Suasana Pelayanan di Kantor Disdukcapil (Dok: KabarMakassar).KabarMakassar.com — Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Makassar melakukan pembenahan menyeluruh terhadap sistem dan ruang pelayanan publik.
Transformasi tersebut menghadirkan konsep pelayanan ala hotel dengan menitikberatkan pada kenyamanan, kecepatan, serta layanan yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Makassar, Muh Hatim, mengatakan perubahan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan administrasi kependudukan.
“Tekad kami adalah mendorong transformasi pelayanan publik yang benar-benar berorientasi pada kenyamanan dan kepuasan masyarakat,” ujar Hatim, Selasa (6/1).
Ia menjelaskan, wajah baru pelayanan Disdukcapil Makassar tidak lagi sekadar mengurus dokumen administratif, tetapi juga menghadirkan pengalaman layanan yang humanis. Seluruh ruang pelayanan ditata ulang agar lebih representatif, tertib, dan ramah bagi semua kalangan.
“Inilah wajah baru pelayanan kependudukan di Kota Makassar. Lebih dekat, lebih ramah, dan lebih bermartabat,” katanya.
Disdukcapil Makassar kini menyediakan fasilitas ramah disabilitas, termasuk akses khusus, loket layanan disabilitas, serta ruang menyusui bagi ibu dan anak. Ruang tunggu juga dilengkapi area bermain anak serta fasilitas pendukung kenyamanan, seperti minuman, camilan, dan menu khusus yang disediakan setiap Jumat.
“Dengan semangat pelayanan Dukcapil ala hotel, kami ingin masyarakat tidak hanya mengurus dokumen, tetapi juga merasakan kenyamanan, keramahan, dan pelayanan yang manusiawi,” tegas Hatim.
Menurutnya, gagasan layanan ala hotel lahir dari pengalamannya mengakses berbagai layanan publik dan swasta. Ia menilai pelayanan pemerintah tidak boleh tertinggal jauh, meskipun tidak sepenuhnya bisa menyaingi investasi sektor swasta.
“Kita harus jujur mengakui, masih banyak yang perlu dibenahi. Dari situ saya belajar, mulai dari dekorasi ruang tunggu, area bermain anak, sampai alur pelayanan,” ujarnya.
Hatim juga menyinggung tantangan pelayanan publik yang minim kompetisi. Kondisi tersebut, kata dia, justru menjadi alasan kuat bagi pemerintah untuk menghadirkan layanan terbaik.
“Meskipun masyarakat tetap akan datang ke Dukcapil, bukan berarti pelayanannya boleh seadanya. Justru di situlah tantangannya,” katanya.
Selain pembenahan kantor, Disdukcapil Makassar juga mendorong desentralisasi layanan ke tingkat kecamatan. Saat ini, sebagian besar urusan administrasi kependudukan dapat diselesaikan di kecamatan, sementara kantor kota menangani layanan tertentu yang bersifat khusus.
“Yang datang ke kantor kota hanya layanan yang memang tidak bisa diselesaikan di kecamatan,” jelas Hatim.
Tak hanya itu, Disdukcapil Makassar juga aktif menghadirkan layanan jemput bola melalui mobil pelayanan keliling di berbagai ruang publik, termasuk saat pelaksanaan Car Free Day (CFD).
“Pelayanan harus hadir di tengah aktivitas masyarakat. CFD adalah ruang publik, dan kami hadir di sana,” pungkasnya.
















































