Anggota DPRD Kota Makassar, Ray Suryadi Arsyad, (Dok: Sinta KabarMakassar).KabarMakassar.com — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar Ray Suryadi Arsyad, mencatat sejumlah persoalan krusial yang mengemuka dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan di Daerah Pemilahan (Dapil) Makassar II.
Diketahui, Dapil Makassar II terdiri dari Wajo, Bontoala, Tallo, dan Ujung Tanah.
Isu banjir, pemeliharaan jalan, serta optimalisasi fungsi fasilitas umum dan fasilitas sosial (fasum–fasos) menjadi perhatian utama yang harus segera ditindaklanjuti bersama Pemerintah Kota Makassar.
Ia mengatakan pelaksanaan Musrenbang di sebagian besar kecamatan telah memasuki tahap akhir. Namun, ia menilai persoalan yang muncul di tiap wilayah memiliki karakteristik berbeda dan membutuhkan penanganan yang spesifik.
“Musrenbang di kecamatan hampir rampung, meski masih ada beberapa yang berjalan pekan ini. Memang persoalan di tiap wilayah cukup kompleks karena karakter kegiatannya berbeda-beda,” ujar Ray, Selasa (27/01).
Menurutnya, pembagian fungsi wilayah di Kota Makassar turut memengaruhi jenis persoalan yang dihadapi. Wilayah selatan, misalnya, cenderung bersifat konvensional permukiman, sementara wilayah utara lebih dominan sebagai kawasan perdagangan dan aktivitas ekonomi.
“Perbedaan karakter wilayah ini yang kemudian melahirkan persoalan yang berbeda, dan itu yang harus kita carikan solusinya bersama,” kata politisi Demokrat itu.
Ray menegaskan, persoalan banjir masih menjadi keluhan utama masyarakat yang paling sering muncul dalam forum Musrenbang maupun agenda serap aspirasi lainnya. Ia berharap organisasi perangkat daerah (OPD) teknis dapat bersikap lebih proaktif, terutama dalam kondisi darurat.
“Banjir ini masih menjadi isu utama. Karena itu, OPD yang bermitra, terutama yang menangani drainase dan pekerjaan umum, kami harapkan bisa memaksimalkan perannya di saat-saat darurat seperti sekarang,” tegasnya.
Selain banjir, perhatian DPRD juga tertuju pada kondisi infrastruktur jalan. Meski secara umum jalan di Kota Makassar dinilai sudah layak digunakan, Ray menekankan pentingnya perawatan berkelanjutan agar kualitas jalan tetap terjaga.
“Jalan kita secara umum sudah cukup layak. Tapi yang dibutuhkan itu maintenance dan pembangunan berkelanjutan supaya kualitasnya tidak menurun,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya menjaga kelancaran fungsi drainase dan akses-akses publik agar tidak memicu genangan maupun banjir. Untuk itu, ia meminta agar upaya penertiban dan edukasi kepada masyarakat terus dilakukan.
“Fungsi drainase dan akses publik ini harus dijaga. Kalau tidak berjalan maksimal, dampaknya langsung dirasakan masyarakat,” kata Ray.
Lebih lanjut, terkait fasum dan fasos, Ray mengingatkan masih ditemukannya bangunan permanen yang berdiri di atas ruang publik. Menurutnya, kondisi tersebut perlu disikapi tegas melalui kerja sama antara pemerintah dan masyarakat.
“Masih ada bangunan permanen di atas fasum-fasos. Ini tentu harus dibongkar karena mengganggu fungsi ruang publik,” ujarnya.
Meski demikian, Ray menegaskan DPRD dan Pemerintah Kota Makassar tetap mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk pedagang kaki lima dan pelaku UMKM, selama tidak mengganggu kepentingan umum.
“Kami sangat mendukung UMKM dan aktivitas perdagangan. Tapi mari kita sama-sama gunakan perasaan. Kalau bangunan portabel tidak masalah, kami dukung. Yang penting jangan mengganggu aktivitas utama dan akses publik,” tukasnya.
















































