KLIKPOSITIF- Dinas Kesehatan Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mengungkap hasil uji laboratorium BPOM terhadap sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan siswa penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Palupuh.
Hasil pemeriksaan Laboratorium BPOM menemukan bakteri Bacillus Cereus pada sampel makanan berupa tahu dan cabe yang dikonsumsi siswa dari Dapur SPPG Pasie Laweh, Kecamatan Palupuh.
Kepala Dinas Kesehatan Agam, Hendri Rusdian, mengatakan hasil tersebut diketahui setelah tim Laboratorium BPOM melakukan pemeriksaan terhadap kandungan bakteri dalam sampel makanan yang diolah Dapur SPPG Pasie Laweh Palupuh.
“Hasil uji lab sampel makanan keracunan Pangan dari Dapur SPPG Pasie Laweh Palupuh yg telah dikeluarkan BPOM Payakumbuh : ditemukan Bakteri Bacillus Cereus dalam sampel makanan Tahu dan Cabe,” ungkap kepada Katasumbar, Kamis (10/9/2026).
Hendri mengatakan, dari total 237 siswa yang sebelumnya mendapat penanganan di puskesmas dan pustu, sebanyak delapan orang sempat dirawat di sejumlah rumah sakit di sekitar Bukittinggi.
“Penderita keracunan yg berjumlah 8 org yg dirawat di RS sekitar Bukittinggi sudah pulang semuanya,” terangnya.
Meski hasil uji laboratorium BPOM telah keluar, Hendri memastikan Dapur SPPG Pasie Laweh Palupuh masih belum beroperasi dan ditutup sementara.
“Masih Tutup, kita sudah laporkan hasil uji lab ke Pimpinan, nunggu petunjuk lebih lanjut dari pimpinan,” ujarnya.
Sebelumnya, Hendri Rusdian mengatakan jumlah siswa yang mengalami keluhan setelah menyantap makanan MBG mencapai 237 orang. Dua di antaranya sempat dirujuk ke rumah sakit di Bukittinggi.
“Sampai siang ini (Rabu, 2/9/2026) berjumlah 237 orang, dua orang dirujuk ke RS di Bukittinggi. Satu dirujuk ke RSUD Bukittinggi dan satu di RST Bukittinggi,” ungkap Hendri Rusdian.
Sebagian siswa lainnya telah diperbolehkan pulang, namun masih dalam pemantauan petugas kesehatan.
“Sebagian sudah pulang. Tinggal 13 orang lagi yang sedang diobservasi di Puskesmas Palupuh,” terangnya.
Hendri menjelaskan, siswa yang mengalami keluhan tersebut berasal dari jenjang pendidikan TK, SD hingga SMP.
“Dari satu dapur SPPG. Siswa dari SMP, SD dan TK,” jelasnya.

3 hours ago
2



















































