Ketua DPW Gerakan Rakyat Sulsel, Asri Tadda, (Dok: Sinta KabarMakassar)KabarMakassar.com — Baru mendeklarasikan diri sebagai partai politik, Gerakan Rakyat mengklaim struktur kepengurusan partai di Sulawesi Selatan telah terbentuk hampir menyeluruh.
Diketahui, ormas Gerakan Rakyat resmi mendeklarasikan diri menjadi partai politik. Keputusan tersebut diumumkan pada hari terakhir Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-I Gerakan Rakyat yang digelar di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada 17–18 Januari 2026.
Ketua DPW Gerakan Rakyat Sulsel, Asri Tadda, mengatakan deklarasi partai yang digelar di Jakarta pada pertengahan Januari lalu pada dasarnya hanya pengumuman resmi ke publik. Menurutnya, persiapan organisasi telah dilakukan jauh sebelum deklarasi digelar.
“Deklarasi itu lebih ke formalitas. Untuk Sulsel, struktur partai sudah kami siapkan sebelum itu. DPW sudah ada, dan kepengurusan di daerah juga sudah terbentuk,” kata Asri, Rabu (21/01).
Ia menjelaskan, pembentukan struktur di 19 kabupaten/kota tersebut disiapkan untuk memenuhi persyaratan administrasi pendaftaran partai ke Kementerian Hukum dan HAM (Kumham) yang ditargetkan pada Juni 2026. Setelah pendaftaran, Gerakan Rakyat akan mengikuti tahapan verifikasi sebagai partai politik peserta pemilu.
Meski telah bertransformasi menjadi partai, Asri menegaskan Gerakan Rakyat sebagai organisasi kemasyarakatan tetap dipertahankan. Ormas dan partai akan berjalan dengan struktur berbeda, meski sebagian sumber daya manusianya berasal dari basis yang sama.
“Ormas tetap jalan. Tidak semua anggota ormas harus masuk partai. Ada ruang bagi mereka yang tidak bisa terlibat dalam politik praktis untuk tetap berkontribusi lewat kegiatan sosial,” ujarnya.
Menurut Asri, skema tersebut sengaja disiapkan untuk menampung kelompok masyarakat yang secara aturan tidak diperbolehkan bergabung dengan partai politik, seperti ASN, TNI, dan Polri.
“Kalau di partai tentu kerja-kerja politik praktis. Yang memenuhi syarat akan kami dorong ke partai, yang tidak bisa tetap beraktivitas di ormas,” katanya.
Asri juga menegaskan bahwa pembentukan Partai Gerakan Rakyat merupakan kelanjutan dari gerakan relawan perubahan yang sebelumnya mendukung Anies Baswedan pada Pilpres 2024. Dalam struktur partai, Anies tercatat sebagai anggota kehormatan sekaligus tokoh inspiratif.
“Ini sudah masuk fase baru perjuangan. Partai politik menjadi alat perjuangan yang sah secara hukum, tidak lagi bergantung pada kekuatan politik lain,” ujar Asri.
Ia menambahkan, Gerakan Rakyat hadir sebagai partai alternatif dengan semangat kerakyatan dan menolak dominasi oligarki. Selama dua tahun terakhir, aktivitas organisasi dijalankan dengan prinsip gotong royong.
“Tidak ada oligarki. Semua bergerak secara sukarela demi perubahan yang lebih besar,” tegasnya.
Menghadapi Pemilu 2029, Asri optimistis Gerakan Rakyat dapat membangun kekuatan politik berbasis partisipasi rakyat. Ia menyebut dukungan pemilih pada Pilpres 2024 menjadi modal awal yang akan terus dikonsolidasikan.
“Sejak deklarasi sampai sekarang, banyak tokoh dan kelompok masyarakat yang menghubungi kami dan menyatakan ingin bergabung. Itu menjadi sinyal bahwa Gerakan Rakyat punya daya tarik dan peluang ke depan,” tutupnya.

















































