KLIKPOSITIF- Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), mendalami dugaan keterlibatan oknum Wali Nagari setempat berinisial REP sebagai bandar dalam kasus perjudian togel.
Dugaan tersebut mencuat setelah tersangka berinisial A ditangkap polisi pada Selasa malam (25/8/2026) sekitar pukul 22.10 WIB di sebuah warung di Jalan Baru, Kampung Bukit Tambun Tulang, Nagari IV Koto Hilir.
Informasi mengenai dugaan keterlibatan oknum wali nagari itu disampaikan keluarga tersangka berdasarkan pengakuan A kepada mereka. Istri tersangka, Emi, mengatakan suaminya mengaku tidak menjalankan aktivitas perjudian tersebut seorang diri.
Menurut Emi, A mengaku bertugas menerima pemasangan angka togel dan kemudian menyetorkan uang hasil perjudian kepada oknum wali nagari yang disebutnya.
“Pengakuan suami saya begitu. Dia itu anggota wali nagari di Batang Kapas nisial REP. Dan itu bukan hanya kepada saya pengakuannya, kepada keluarga yang lain juga sama, termasuk kepada polisi,” terangnya.
Atas munculnya nama tersebut, keluarga tersangka meminta kepolisian tidak berhenti pada penangkapan A sebagai pelaku lapangan. Mereka mendesak penyidik mengusut dugaan keterlibatan pihak lain yang disebut dalam keterangan tersangka.
“Kami meminta pihak kepolisian mengusut tuntas. Kalau memang ada informasi keterlibatan oknum wali nagari, kami berharap itu didalami dan dibuktikan melalui proses hukum,” ujarnya.
Terpisah, Kapolsek Batang Kapas, Iptu Borti Rovendra, membenarkan adanya pengakuan tersangka mengenai pihak lain yang disebut terlibat dalam aktivitas tersebut.
“Memang dari pengakuan tersangka bahwa dia bekerja menjadi anggota dari oknum Wali Nagari yang disebut. Pihak kami sedang melakukan pendalaman terkait kebenaran hal tersebut,” terangnya kepada wartawan.
Menurutnya, pihak kepolisian telah memanggil sejumlah saksi untuk dimintai keterangan. Salah satunya oknum wali nagari yang disebut dalam keterangan tersangka.
“Termasuk oknum wali nagari yang disangkakan menjadi bandar dalam kasus ini, sesuai dengan keterangan yang diberikan oleh tersangka A,” ujarnya.
Sementara itu, oknum Wali Nagari yang disebut namanya, berinisial REP membantah dirinya terlibat dalam kasus perjudian togel tersebut.
“Terkait nama saya yang disebut, saya tidak menerima. Kemarin saya sudah dipanggil. Sudah saya jelaskan ke penyidik,” katanya.
REP mengaku tidak berada di lokasi saat penangkapan tersangka. Ia juga mengaku terkejut setelah namanya disebut dalam pemeriksaan.
“Kemarin waktu penangkapan tidak ada. Tapi, tiba di ujung-ujung nama saya disebut. Saya tentu tidak menerima. Soal saya tidak ada main,” tegasnya.
Ia mengakui pernah menjalankan aktivitas perjudian sebelum dirinya menjadi wali nagari. Namun, menurutnya, aktivitas tersebut sudah tidak dilakukannya lagi.
“Waktu sebelum jadi wali iya. Dulu buka besar-besaran. Tapi sekarang tidak lagi. Jadi saya terkejut,” ujarnya.
REP juga mengaku telah beberapa kali mendapat tudingan terkait sejumlah persoalan lainnya. Ia mempertanyakan alasan namanya kembali dikaitkan dengan kasus togel tersebut.
“Banyak sekali tudingan terhadap saya, selalu ada masalah ke saya. Sebelumnya minyak. Masalah pembangunan jembatan saya juga yang dibawa. Sampai pula ke Polda,” katanya.
“Dari itu apa sebenarnya mau orang ini. Togel lah sampai pula saya terlibat,” sambungnya.
Ia menegaskan tersangka A bukan merupakan warga di wilayah administrasinya. REP juga meminta agar penyebutan namanya dalam kasus tersebut disertai bukti yang jelas.
“Penyebutan nama saya tanpa bukti. Kalau tanpa bukti, sama dengan melecehkan nama saya,” tuturnya.

8 hours ago
4


















































