
Pasar Prambanan, Sleman. /Instagram.
Harianjogja.com, SLEMAN— Pasar Prambanan didorong tidak sekadar menjadi pasar tradisional, tetapi dikembangkan sebagai pasar tematik berbasis pariwisata. Gagasan tersebut muncul karena lokasi Pasar Prambanan berada di kawasan yang berdekatan dengan berbagai destinasi wisata dan cagar budaya.
Anggota Komisi B DPRD Sleman, Respati Agus S, menilai pasar tersebut sebenarnya mempunyai potensi besar untuk dikembangkan. Namun, pemanfaatan sejumlah fasilitas di Pasar Prambanan saat ini dinilai masih belum maksimal.
"Pasar Prambanan sudah besar itu, sudah dibuka, walaupun belum optimal dilakukan, difungsikan. Misalnya masih banyak los yang kosong, eskalator bahkan tidak difungsikan, padahal pasarnya bagus," kata Respati ditemui di kantornya, Senin (31/8/2026).
Menurut Respati, posisi Pasar Prambanan yang berada di kawasan wisata seharusnya dapat menjadi keunggulan tersendiri. Karena itu, pasar tersebut dapat diberi kekhususan melalui konsep yang mampu mengakomodasi kebutuhan wisatawan.
Pasar Prambanan Diarahkan Jadi Pusat Oleh-Oleh
Salah satu konsep yang dapat dikaji adalah menjadikan Pasar Prambanan sebagai pasar tematik dengan orientasi wisata. Pasar tersebut dapat diarahkan menjadi pusat oleh-oleh maupun pusat perbelanjaan yang menyasar wisatawan.
"Karena di sana dekat wisata, misalnya kemudian di sana digunakan sebagai pasar tradisional yang temanya wisata, pusat oleh-oleh, pusat perbelanjaan wisatawan dan sebagainya," katanya.
Respati mengatakan gagasan tersebut tidak bisa diterapkan secara terburu-buru. Pemerintah perlu melakukan kajian secara komprehensif dengan melibatkan berbagai pihak, terlebih kawasan Prambanan mempunyai sejumlah destinasi wisata dan cagar budaya yang dapat mendukung keberadaan pasar.
Menurut dia, persoalan Pasar Prambanan juga perlu dilihat dari akar masalahnya. Optimalisasi pasar bukan hanya berkaitan dengan pembangunan atau perbaikan fasilitas fisik, tetapi juga menyangkut tata kelola, permodalan, hingga daya tarik pasar bagi masyarakat.
"Kalau problemnya di manajemennya, ya di situ yang harus ditata. Kalau problemnya di modalnya, ya di situ yang kemudian harus didesain yang bagus. Kalau problemnya masyarakat enggan karena dianggap tidak menarik, ya harus di situ yang diperbaiki," ucapnya.
Dengan pemetaan persoalan tersebut, penanganan Pasar Prambanan diharapkan dapat lebih tepat sasaran. Konsep pengembangan juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan pasar dan karakter kawasan di sekitarnya.
Ada Gagasan Belanja Model Drive-Thru
Selain menjadikan Pasar Prambanan sebagai pasar wisata, Respati menyebut terdapat kemungkinan menerapkan mekanisme belanja yang lebih praktis bagi masyarakat. Salah satu gagasan yang dicontohkan adalah konsep drive-thru.
Melalui konsep tersebut, masyarakat dapat berbelanja tanpa harus menghabiskan banyak waktu di dalam pasar. Gagasan itu menjadi salah satu alternatif yang dapat dipertimbangkan dalam upaya meningkatkan fungsi Pasar Prambanan.
Pengembangan pasar, menurut Respati, juga diharapkan tidak berhenti pada peningkatan aktivitas perdagangan di satu lokasi. Ada harapan agar keberadaan pasar dapat menciptakan sinergi dengan pasar-pasar lain di Sleman.
"Harapannya bahwa kemudian perdagangan bisa berjalan dengan baik, ekonomi tumbuh, masyarakat juga merasa terbantu dengan adanya pasar itu. Ya baik pasar penjual ataupun pembeli," ujarnya.
Belum Ada Anggaran Khusus
Meski gagasan pengembangan Pasar Prambanan mulai didorong, Respati menyebut belum ada anggaran yang secara khusus diarahkan untuk mengembangkan pasar tersebut. Pasar Prambanan saat ini masih menjadi salah satu contoh dalam gagasan optimalisasi pasar secara keseluruhan.
"Sejauh ini memang belum detail atau fokus ke satu dua pasar. Jadi saya tadi menyampaikan Prambanan sebagai salah satu contoh," katanya.
Politisi PAN tersebut menilai Pemkab Sleman perlu melakukan kajian sekaligus pemetaan terhadap seluruh pasar yang ada. Langkah itu penting karena setiap pasar mempunyai persoalan berbeda sehingga tidak bisa ditangani menggunakan pola yang sama.
"Problem di Pasar Prambanan tidak sama dengan di Pasar Tempel. Hal yang kemudian bisa dilakukan di Pasar Tempel belum tentu bisa dilakukan di Pasar Sleman dan sebagainya," tegasnya.
Disperindag Sleman Negosiasi dengan Investor
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman, Dwi Wulandari, menyampaikan perkembangan lain terkait Pasar Prambanan. Saat ini, Disperindag Sleman tengah melakukan negosiasi dengan calon investor yang diharapkan dapat ikut mengembangkan pasar tersebut.
Arah pengembangan Pasar Prambanan nantinya akan difokuskan menjadi pasar oleh-oleh bagi wisatawan yang sedang berwisata di wilayah Sleman timur. Dengan demikian, fungsi pasar dapat dikaitkan lebih erat dengan aktivitas pariwisata di kawasan tersebut.
“Bukan pembangunan infrastruktur. Pembangunan infrastruktur Pasar Prambanan belum direncanakan. Kami benahi dulu tata kelolanya dan mengupayakan agar menjadu salah satu wisata oleh-oleh,” kata Wulandari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

3 hours ago
1

















































