Didukung Pemerintah Pusat, Makassar Target Nol TBC dalam Tiga Tahun

2 weeks ago 12
Didukung Pemerintah Pusat, Makassar Target Nol TBC dalam Tiga TahunWali Kota Makassar Munafri Arifuddin (Dok: KabarMakassar).

KabarMakassar.com — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menegaskan komitmen Pemerintah Kota Makassar untuk menuntaskan penyakit tuberkulosis (TBC) dengan memasang target nol kasus dalam kurun waktu dua hingga tiga tahun ke depan.

Optimisme itu disampaikan menyusul dukungan penuh pemerintah pusat terhadap berbagai inovasi layanan kesehatan di Makassar.

“Pak Wamen telah memberikan support yang sangat luar biasa. Ini menjadi semangat bagi kami untuk menyelesaikan persoalan TBC di Kota Makassar,” ujar Appi nama karibnya saat mendampingi kunjungan kerja Wakil Menteri Kesehatan RI di Makassar, Selasa (13/01).

Appi menyebut, puskesmas di Makassar terus didorong untuk berinovasi agar pelayanan kesehatan semakin dekat dengan masyarakat. Salah satunya melalui program Hantu Mesra (Hunting Tuberkulosis dengan Metode Mengetuk Sayang Rumah Warga) yang digagas Puskesmas Ballaparang.

“Puskesmas-puskesmas kami, termasuk Puskesmas Ballaparang, punya inovasi yang sangat baik. Ini tugas kita bersama untuk menyelesaikan TBC,” katanya.

Menurut Appi, program Hantu Mesra menjadi solusi atas persoalan sosial yang selama ini menghambat penanganan TBC, seperti stigma dan rasa takut masyarakat untuk memeriksakan diri. Pendekatan jemput bola dinilai lebih efektif dibanding menunggu pasien datang ke fasilitas kesehatan.

“Ini bukan menunggu bola, tapi menjemput bola. Banyak warga yang tidak mau diperiksa atau takut diketahui sakit. Dengan mengetuk langsung pintu rumah warga, ini menjadi jalan keluar yang efektif,” jelasnya.

Ia menegaskan, Pemkot Makassar akan melakukan intervensi maksimal dengan kolaborasi lintas sektor agar penanganan TBC berjalan menyeluruh hingga ke lingkungan keluarga penderita.

“Target kita jelas, nol TBC dalam dua sampai tiga tahun ke depan. Mudah-mudahan pada 2029 persoalan TBC di Makassar bisa kita tuntaskan sampai ke akar-akarnya,” tegas Appi.

Appi juga menekankan pentingnya akses layanan kesehatan yang luas dan inklusif bagi masyarakat, khususnya dalam menghadapi penyakit menular seperti tuberkulosis yang masih menjadi tantangan serius.

“Program-program kesehatan harus benar-benar bisa diakses masyarakat. Salah satunya melalui inovasi yang dibuat Puskesmas Ballaparang,” ujarnya.

Ia berharap, dengan penerapan Hantu Mesra, penemuan kasus TBC dapat dilakukan lebih cepat sehingga penanganan bisa segera diberikan dan rantai penularan ditekan secara signifikan.

“Kami ingin kasus TBC ditemukan lebih dini, ditangani menyeluruh, dan penularannya bisa dihentikan,” tutup Appi.

Sebelumnya, Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia Benyamin Paulus Octavianus menyebut Puskesmas Ballaparang memiliki pendekatan layanan yang menonjol melalui inovasi ‘Hantu Mesra’ atau Hunting Tuberkulosis dengan Metode Mengetuk Sayang Rumah Warga. Program ini dinilai efektif karena menerapkan strategi active case finding dengan mendatangi langsung rumah warga.

“Petugas turun langsung ke rumah, meningkatkan penemuan kasus aktif. Jika ditemukan, langsung diterapkan prinsip TOSS TB, yakni Temukan, Obati, Sampai Sembuh,” katanya.

Menurut Benyamin, pemerintah pusat tengah mengejar penurunan angka TBC dari Aceh hingga Papua. Model pendekatan yang terbukti efektif di daerah, kata dia, akan menjadi rujukan kebijakan nasional. “Pendekatan seperti ini bisa diadopsi lebih luas,” pungkasnya.

Navigasi pos

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news