DPRD Makassar Nilai Anggaran Kedukaan Perlu Ditambah, 1.000 Kain Kafan Tak Cukup

1 day ago 6
DPRD Makassar Nilai Anggaran Kedukaan Perlu Ditambah, 1.000 Kain Kafan Tak CukupAnggota DPRD Makassar, Muchlis Misbah (Dok: Ist).

KabarMakassar.com — Anggota DPRD Kota Makassar, Muchlis Misbahmenilai anggaran bantuan kedukaan berupa kain kafan dan perlengkapan jenazah perlu segera ditambah menyusul meningkatnya kebutuhan masyarakat sepanjang tahun 2025.

“Di 2025 memang mulai ada kekurangan karena semakin banyak warga yang membutuhkan. Ke depan tentu akan kami dorong untuk ditambah,” kata Muchlis melalui saluran telpon, Selasa (06/01).

Data Dinas Sosial Kota Makassar menunjukkan, sepanjang 2025 pemerintah kota menyiapkan sekitar 1.000 lembar kain kafan untuk membantu warga kurang mampu.

Namun jumlah tersebut dinilai tidak lagi mencukupi seiring meningkatnya permintaan bantuan kedukaan.

Muchlis mengungkapkan, sebelum dirinya duduk di DPRD Kota Makassar, anggaran pengadaan bantuan kedukaan masih sangat terbatas. Ia menyebut, anggaran awal program tersebut hanya sekitar Rp300 juta.

“Waktu awal, anggarannya sekitar Rp300 juta. Setelah saya masuk DPRD, kami dorong penambahan dan alhamdulillah itu bisa terpenuhi selama 2023 sampai 2024,” ujarnya.

Namun, lanjut Muchlis, lonjakan kebutuhan pada 2025 membuat alokasi anggaran tersebut kembali tertekan. Kondisi ini, menurutnya, harus segera direspons agar pemerintah tetap hadir di tengah masyarakat yang sedang berduka.

“Kalau ada warga yang berduka dan tidak mampu, seharusnya tidak perlu lagi memikirkan biaya. Pemerintah kota harus hadir langsung memberikan bantuan,” tegasnya.

Ia menekankan, bantuan kain kafan dan perlengkapan jenazah memiliki nilai kemanusiaan yang sangat penting, terutama bagi keluarga kurang mampu. Program ini, kata dia, harus benar-benar menyasar warga yang membutuhkan agar tidak menambah beban di saat situasi duka.

“Bantuan kepada masyarakat seperti ini adalah solusi yang tepat dan harus terus diperkuat,” tutup Muchlis.

Sebelumnya, Kepala Dinas Sosial Kota Makassar, Andi Bukti Djufrie, mengungkapkan bahwa bantuan kain kafan menjadi salah satu kebutuhan sosial yang paling banyak diminta masyarakat. Seluruh kain kafan yang disediakan dalam satu tahun anggaran tersalurkan untuk warga tidak mampu yang mengalami kedukaan.

“Dalam satu tahun anggaran kami siapkan 1.000 kain kafan, dan itu habis sebelum Desember. Peruntukannya khusus bagi masyarakat kurang mampu,” kata Andi Bukti, saat rilis akhir tahun Dinsos Rilis di Benz Cafe Jalan Kajoalido, Rabu (31/12).

Menurutnya, tingginya permintaan tidak hanya datang dari keluarga penerima bantuan, tetapi juga dari pengurus masjid yang menangani pemulasaraan jenazah. Selain kain kafan, kebutuhan lain seperti perlengkapan pemandian jenazah juga mengalami lonjakan permintaan, sementara kemampuan penyediaan masih sangat terbatas.

Di sisi lain, Andi Bukti menegaskan distribusi bantuan dilakukan secara selektif. Pihaknya memastikan hanya warga yang benar-benar masuk kategori tidak mampu yang berhak menerima, guna menghindari penyalahgunaan bantuan.

Selain menyoroti kebutuhan kain kafan, Dinsos Makassar juga tengah fokus melakukan pembenahan dan validasi data sosial. Selama 2025, Dinsos menyiapkan langkah pendataan ulang di seluruh kelurahan sebagai data pendukung Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang dinilai belum sepenuhnya akurat.

“Data adalah kunci. Kalau data sudah valid, semua intervensi bantuan bisa tepat sasaran,” ujarnya.

Pendataan ulang terhadap warga desil satu hingga desil lima direncanakan mulai awal 2026 dengan melibatkan lurah dan camat, serta terintegrasi melalui sistem yang dikelola Dinas Kominfo Kota Makassar.

Ke depan, Dinsos Makassar berharap dukungan DPRD agar alokasi bantuan sosial, termasuk kain kafan, dapat ditambah pada 2026.

“Inikan sejalan dengan program prioritas Pemerintah Kota Makassar, mulai dari penguatan data sosial hingga target bebas anak jalanan pada 2029,” pungkasnya.

Navigasi pos

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news