AGAM, KLIKPOSITIF — Upaya pemulihan pascabencana banjir bandang di Kabupaten Agam terus dilakukan berbagai pihak. Universitas Andalas (Unand) melalui Tim Unand Peduli Bidang Air dan Sanitasi turun langsung ke Kecamatan Palembayan untuk melakukan survei kebutuhan air bersih sekaligus memperkenalkan teknologi penjernihan air ultrafiltrasi tanpa listrik kepada masyarakat terdampak bencana, Minggu (14/12/2025)
Berdasarkan hasil survei dan observasi lapangan, wilayah Koto Alam dan Nagari IV Koto Palembayan menjadi daerah dengan kondisi paling memprihatinkan terkait ketersediaan air layak pakai. Selama beberapa waktu terakhir, masyarakat di wilayah tersebut masih bergantung pada distribusi air bersih dari TNI dan Polri yang disalurkan menggunakan mobil tangki setiap hari.
Ketergantungan ini terjadi karena sumber air utama masyarakat, yakni air sungai, mengalami penurunan kualitas yang signifikan akibat dampak bencana. Air sungai yang sebelumnya dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari kini sering kali berubah menjadi keruh, terutama saat hujan turun. Lumpur dan material sedimen yang terbawa aliran air menyebabkan air tidak lagi layak digunakan untuk keperluan memasak, mandi, maupun mencuci.
Koordinator Tim Air Bersih Unand, Dr. Eng. Dendi Adi Saputra melakukan tes TDS dari sumber pamsimas di Kecamatan Palembayaan.Koordinator Tim Air Bersih Universitas Andalas, Dr. Eng. Dendi Adi Saputra, menjelaskan bahwa tim telah melakukan pengujian langsung terhadap sampel air yang digunakan masyarakat. Hasil pengujian menunjukkan tingkat kekeruhan yang cukup tinggi, sehingga air tersebut memerlukan proses penyaringan sebelum dapat dimanfaatkan dengan aman.
“Berdasarkan hasil pengujian lapangan, kualitas air memang tidak memenuhi standar untuk digunakan secara langsung. Oleh karena itu, dibutuhkan teknologi filtrasi yang efektif, mudah digunakan, dan sesuai dengan kondisi darurat di lapangan,” kata Dendi, Senin (15/12/2025).
Sebagai tindak lanjut, sebut Dendi, Tim Unand Peduli memperkenalkan teknologi ultrafiltrasi tanpa listrik yang dirancang khusus untuk wilayah dengan keterbatasan infrastruktur. Teknologi ini mampu menyaring air keruh menjadi air bersih dengan kapasitas produksi hingga 10.000 liter per jam, sehingga dapat memenuhi kebutuhan air masyarakat dalam jumlah besar.
Koordinator Tim Air Bersih Unand, Dr. Eng. Dendi Adi Saputra menyerahkan teknologi filtrasi tanpa Listrik kepada Perwakilan Masyarakat di Kecamatan Palembayan ditempatkan di saluran intake Masjid Ubudiyah Duku Nagari IV Koto Palembayan.Hasil pengujian air setelah melalui proses ultrafiltrasi menunjukkan tingkat kekeruhan (NTU) sebesar 0, yang berarti air tampak jernih dan bersih secara optik. Pengukuran ini dilakukan menggunakan alat turbidimeter milik Stasiun Pengolahan Air Minum Unand.
“Teknologi ultrafiltrasi ini juga dirancang agar mudah dioperasikan oleh masyarakat. Sistem ini dilengkapi dengan mekanisme backwash menggunakan three-way valve, yang memungkinkan proses pembersihan filter dilakukan secara mandiri tanpa memerlukan keahlian teknis khusus,” jelasnya.
Tim yang terlibat dalam pengembangan dan implementasi teknologi ini terdiri dari Dr. Eng. Ir. Eka Satria, Ir. Haznam Putra, MT, serta Alfikri Ihsan, M.Eng. “Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen Unand dalam membantu masyarakat yang hingga kini masih mengalami keterbatasan akses terhadap air bersih,” ujarnya.
Kegiatan pengenalan teknologi air bersih ini turut didampingi oleh Direktur Utama Rumah Sakit Unand, Dr. dr. Muhammad Riendra, Sp.BTKV, Subsp.VE (K), FIATCVS. Ia menyampaikan bahwa teknologi ultrafiltrasi tanpa listrik yang diperkenalkan di Palembayan telah lebih dahulu diterapkan di Rumah Sakit Universitas Andalas dan terbukti mampu mendukung layanan kesehatan.
“Ketersediaan air bersih merupakan faktor penting dalam pelayanan kesehatan. Dengan air yang berkualitas, risiko penyebaran penyakit dapat ditekan, terutama pada kondisi pascabencana seperti saat ini,” kata Riendra.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Puskesmas Palembayan, dr. Demi Sartika, menuturkan bahwa wilayah Palembayan masih sering mengalami gangguan pasokan listrik. Kondisi ini berdampak langsung pada pelayanan kesehatan serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, termasuk ketersediaan air bersih.
“Menurut kami, teknologi penjernihan air tanpa listrik menjadi solusi yang sangat relevan dengan kondisi wilayah Palembayan. Selain praktis, teknologi ini juga dinilai mampu menjawab tantangan keterbatasan infrastruktur di daerah terdampak bencana. Kami pun mengapresiasi Unand yang telah peduyli terhadap kebutuhan dasar korban bencana di Palembayan,” katanya.
Manfaat penerapan teknologi ultrafiltrasi ini dirasakan langsung oleh masyarakat setempat. Seorang warga Jorong Duku, Nagari IV Koto Palembayan, mengungkapkan rasa syukur atas bantuan teknologi air bersih dari Unand. Karena, sejak bencana terjadi, arga kesulitan mendapatkan air bersih.
“Air sungai sangat keruh, apalagi saat hujan. Dengan teknologi dari Unand ini, air keruh langsung jadi bersih, tidak pakai listrik, dan mudah digunakan. Kami sangat terbantu sekali. Saya mewakili warga lainnya juga mengucapkan terima kasih kepada Unand yang telah peduli terhadap kebutuhan kami,” katanya.
Tim Unand Peduli Air Bersih bersama Kadis Kesehatan Agam dan Kepala Puskesmas Koto AlamSementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Agam, dr. H. Hendri, M.Kes., menyampaikan bahwa persoalan air bersih tidak hanya terjadi di Kecamatan Palembayan. Sejumlah wilayah lain di Agam juga mengalami kesulitan serupa akibat dampak bencana.
Beberapa wilayah yang terdampak antara lain Kecamatan Tanjung Raya, Palembayan, Malalak, IV Koto, Palupuh, dan Matur, yang mencakup sejumlah jorong serta fasilitas pelayanan kesehatan. “Kondisi ini menunjukkan perlunya penanganan permasalahan air bersih secara terpadu, berkelanjutan, dan melibatkan berbagai pihak,” katanya.
Melalui kegiatan ini, Unand berharap teknologi ultrafiltrasi tanpa listrik dapat menjadi solusi nyata bagi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Agam. Selain itu, teknologi ini diharapkan dapat direplikasi di wilayah lain yang menghadapi permasalahan serupa, sehingga akses terhadap air bersih dapat terwujud secara lebih merata.(*)

1 month ago
25

















































