Jumali Sabtu, 01 Agustus 2026 18:27 WIB
Harianjogja.com, JOGJA—Kabar duka datang dari industri musik Tanah Air. Trisno, bassist legendaris grup rock PAS Band, meninggal dunia pada Sabtu (1/8/2026) setelah berjuang melawan komplikasi penyakit yang dideritanya.
Kepergian musisi yang dikenal dengan karakter kuat dan gaya bermain bass yang khas itu langsung menyisakan duka mendalam di kalangan pelaku musik Indonesia. Nama Trisno selama ini menjadi bagian penting dalam perjalanan PAS Band, salah satu band rock yang memiliki pengaruh besar di industri musik nasional.
Informasi mengenai wafatnya Trisno pertama kali diketahui publik melalui unggahan akun Instagram resmi PAS Band, @pasband.id. Dalam unggahan tersebut, grup musik asal Bandung itu menyampaikan kabar duka dengan simbol ekspresi sedih yang segera memicu reaksi dari para penggemar dan rekan sesama musisi.
Kolom komentar unggahan tersebut langsung dipenuhi ucapan belasungkawa. Banyak musisi dan publik figur menyampaikan rasa kehilangan atas berpulangnya salah satu ikon musik rock Indonesia tersebut.
Presenter sekaligus komedian Edi Brokoli menjadi salah satu figur publik yang menyampaikan ungkapan duka. Melalui akun Instagram pribadinya, ia menulis, "Innalillahi wa innailaihi rojiun... sing kebat @tris_noize."
Ungkapan kehilangan juga datang dari bassist Slank, Ivanka. Musisi yang selama ini dikenal dekat dengan komunitas musik rock Indonesia itu tampak tak mampu menyembunyikan kesedihannya. Dalam unggahan PAS Band, ia hanya memberikan deretan emoji sedih sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada Trisno.
Kepergian Trisno menjadi pukulan berat bagi banyak orang yang pernah mengenal maupun bekerja bersama dirinya. Sosoknya dikenal tidak hanya sebagai musisi berbakat, tetapi juga sebagai figur yang memiliki dedikasi tinggi terhadap dunia musik.
Di balik perjalanan panjang kariernya, kondisi kesehatan Trisno diketahui mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir. Menurut informasi yang beredar di lingkungan terdekatnya, penyakit yang diderita baru diketahui ketika kondisinya sudah cukup serius.
Beberapa pekan sebelum meninggal dunia, kondisi fisiknya terus menurun hingga akhirnya keluarga memutuskan membawa Trisno ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis intensif.
Dari hasil pemeriksaan dokter, diketahui fungsi ginjal Trisno hanya tersisa sekitar lima persen. Kondisi tersebut membuat tim medis harus melakukan pemantauan dan perawatan secara ketat.
Masalah kesehatan yang dihadapi Trisno tidak berhenti pada gangguan ginjal. Tim medis juga menemukan adanya sumbatan darah di bagian kepala yang berpotensi memicu komplikasi lebih serius.
Untuk mencegah risiko yang lebih besar, dokter melakukan tindakan operasi darurat. Upaya tersebut dilakukan agar kondisi yang dialami Trisno tidak berkembang menjadi serangan stroke yang lebih berat.
Meski telah mendapatkan penanganan intensif, kondisi kesehatannya terus menurun. Trisno kemudian menjalani perawatan di ruang Intensive Care Unit (ICU) sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir pada usia 55 tahun.
Bagi penggemar musik rock Indonesia, nama Trisno memiliki tempat tersendiri. Bersama PAS Band, ia menjadi bagian dari perjalanan salah satu grup musik yang berhasil membangun identitas kuat di kancah musik nasional.
Karakter permainan bass yang energik dan penampilan panggung yang ekspresif menjadi ciri khas yang melekat pada dirinya. Banyak penggemar mengenang Trisno sebagai musisi yang mampu menghadirkan energi besar dalam setiap penampilan bersama PAS Band.
Sepanjang kariernya, kontribusi Trisno turut membantu memperkuat posisi PAS Band sebagai salah satu band rock yang berpengaruh di Indonesia. Karya-karya yang lahir bersama grup tersebut menjadi bagian dari memori kolektif penikmat musik lintas generasi.
Kini, kepergian Trisno meninggalkan ruang kosong bagi keluarga, sahabat, rekan musisi, dan para penggemarnya. Meski demikian, jejak karya dan pengaruhnya dalam perkembangan musik rock Indonesia diyakini akan terus dikenang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

9 hours ago
3

















































