikan dengan karakter medan pegunungan. Selain itu, opsi pelibatan anjing pelacak mulai dipertimbangkan sebagai bagian dari penguatan strategi pencarian di area yang sulit dijangkau.
“Tahapan evakuasi sedang berjalan. Pada saat titik penemuan body part itu bisa merapat ke puncak atau lahan terbuka. Kalau cuaca memungkinkan kita pakai pesawat tapi kalau tidak kita akan evakuasi seperti korban sebelumnya,” ujarnya.
Meski temuan sejauh ini didominasi korban meninggal, Basarnas menegaskan tidak pernah menyatakan bahwa tidak ada kemungkinan korban selamat. Harapan tersebut tetap menjadi bagian dari semangat operasi yang masih terus berlangsung di lapangan.
“Kita berharap ada korban selamat. Kita tidak pernah mendiclare tentang tidak ada korban selamat,” pungkas Mohammad Syafii.
















































