Jurnalis Senior Iwan Taruna saat Menerima Penghargaan di KPID, (Dok: Ist).KabarMakassar.com — Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulawesi Selatan menganugerahkan penghargaan Tokoh Penyiaran Tahun 2025 kepada jurnalis senior Iwan Taruna dalam ajang KPID Awards Sulsel 2025 yang digelar di Ballroom Teater Pinisi, Universitas Negeri Makassar (UNM), Jalan AP Pettarani, Senin (15/12).
Ajang tahunan ini dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi, Anggota Komisi I DPR RI Syamsu Rizal, Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi, jajaran komisioner KPID Sulsel, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulsel.
Ketua KPID Sulsel, Irwan Ade Saputra, menegaskan bahwa KPID Awards merupakan bentuk apresiasi konsisten terhadap kerja-kerja lembaga penyiaran di Sulawesi Selatan. Setiap akhir tahun, KPID menilai seluruh konten siaran yang diproduksi, mulai dari hiburan, informasi, hingga program edukatif.
“Apa yang dilakukan lembaga penyiaran selama satu tahun selalu kami apresiasi di akhir tahun. Ini adalah ajang yang luar biasa bagi insan penyiaran,” kata Irwan.
Irwan juga menyampaikan optimisme KPID Sulsel menatap akhir 2025 dan memasuki 2026. Menurutnya, dukungan moral, doa, dan semangat dari berbagai pihak menjadi modal penting untuk menjaga keberlangsungan penyiaran di tengah dinamika dan tantangan yang terus berubah.
“Dukungan itu tidak selalu soal materi. Doa dan semangat sudah sangat berarti bagi kami untuk tetap bertahan dan terus berkarya,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, KPID Sulsel menetapkan Iwan Taruna sebagai Tokoh Penyiaran 2025 atas dedikasi panjang dan kontribusinya dalam dunia jurnalistik penyiaran. KPID menilai Iwan sebagai sosok yang konsisten menjunjung profesionalisme, etika jurnalistik, serta berperan dalam pengembangan penyiaran di Sulawesi Selatan.
Perjalanan Iwan Taruna di dunia jurnalistik dimulai sejak usia remaja. Ketertarikannya pada dunia media tumbuh sejak masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama di Watampone, ketika ia belajar secara otodidak dan menerbitkan majalah dinding sekolah.
Minat tersebut berlanjut saat ia melanjutkan pendidikan di Universitas Hasanuddin Makassar. Pada 1996, Iwan memilih Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unhas, dan aktif di Koran Kampus Identitas Unhas sebagai reporter serta bagian periklanan.
Karier profesionalnya di dunia penyiaran dimulai pada 1997 setelah bergabung dengan Liputan 6 SCTV. Ia mengembangkan kemampuannya sebagai kameramen dan reporter, serta terlibat dalam berbagai liputan penting berskala nasional.
Salah satu liputan yang menjadi tonggak penting dalam kariernya terjadi pada 2004, saat insiden bentrokan antara mahasiswa dan aparat kepolisian di Kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar. Liputan peristiwa tersebut oleh Liputan 6 SCTV, dengan Iwan sebagai salah satu jurnalis lapangan, masuk dalam lima besar liputan terbaik Asia.
Atas capaian itu, Iwan dipercaya mengemban tugas sebagai Asisten Produser Daerah dan menangani program kriminalitas di Liputan 6 selama hampir satu tahun. Materi liputan terkait peristiwa tersebut kembali menembus lima besar liputan terbaik Asia, memperkuat reputasinya sebagai jurnalis penyiaran berpengalaman.
Ciri khas pelaporannya yang lugas dan hangat dikenal luas publik melalui tagline, “Iwan Taruna melaporkan dari Makassar.”
KPID Sulsel menilai, penghargaan Tokoh Penyiaran 2025 layak diberikan kepada Iwan Taruna sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian dan kontribusinya dalam membangun penyiaran yang sehat, berkualitas, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.


















































