Camat Ujung Tanah, Amanda Syahwaldi saat Menerima Penghargaan, (Dok: Ist).KabarMakassar.com — Kecamatan Ujung Tanah meraih penghargaan sebagai kecamatan berprestasi dalam pencegahan, percepatan, dan penurunan stunting di Kota Makassar.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, kepada Camat Ujung Tanah Amanda Syahwaldi, dalam rangka evaluasi kinerja penanganan stunting tingkat kota, Selasa (16/12).
Camat Ujung Tanah, Amanda Syahwaldi, menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diterima dan menyebut capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif lintas sektor di wilayahnya.
“Alhamdulillah, hari ini kami mendapatkan penghargaan dari Ibu Wakil Wali Kota Makassar dalam rangka pencegahan, percepatan, dan penurunan stunting di Kota Makassar,” ujar Amanda.
Ia mengungkapkan bahwa penurunan angka stunting di Kecamatan Ujung Tanah tergolong signifikan. Jika pada tahun sebelumnya jumlah anak stunting tercatat sekitar 56 kasus, kini angka tersebut berhasil ditekan menjadi kurang dari 30 kasus.
“Dari tahun lalu jumlahnya cukup tinggi, sekitar 56, sekarang turun sampai di bawah 30. Ini penurunan yang signifikan,” jelasnya.
Menurut Amanda, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kerja sama yang solid antara pemerintah kecamatan dengan berbagai unsur di lapangan. Pihak Puskesmas, kader Posyandu, kader PKK, kader KB, hingga RT dan RW dilibatkan secara aktif dalam proses pemantauan dan intervensi.
“Kami libatkan semua unsur, mulai dari Puskesmas, kader Posyandu, PKK, kader KB, sampai RT dan RW. Fokus utama kami adalah anak-anak yang berisiko stunting,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa pendekatan berbasis risiko menjadi kunci utama dalam menekan angka stunting. Dengan memprioritaskan anak-anak yang berisiko, intervensi dapat dilakukan lebih dini sehingga mencegah kondisi stunting berkembang.
“Kalau kita fokus pada anak yang berisiko stunting dan kita intervensi sejak awal, insyaallah anak tersebut tidak sampai menjadi stunting,” kata Amanda.
Amanda juga menjelaskan bahwa data stunting di wilayahnya diperbarui secara berkala setiap triwulan, sehingga intervensi yang dilakukan tetap berbasis data terbaru dan tepat sasaran.
Ke depan, seiring terpilihnya RT dan RW yang baru, Kecamatan Ujung Tanah akan kembali memperkuat fokus penanganan stunting, khususnya melalui pelayanan kesehatan dan edukasi masyarakat.
“Ke depan kami akan kembali memfokuskan penanganan stunting, terutama pada pelayanan kesehatan untuk balita, anak-anak, remaja putri, hingga calon pengantin,” ungkapnya.
Ia menambahkan, edukasi kepada anak gadis dan calon pengantin menjadi perhatian penting untuk mencegah anemia atau kekurangan darah, yang berpotensi memicu stunting pada generasi berikutnya.
“Kami fokus pada edukasi, termasuk pencegahan anemia pada remaja putri, seperti yang juga disampaikan oleh Ibu Kepala Dinas Kesehatan. Ini bagian dari upaya pencegahan jangka panjang,” pungkas Amanda.


















































