KPID Awards 2025, Wagub Sulsel Soroti Literasi Digital dan Peran Media

2 months ago 48

KabarMakassar.com — Peringatan dua dekade KPID Awards 2025 menjadi momentum evaluasi peran media penyiaran di tengah derasnya arus transformasi digital.

Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, menegaskan bahwa lembaga penyiaran tidak lagi sekadar berfungsi sebagai penyedia hiburan, tetapi memiliki tanggung jawab strategis dalam membangun literasi digital, memperkuat pendidikan publik, serta mendukung pembangunan daerah.

Hal tersebut disampaikan Fatmawati saat menghadiri KPID Awards 2025 yang digelar di Ballroom Teater Lantai III Menara Pinisi Universitas Negeri Makassar (UNM), Senin (15/12).

Menurutnya, ajang penghargaan ini bukan hanya bentuk apresiasi, melainkan ruang refleksi bagi insan penyiaran untuk terus meningkatkan kualitas siaran yang sehat, edukatif, dan berorientasi pada kepentingan publik.

“Saya yakin dengan sinergi dan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, KPID, dan lembaga penyiaran, kualitas penyiaran serta program pembangunan daerah dapat berjalan seiring dan saling menguatkan,” ujar Fatmawati.

Ia menilai stabilitas penyiaran yang berkualitas merupakan fondasi penting dalam mendukung pembangunan Sulawesi Selatan. Sejalan dengan tema penguatan literasi digital, UMKM, dan ekonomi kreatif, Fatmawati menekankan bahwa media penyiaran harus menjadi instrumen pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.

Di tengah tantangan transformasi digital, lembaga penyiaran disebut memiliki peran strategis sebagai agen literasi digital. Fatmawati menegaskan, media harus membantu masyarakat menyaring informasi, menangkal hoaks, serta mendorong pemanfaatan teknologi secara bijak dan produktif.

“Penyiaran menjadi kunci agar masyarakat mampu menangkal hoaks dan menggunakan teknologi untuk hal-hal yang positif,” katanya.

Selain itu, ia juga mendorong agar konten siaran di Sulawesi Selatan terus menghadirkan nilai pencerahan, mencerdaskan publik, serta memperkuat kearifan lokal dan nilai kebangsaan. Menurutnya, penyiaran yang bertanggung jawab dapat menjadi benteng dari provokasi dan disinformasi.

“Kalau kita bijak, gempuran hoaks dan provokasi bisa dicegah, sekaligus memperkuat nilai-nilai kebangsaan,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Fatmawati turut menyoroti peran media penyiaran dalam mendorong pertumbuhan UMKM dan ekonomi kreatif melalui promosi digital. Ia menilai media memiliki potensi besar untuk membantu pelaku UMKM Sulsel naik kelas dan dikenal lebih luas, baik di tingkat nasional maupun global.

Namun demikian, ia juga mengingatkan berbagai risiko di ruang digital, seperti penipuan daring, akun palsu, hingga kebocoran data pribadi. Dalam konteks ini, Fatmawati menegaskan peran KPID sebagai pengawas penyiaran agar bertindak tegas terhadap konten atau praktik yang merugikan masyarakat.

“KPID harus hadir memberikan peringatan dan pengawasan tegas terhadap hal-hal yang merugikan publik,” ujarnya.

Fatmawati menekankan, sinergi antara pemerintah daerah, KPID, dan lembaga penyiaran menjadi kunci untuk mewujudkan Sulawesi Selatan yang maju, mandiri, dan berdaya saing.

Sementara itu, Ketua KPID Sulsel, Irwan Ade Saputra, menegaskan komitmen pihaknya untuk terus menyelenggarakan KPID Awards sebagai ruang apresiasi bagi insan penyiaran, meski dihadapkan pada berbagai tantangan dan ketidakpastian di dunia penyiaran.

“Dua dekade KPID Awards harus terus diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi terhadap kerja-kerja insan penyiaran,” kata Irwan.

Ia menjelaskan, setiap akhir tahun KPID Sulsel secara konsisten menilai dan mengapresiasi seluruh konten siaran yang diproduksi lembaga penyiaran, baik hiburan, informasi, maupun program edukatif.

“Apa yang dilakukan lembaga penyiaran selama satu tahun selalu kami apresiasi di akhir tahun. Ini adalah ajang yang luar biasa bagi insan penyiaran,” ungkapnya.

Menjelang akhir 2025 dan memasuki 2026, Irwan menyampaikan optimisme terhadap masa depan KPID Sulsel. Ia menilai dukungan moral, doa, dan semangat dari berbagai pihak menjadi kekuatan penting untuk menjaga keberlangsungan penyiaran di tengah dinamika dan ketidakpastian yang ada.

“Dukungan tidak selalu soal materi. Doa dan semangat sudah sangat berarti bagi kami untuk tetap bertahan,” ujarnya.

Irwan juga mengingatkan bahwa tantangan tidak hanya dihadapi oleh lembaga penyiaran, tetapi juga oleh regulasi penyiaran. Karena itu, ia berharap seluruh ekosistem penyiaran di Sulawesi Selatan dapat terus dijaga agar tetap sehat dan berkelanjutan.

“Bukan hanya lembaga penyiaran yang diuji, regulasi penyiaran kita juga perlu terus dijaga bersama,” pungkasnya.

Navigasi pos

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news