Muktamar IPM Resmi Dibuka, Haedar Nashir Tekankan Penguatan Ideologi Pelajar

6 days ago 14
Muktamar IPM Resmi Dibuka, Haedar Nashir Tekankan Penguatan Ideologi PelajarSuasana Muktamar IPM (Dok: Ist).

KabarMakassar.com — Muktamar XXIV Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) resmi dibuka di Balai Sidang Muktamar ke-47 Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Jumat (06/02).

Forum tertinggi organisasi pelajar Muhammadiyah itu menjadi momentum konsolidasi nasional kader, sekaligus ruang evaluasi program dan regenerasi kepemimpinan IPM ke depan.

Prosesi pembukaan ditandai pemukulan gendang oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir, didampingi Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan, Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Dzulfikar Ahmad Tawalla, Ketua Umum PP IPM Riandy Prawita, serta Rektor Unismuh Makassar Abd Rakhim Nanda.

Ribuan delegasi IPM dari berbagai wilayah Indonesia hadir mengikuti agenda yang tahun ini mengusung tema “Membumikan Arah Baru Ikatan Pelajar Muhammadiyah.” Kehadiran unsur Pimpinan Pusat Muhammadiyah, organisasi otonom, pemerintah, hingga pimpinan wilayah menegaskan kuatnya dukungan terhadap kaderisasi pelajar Muhammadiyah secara nasional.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir, menyebut muktamar merupakan hasil kerja kolektif kader lintas daerah sekaligus momentum memperkuat soliditas gerakan pelajar.

“Alhamdulillah, pembukaan Muktamar ke-24 Ikatan Pelajar Muhammadiyah dapat terlaksana dengan baik berkat dukungan berbagai pihak,” ujarnya.

Penguatan Ideologi dan Tradisi Ilmu
Dalam amanahnya, Haedar Nashir menekankan pentingnya penguatan ideologi, tradisi keilmuan, serta semangat pembaruan dalam tubuh IPM. Ia menilai pelajar Muhammadiyah memegang peran strategis dalam membentuk generasi berkarakter.

“IPM harus terus menjadi gerakan pelajar yang berpijak pada iman, ilmu, dan amal, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi umat dan bangsa,” tegasnya.

Haedar mengingatkan, muktamar bukan sekadar agenda rutin organisasi, tetapi forum strategis untuk evaluasi menyeluruh dan penguatan komitmen kebersamaan. Ia juga menyinggung identitas literasi IPM melalui semboyan “Nuun wal qolami wa maa yasthuruun” sebagai penegasan pentingnya tradisi berpikir dan menulis di kalangan kader.
Ia turut membagikan pengalaman sebagai alumni IPM, menekankan bahwa kaderisasi adalah proses panjang pembentukan kepemimpinan yang harus ditopang iman, takwa, dan kecakapan ilmu.

Pembukaan muktamar juga dihadiri sejumlah kepala daerah, di antaranya Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Bupati Gowa Husniah Talenrang, Bupati Maros Chaidir Syam, dan Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif.
Sekitar 6.000 peserta memadati arena pembukaan yang turut disiarkan secara daring melalui TV Muhammadiyah dan kanal resmi PP IPM.

Melalui Muktamar XXIV ini, IPM diharapkan melahirkan gagasan strategis serta kepemimpinan baru yang adaptif terhadap perkembangan zaman, tanpa meninggalkan fondasi ideologis dan tradisi keilmuan Muhammadiyah.

Navigasi pos

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news