Direktur Utama Perumda Pasar Makassar Raya, Ali Gauli Arief, (Dok: Sinta KabarMakassar).KabarMakassar.com — Perumda Pasar Makassar Raya mengklaim berhasil membukukan kinerja positif sepanjang 2025 dengan capaian dividen hingga Rp1,3 miliar, tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.
Capaian ini menandai kebangkitan perusahaan daerah tersebut setelah dua tahun berturut-turut mengalami kerugian.
Direktur Utama Perumda Pasar Makassar Raya, Ali Gauli Arief, menyebut peningkatan kinerja tidak lepas dari pembenahan menyeluruh yang dilakukan sejak dirinya memimpin perusahaan.
“Melalui penerapan digitalisasi, evaluasi sumber daya manusia, serta penguatan koordinasi lintas instansi, kami berupaya meminimalkan kebocoran pendapatan dan menciptakan pasar yang lebih tertib, bersih, dan berdaya saing,” ujar Ali Gauli, Senin (05/01).
Di bawah direksi baru yang belum genap satu tahun menjabat, Perumda Pasar mampu membalikkan kondisi keuangan perusahaan. Ali Gauli mengungkapkan, sebelumnya perusahaan masih mencatat kerugian hingga April 2025.
“Saya masuk sekitar 20 April sebagai Plt, saat itu kondisi perusahaan masih negatif. Setelah itu kami lakukan pembenahan internal secara menyeluruh,” katanya.
Menurut Ali Gauli, dividen Rp1,3 miliar yang disetorkan ke Pemerintah Kota Makassar merupakan bentuk kontribusi nyata Perumda Pasar terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Kalau sebelumnya sekitar Rp750 juta pada 2023. Ini bukan sekadar soal laba, tapi kontribusi kepada pemerintah kota,” tegasnya.
Pembenahan dilakukan melalui digitalisasi sistem pembayaran, penerapan barcode untuk memetakan potensi pendapatan, serta pengendalian retribusi agar lebih transparan.
“Pembayaran bisa cash atau cashless, yang terpenting transparansi dan pengendalian pendapatan,” jelas Ali Gauli.
Selain itu, Perumda Pasar juga melakukan efisiensi sumber daya manusia. Dari total 511 pegawai, jumlahnya kini berkurang menjadi 377 orang dan masih akan dievaluasi. Sekitar 130–140 di antaranya merupakan tenaga kebersihan dan keamanan yang saat ini masih dikelola secara internal.
Ali Gauli optimistis 2026 akan menjadi tahun fundamental bagi penguatan bisnis perusahaan.
“Kalau 2026 berjalan baik, insyaallah ke depan pendapatan kita akan jauh lebih kuat secara bisnis,” ujarnya.
Saat ini, Perumda Pasar Makassar Raya mengelola 18 pasar induk, sejumlah pasar darurat, serta kawasan pedagang kaki lima. Meski mengakui kondisi fisik sebagian pasar sudah tidak layak, manajemen memastikan pembenahan tetap berjalan.
“Struktur pasar memang banyak yang tidak layak, tapi bukan berarti kita berhenti. Kami tetap memaksimalkan potensi yang ada sambil menyiapkan pola perbaikan ke depan,” pungkas Ali Gauli.
















































