Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (DBMBK) Sulsel, Andi Ihsan (dok. Ist)KabarMakassar.com — Pengerjaan preservasi jalan paket 1 melalui skema Multi Years Contract (MYC) 2025–2027 di Sulawesi Selatan dipastikan tetap melibatkan pelaku usaha lokal.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menegaskan bahwa kehadiran proyek multiyears ini justru menjadi ruang kolaborasi antara kontraktor nasional dan lokal, sehingga manfaat ekonominya bisa dirasakan lebih luas.
“Hadirnya multiyears ini tidak menafikan untuk menghadirkan teman-teman pelaku lokal di sini. Jadi tetap melibatkan mereka dengan komposisi kurang lebih 40 persen,” ucap Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (DBMBK) Sulsel, Andi Ihsan, Rabu (17/12/2025).
Andi Ihsan menjelaskan bahwa pelibatan local content dilakukan dalam berbagai item pekerjaan, khususnya di sektor pengaspalan. Menurutnya, para pelaku lokal memiliki kapasitas dan pengalaman yang memadai untuk terlibat langsung dalam pengerjaan proyek jalan provinsi tersebut.
“Semua yang lokal kan juga pemain aspal, ceritanya. Walaupun yang besar ini kan nasional. Jadi kolaborasi saja,” sebutnya.
Proyek preservasi jalan paket 1 MYC ini resmi dimulai dengan groundbreaking yang dilakukan Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, di Jalan Hertasning, Kota Makassar, Rabu (17/12/2025).
Proyek ini menjadi bagian dari komitmen Pemprov Sulsel dalam meningkatkan kualitas dan kemantapan infrastruktur jalan di berbagai daerah.
“Hari ini kan kita sudah groundbreaking untuk paket 1. Paket 1 ini ruas penanganannya kurang lebih 300 kilometer, dengan 13 ruas, kemudian melibatkan ada 4 kabupaten-kota di sini. Targetnya kita ya 3 tahun, 2025-2027. Mudah-mudahan bisa optimal kerjanya, kemudian yang paling utama kualitas. Karena kualitas itu bisa dirasakan oleh masyarakat langsung,” jelas Andi Ihsan.
Dia mengungkapkan, penanganan jalan dalam paket 1 dilakukan dengan beberapa metode, menyesuaikan kondisi kerusakan di masing-masing ruas. Penanganan tersebut meliputi perbaikan lubang, pengaspalan ulang atau overlay, hingga pengecoran pada titik-titik tertentu.
“Kalau daerah Aroepala sana ada 3 penanganannya. Yang lubang kita benahi, kemudian ada pengaspalan, overlay. Kemudian ada juga pengecoran. Kalau Hertasning pengaspalan,” jelasnya.
Sementara itu, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan bahwa proyek MYC Paket 1 memiliki nilai kontrak sekitar Rp430 miliar dengan total panjang penanganan mencapai 300an kilometer.
Ruas jalan yang ditangani tersebar di empat daerah, yakni Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Kabupaten Sinjai, dan Kabupaten Bulukumba, dengan total 13 ruas jalan strategis.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan berharap proyek ini dapat berjalan lancar hingga 2027 dan selesai tepat waktu. Selain meningkatkan konektivitas antarwilayah, proyek ini juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus memberdayakan pelaku usaha lokal di sektor konstruksi.
“Kami berharap ini berjalan dengan lancar, tepat waktu dan dirasakan langsung manfaat nyata oleh masyarakat,” pungkas Andi Sudirman.


















































