Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin saat Melepaskan Ekspor Perdana Gurita (Dok: Ist).KabarMakassar.com — Kota Makassar resmi menorehkan langkah baru dalam perdagangan internasional sektor kelautan dengan melepas ekspor perdana komoditas gurita (octopus) ke Jepang.
Ekspor yang dilakukan PT Nirvana Niaga Sejahtera (NNS) tersebut dilepas langsung Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dengan volume awal sekitar 14–15 ton atau satu kontainer 20 feet, Senin (15/12).
Ekspor perdana ini menjadi sinyal kuat keseriusan Pemerintah Kota Makassar mendorong hilirisasi hasil laut dan memperluas penetrasi produk perikanan lokal ke pasar global.
Prosesi pelepasan ditandai pemasangan segel pada truk kontainer secara simbolis oleh Wali Kota Makassar bersama Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Dandy Satria Iswara, serta Direktur Utama PT NNS, Nurhadi Samad.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin (Appi) menyampaikan apresiasi atas langkah PT NNS yang dinilainya mampu menangkap peluang besar dari potensi laut Makassar dan Sulawesi Selatan.
Ia menegaskan, ekspor hasil perikanan tidak boleh berhenti pada seremoni perdana, melainkan harus berlangsung berkelanjutan agar berdampak nyata terhadap ekonomi daerah.
“Makassar dikelilingi laut, dan kekayaan itu harus memberi nilai tambah bagi masyarakat. Apa yang dilakukan hari ini menunjukkan bahwa komoditas lokal bisa diolah secara serius, memenuhi standar internasional, dan masuk pasar global,” ujar Appi.
Appi menilai, gurita yang selama ini belum menjadi primadona di pasar domestik justru memiliki permintaan tinggi di pasar internasional, terutama Jepang sebagai salah satu negara dengan konsumsi seafood terbesar dunia.
Keberhasilan ekspor ini, menurutnya, membuktikan bahwa produk perikanan Makassar mampu bersaing di level global jika dikelola dengan standar kualitas dan proses yang tepat.
Lebih jauh, Appi menekankan pentingnya hilirisasi sektor kelautan sebagai kunci peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir. Dengan jumlah penduduk sekitar 1,4 juta jiwa, termasuk warga di pulau-pulau Spermonde, Pemkot Makassar terus mendorong pengembangan industri pengolahan hasil laut yang membuka lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan nelayan.
“Ini bukan sekadar ekspor. Ini tentang menciptakan peluang kerja, meningkatkan penghasilan nelayan, dan memastikan hasil tangkapan tidak lagi dijual mentah, tetapi memberi nilai tambah bagi masyarakat,” tegasnya.
Appi juga berharap keberhasilan PT NNS menjadi pemantik bagi pelaku usaha lain untuk menggarap potensi kelautan Makassar dan Sulawesi Selatan.
“Kedekatan sumber bahan baku dengan fasilitas pengolahan jadi keunggulan strategis yang mampu menekan biaya logistik dan meningkatkan efisiensi produksi,” Pungkasnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Nirvana Niaga Sejahtera, Nurhadi Samad, mengungkapkan bahwa permintaan dari mitra Jepang terhadap produk gurita asal Makassar tidak dibatasi volume. Pengiriman perdana sebanyak satu kontainer 20 feet menjadi langkah awal dari potensi ekspor yang jauh lebih besar.
“Untuk tahap awal kami kirim sekitar 14–15 ton. Permintaan pasar Jepang sangat besar dan tidak mengenal batas volume. Berapapun yang bisa kami siapkan, mereka siap menyerap,” jelas Nurhadi.
Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kemenko Pangan, Dandy Satria Iswara, turut mengapresiasi ekspor perdana tersebut. Ia berharap langkah ini menjadi pintu masuk penguatan ekosistem industri perikanan di Makassar sekaligus memperkokoh posisi Indonesia dalam perdagangan pangan laut dunia.
“Ini bukti bahwa produk perikanan Indonesia, termasuk dari Makassar, mampu memenuhi standar global dan bersaing di pasar internasional,” pungkasnya.


















































