Penampakan Bus Sekolah Baru Kota Makassar, (Dok: KabarMakassar).KabarMakassar.com — Pemerintah Kota Makassar kembali memperkuat layanan transportasi sekolah gratis bagi pelajar.
Terbaru, satu unit Bus Sekolah Rakyat bantuan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia resmi diterima Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Makassar, sehingga total armada bus sekolah gratis yang dikelola pemerintah kota kini berjumlah enam unit.
Penambahan armada ini menjadi bagian dari komitmen Pemkot Makassar dalam mendukung akses pendidikan yang aman, nyaman, dan terjangkau bagi siswa, sekaligus meringankan beban ekonomi orang tua. Bus sekolah gratis juga diposisikan sebagai solusi mobilitas ramah lingkungan di kawasan perkotaan.
Bus bantuan tersebut berkapasitas 19 kursi dan saat ini telah berada di pelataran Kantor Dishub Makassar. Dalam waktu dekat, akan dilakukan proses serah terima atau Berita Acara Serah Terima (BAST) dari Kementerian Perhubungan kepada Pemerintah Kota Makassar sebelum dioperasikan secara penuh.
Kepala Bidang Angkutan Umum dan Prasarana Dishub Makassar, Jusman, menjelaskan bahwa bantuan bus sekolah ini diberikan berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 69 Tahun 2025. Kota Makassar menjadi salah satu daerah penerima dari total 150 unit bus sekolah yang disalurkan secara nasional kepada pemerintah daerah, sekolah, dan lembaga pendidikan.
“Kota Makassar mendapatkan satu unit bus sekolah bantuan dari Kementerian Perhubungan. Bus ini tipe sedang dengan kapasitas 19 kursi dan diperuntukkan bagi operasional angkutan siswa di Kota Makassar,” ujar Jusman, Minggu (15/12).
Ia menambahkan, Kementerian Perhubungan menegaskan bahwa pengelolaan bus sepenuhnya berada di bawah tanggung jawab pemerintah daerah dan difokuskan untuk mendukung Program Sekolah Rakyat. Dalam operasionalnya, Dishub Makassar juga diwajibkan melaporkan pemanfaatan bus tersebut setiap tiga bulan.
Terkait pola operasional, Jusman menyebut bus bantuan ini akan dijalankan dengan skema yang sama seperti layanan bus sekolah gratis yang telah berjalan sebelumnya. Dishub akan mengevaluasi trayek yang ada, termasuk menempatkan armada pada jalur dengan tingkat keterisian penumpang tinggi atau membuka trayek baru sesuai kebutuhan masyarakat.
“Kita akan evaluasi trayek. Bisa jadi bus ini ditempatkan pada trayek dengan load factor di atas 100 persen, atau kita rancang trayek baru,” jelasnya.
Meski bus telah diterima, operasional penuh direncanakan mulai tahun depan karena saat ini telah memasuki masa libur sekolah. Sebelum dioperasikan, Dishub Makassar akan melakukan survei trayek untuk memastikan penempatan armada berjalan efektif dan tepat sasaran.
Selain penambahan armada dari pemerintah pusat, Pemkot Makassar juga telah merencanakan pengadaan tiga unit bus sekolah tambahan melalui APBD Pokok.
“Jika rencana tersebut terealisasi, total armada bus sekolah gratis yang dikelola Dishub Makassar akan bertambah menjadi sembilan unit,” pungkasnya.
Sementara itu, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin (Appi), menegaskan bahwa penguatan armada bus sekolah gratis merupakan bagian dari program prioritas Pemerintah Kota Makassar di sektor pendidikan. Menurutnya, akses transportasi yang aman dan gratis sangat penting bagi siswa, terutama yang menempuh jarak cukup jauh dari rumah ke sekolah.
“Kami terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Penambahan bus sekolah gratis ini diharapkan membantu mobilitas harian anak-anak kita tanpa membebani orang tua,” ujar Appi.
Appi juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, atas dukungan pemerintah pusat dalam peningkatan kualitas layanan pendidikan di daerah.
“Atas nama Pemerintah Kota Makassar, kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo atas dukungan dan bantuan bus sekolah gratis ini,” ucapnya.
Selain layanan transportasi sekolah gratis, Pemkot Makassar juga terus memperkuat program pendukung pendidikan lainnya, seperti pembagian seragam sekolah, tumbler, dan tas sekolah bagi siswa.
Seluruh program tersebut diarahkan untuk menciptakan sistem pendidikan yang inklusif, merata, dan berkeadilan.
“Kami ingin memastikan tidak ada anak di Makassar yang terhambat pendidikannya hanya karena keterbatasan fasilitas. Ini adalah investasi untuk masa depan generasi muda Makassar,” tutupnya.


















































