Mahasiswa Tewas Usai Dituduh Intel Dalam Kerusuhan Massa di Makassar

11 hours ago 5
Mahasiswa Tewas Usai Dituduh Intel Dalam Kerusuhan Massa di Makassar(Foto: Saat kerusuhan di Makassar)

KabarMakassar.com — Korban insiden kerushan di Kota Makassar pada Jumat (29/08) kemarin bertembah, seorang mahasiswa bernama Rusdamdiansyah (25) dilaporkan meninggal dunia usai kritis karena dikeroyok oleh massa yang anarkis depan kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI), di Jalan Urip Sumoharjo,

“Iya betul yang bersangkutan meninggal, kita siapkan ambulans dari rumah duka ke pemakaman,” kata Plt Kepala BPBD Kota Makassar, Muhammad Fadli Tahar kepada wartawan, Sabtu (30/08).

Dalam informasi yang dihimpun, korban diduga dikeroyok oleh massa yang melakukan aksi hingga membakar objek vital di Kota Makassar, ia dituding sebagai intel di tengah kerusuhan tersebut.

Korban sempat dilarikan ke rumah sakit dan menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Kemenkes Makassar di Kawasan CPI, namun dilaporkan meninggal dunia.

“Dugaannya begitu (dikira intel), tapi yang jelas informasi yang kami terima yang bersangkutan dikeroyok oleh massa saat kerusuhan di (Jalan) Urip,” sebutnya.

Dengan demikian, aksi kerusuhan yang terjadi Jumat malam itu, mengakibatkan korban meninggal kini berjumlah 4 orang. Tiga lainnya adalah Staf DPRD Makassar Sarinawati (26), Staf Humas DPRD Makassar, Akbar Basri alias Abay (26) dan Kasi Kesra Kecamatan Ujung Tanah, Syaiful (43).

“Yang tiga sebelumnya itu meninggal dalam insiden di DPRD Kota (Makassar),” terang Fadli.

Sebelumnya diberitakan, Sebanyak 3 orang telah dilaporkan menjadi korban terbakarnya gedung kantor DPRD Kota Makassar, setelah di bakar oleh massa aksi, Jumat (29/08).

“Ada tiga orang,” kata Kepala Bappeda Kota Makassar, Dahyal saat dikonfirmasi, Sabtu (30/08) dini hari.

Dahyal menyebutkan bahwa korban yang telah dilaporkan meninggal dunia, yakni Kasi Kesra Kecamatan Ujung Tanah, Syaiful, yang saat itu hadir untuk rapat paripurna menggantikan posisi Camat Ujung Tanah, Amanda Syahwaldi.

Kemudian, salah saru korban lainnya merupakan seorang anggota Satpol PP yang diketahui sedang berjaga di gedung DPRD Makassar, saat rapat paripurna, namun belum diketahui identitasnya.

Korban diduga meloncat dari atas gedung setelah terjebak korba dan api yang membesar membakar gedung wakil rakyat tersebut.

“Satu (anggota) Satpol PP dan Kasi Kesra (Kecamatan) Ujung Tanah,” terang Dahyal.

Mirisnya, saat DPRD Makassar itu dalam proses pemadaman api pasca terbakar, personel Dinas Pemadam Kebakaran berhasil mengevakuasi seorang wanita dalam kondisi tidak bernyawa.

“Satu mayat terjebak, perempuan atas nama Sarina, staf pendamping anggota dewan Andi Tendri Uji,” ungkapnya.

Hingga saat ini, personel Damkar Kota Makassar masih terus melakukan pemadaman dan pemeriksaan apakah masih ada korban dalam insiden kerusuhan yang menbuat Kota Makassar ini mencekam.

Navigasi pos

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news