Waspada Love Scam, Kerugian Tembus Rp49 Miliar

1 week ago 12
Waspada Love Scam, Kerugian Tembus Rp49 MiliarIlustrasi. (Dok: Ist)

KabarMakassar.com — Fenomena penipuan bermodus asmara atau love scam terus menjadi ancaman serius di Indonesia.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK), mengutip data Indonesia Anti Scam Centre, mencatat sepanjang tahun lalu terdapat 3.494 laporan kasus love scam dengan total kerugian mencapai Rp49,19 miliar.

Kepala Eksekutif Pengawasan Perilaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengungkapkan bahwa jaringan tersebut beroperasi secara internasional dengan memanfaatkan jaringan internet dan berbagai aplikasi digital.

Ia menegaskan jika love scam tidak hanya menimbulkan kerugian finansial, namun juga berdampak signifikan terhadap kondisi psikologis korban.

Hal ini disebabkan karena pelaku secara sistematis membangun kedekatan emosional sebelum melancarkan aksinya.

“Kejahatan seperti ini memiliki risiko lintas batas yang sangat tinggi. Korban dimanipulasi secara emosional hingga merasa memiliki hubungan atau relasi khusus,” ujarnya, dikutip Rabu (14/01).

“Kemudian dipersuasi sehingga secara sukarela mentransfer sejumlah dana karena meyakini adanya hubungan yang istimewa dengan pelaku,” tambahnya.

Penipuan asmara umumnya bermula dari perkenalan melalui situs web atau aplikasi kencan. Pelaku dan korban tidak pernah bertemu secara langsung dan hanya berkomunikasi melalui platform digital.

Setelah hubungan terjalin, pelaku biasanya mengajak korban untuk berkomunikasi di luar platform awal, misalnya melalui email, sambungan telepon, atau aplikasi pesan instan.

Berdasarkan informasi dari Federal Trade Comission (FTC), pelaku love scam kerap mengklaim telah menemukan cinta sejati dan berupaya membangun kepercayaan korban.

Setelah kedekatan emosional terbentuk, pelaku mulai meminta sejumlah uang dengan berbagai dalih, sering kali dikemas sebagai kondisi mendesak, misalnya kebutuhan biaya perjalanan untuk bertemu korban.

FTC juga mengidentifikasi sejumlah indikator umum penipuan asmara yang perlu diwaspadai masyarakat, diantaranya:

1. Pelaku menghindari pertemuan tatap muka dengan alasan berada atau menetap di luar negeri.

2. Permintaan uang diajukan setelah kepercayaan korban terbentuk, dengan alasan seperti biaya medis, tiket pesawat, pengurusan visa atau investasi kripto.

3. Cerita yang disampaikan pelaku cenderung berubah-ubah dan tidak konsisten.

4. Perkembangan hubungan berlangsung sangat cepat, termasuk pernyataan cinta dalam waktu singkat dan ajakan berpindah ke aplikasi komunikasi yang lebih privat, seperti WhatsApp.

OJK mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, bersikap kritis terhadap hubungan daring, juga tidak mudah melakukan transfer dana kepada pihak yang belum pernah ditemui secara langsung.

Navigasi pos

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news