Kepala Bidang Angkutan Umum dan Prasarana Dishub Makassar, Jusman (Dok: KabarMakassar).KabarMakassar.com — Tingginya minat masyarakat terhadap layanan bus sekolah gratis di Kota Makassar tercermin dari tingkat keterisian penumpang yang telah melampaui kapasitas ideal.
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Makassar mencatat load factor bus sekolah gratis mencapai 141 persen sepanjang periode Januari hingga Oktober 2025, menandakan lonjakan kebutuhan transportasi pelajar yang signifikan.
Kepala Bidang Angkutan Umum dan Prasarana Dishub Makassar, Jusman, menyebut kondisi tersebut menunjukkan bahwa layanan bus sekolah gratis sangat diminati oleh siswa dan orang tua. Dalam operasional harian, jumlah penumpang bahkan kerap melebihi kapasitas tempat duduk yang tersedia.
“Antusias siswa sangat tinggi. Dalam operasional sehari-hari, jumlah penumpang sering melampaui kapasitas kursi. Ini menandakan kebutuhan masyarakat terhadap bus sekolah gratis memang sangat besar,” ujar Jusman, Senin (15/12).
Pemkot Makassar mengoperasikan lima unit bus sekolah gratis yang melayani lima koridor utama. Untuk merespons lonjakan penumpang, Dishub Makassar juga menerima tambahan satu unit Bus Sekolah Rakyat dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dengan kapasitas 19 kursi. Dengan tambahan tersebut, total armada bus sekolah yang dikelola Dishub Makassar kini menjadi enam unit dengan total kapasitas 150 kursi.
Jusman menjelaskan, bus sekolah bantuan pemerintah pusat tersebut pada prinsipnya ditujukan untuk membantu mobilitas anak-anak sekolah. Namun, pihaknya masih mengkaji apakah bus itu akan difokuskan melayani siswa sekolah rakyat atau juga dapat dimanfaatkan oleh siswa umum.
“Yang jelas, tujuan utamanya untuk membantu mobilitas anak-anak sekolah dan mengurangi kepadatan penumpang di armada yang sudah ada,” jelasnya.
Dishub Makassar berharap penambahan armada ini dapat menekan kepadatan penumpang sekaligus meningkatkan kenyamanan dan keselamatan siswa dalam menggunakan layanan bus sekolah gratis.
Layanan bus sekolah gratis Makassar saat ini melayani lima trayek utama, yakni Terminal Mallengkeri–Karebosi, Terminal Daya–Karebosi, Terminal Panakkukang–Karebosi, Antang–Karebosi, serta Terminal Daya–Untia. Setiap trayek melayani puluhan sekolah dengan cakupan wilayah yang berbeda.
“Trayek Terminal Mallengkeri–Karebosi melayani 26 sekolah, Terminal Daya–Karebosi 16 sekolah, Terminal Panakkukang–Karebosi 12 sekolah, Antang–Karebosi 20 sekolah, dan Terminal Daya–Untia melayani lima sekolah,” papar Jusman.
Bus sekolah gratis ini beroperasi setiap hari sekolah, dengan jadwal pengantaran siswa pada pagi hari pukul 06.00–07.30 WITA, serta penjemputan pada siang hingga sore hari pukul 14.00–16.00 WITA.
Menurut Jusman, kehadiran bus sekolah gratis juga dilatarbelakangi keprihatinan pemerintah terhadap kondisi lalu lintas Makassar yang semakin padat, khususnya pada jam sibuk pagi hari. Banyaknya siswa yang diantar orang tua menggunakan sepeda motor dinilai berisiko terhadap keselamatan.
“Dengan bus sekolah gratis, orang tua merasa lebih aman dan terbantu karena tidak harus mengantar anak ke sekolah setiap hari,” ujarnya.
Berdasarkan survei Dishub Makassar, kebutuhan ideal layanan bus sekolah di kota ini minimal mencakup delapan trayek agar mampu menjangkau wilayah utara, selatan, timur, dan barat. Sejumlah kawasan, khususnya wilayah selatan hingga perbatasan Makassar–Maros, serta kawasan perkampungan atau hinterland, dinilai masih belum terlayani secara optimal.
Dari sisi data operasional, Dishub mencatat rata-rata jumlah siswa yang diangkut bus sekolah gratis mencapai 5.980 orang per bulan pada Oktober 2025. Trayek Terminal Daya–Karebosi menjadi jalur dengan jumlah penumpang tertinggi, melayani sekitar 1.851 siswa.
Selain memperkuat armada, Dishub Makassar juga mengedepankan aspek keselamatan dengan memanfaatkan teknologi. Tiga unit bus sekolah yang saat ini beroperasi telah dilengkapi dengan CCTV, Wi-Fi, server, sensor, serta sistem pemantauan berbasis aplikasi website dan mobile.
“Bus sekolah juga sudah dilengkapi Artificial Intelligence untuk mendeteksi potensi pelanggaran pengemudi, seperti mengantuk, merokok, keluar jalur, kurang fokus, hingga kecepatan berlebih,” jelas Jusman.
Seluruh aktivitas armada bus sekolah dapat dipantau setiap hari, termasuk posisi kendaraan secara real time melalui sistem GPS online. Teknologi ini dinilai sangat membantu pengelola, siswa, dan orang tua dalam memastikan perjalanan berlangsung aman.
Terkait bus sekolah bantuan terbaru dari Kementerian Perhubungan, Jusman menyebut fitur teknologi canggih tersebut merupakan bawaan pada tiga unit bus yang lebih dahulu diterima. Meski demikian, tidak menutup kemungkinan teknologi serupa akan dipasang pada bus baru jika didukung anggaran.
“Ke depan, fitur-fitur itu bisa saja kita pasang pada bus baru agar seluruh armada memiliki standar keamanan yang sama,” pungkasnya.


















































