Puluhan Guru Agama di Majene Ikuti Implementasi AI Ready ASEAN Mafindo Sulbar

2 weeks ago 13
Puluhan Guru Agama di Majene Ikuti Implementasi AI Ready ASEAN Mafindo SulbarPuluhan Guru yang mengikuti AI Ready Asean Mafindo Sulbar di Kabupaten Majene (dok:ist)

KabarMakassar.com — Masyarakat Anti Fitnah Indonesia Sulawesi Barat (Mafindo Sulbar) menggelar implementasi Artificial Intelligence (AI) Ready ASEAN di Ruang Pola Kantor Bupati Majene.

Pelatihan ini kerja sama antara Mafindo Sulbar dan Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulbar yang diikuti puluhan guru Agama Islam se-Kabupaten Majene.

AI Ready ASEAN merupakan kelanjutan dari kemitraan antara ASEAN Foundation dan Google.org yang bertujuan untuk membekali masyarakat dengan keterampilan yang siap menghadapi masa depan AI yang sedang berkembang. Program ini dilaksanakan di 10 negara ASEAN.

Melalui kegiatan pelatihan ini berusaha untuk memberdayakan lebih dari 5.500.000 juta jiwa warga ASEAN tentang keterampilan AI. di Indonesia program AI Ready ASEAN bekerja sama dengan berbagai Learning Implementation Partner (LIP), seperti Mafindo, Ruang Guru, Kaizen, Coding Bee dan Bebras.

Pelatihan kecerdasan artifisial untuk siswa/mahasiswa, Guru dan Orang Tua. Syllabus AI Ready ASEAN dirancang untuk membangun literasi dan kompetensi fundamental AI bagi empat audiens target: pemuda (youth), orang tua (parents), pendidik (educators), dan master trainer (master tainers).

Isi modul dikelompokkan ke dalam empat kategori utama: AI Fundamental (Dasar AI), AI Usage & Implementation (Penggunaan & Implementasi AI), AI Ethic, Privacy & Security (Etika, Privasi & Keamanan AI), Teaching About AI (Mengajar Tentang AI).

Selain itu, program ini juga menyediakan akses ke platform Learning Management System (LMS) pada institute.mafindo.or.id yang memungkinkan peserta mengakses materi pelatihan implementasi secara fleksibel dan berkelanjutan.

Mafindo didukung oleh ASEAN Foundation melaksanakan program AI Ready ASEAN sebagai inisiatif strategis untuk memberikan pelatihan dasar tentang Kecerdasan Artifisial kepada para siswa/ mahasiswa, guru dan orang tua (pendamping anak muda) dari wilayah-wilayah Mafindo, bekerja sama dengan institusi pendidikan dan komunitas lainnya.

Seorang Trainer Mafindo, Wawan Iskandar mengatakan, implementasi AI Ready ASEAN ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang AI bagi tenaga pendidik.

“Jadi dalam kegiatan ini para guru diedukasi tentang pemanfaatan AI. Bagi dari segi penggunaan sampai etika dalam penggunaan AI itu sendiri. Utamanya bagi tenaga pendididk dalam memberikan pembelajaran bagi siswa,” kata Wawan Iskandar, Minggu(11/1).

Pelaksanaan implementasi AI Ready ASEAN ini pun disambut baik dan diapresiasi Kanwil Kemenag Sulbar. Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam Kanwil Kemenag Sulbar, Abdul Jalal mengatakan, kegiatan ini harus ditingkatkan untuk mempermudah dalam pelayanan.

“Menarik untuk upgrade skill. Kita harus melek teknologi. AI itu mempermudah kita melayani umat . Harus dimanfaatkan sebaik mungkin, semoga kerja sama seperti ini harus selalu dilaksanakan demi kebaikan umat, mencerdaskan bangsa. Ini sesuai amanat undang-undang. Terimakasih Mafindo,” jelas Abdul Jalal.

Seorang peserta, Rajab berharap pelatihan serupa terus dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan menjangkau lebih banyak guru.

“Alhamdulillah apa yang dilaksanakan tadi sangat luar biasa, dapat informasi tentang penggunaan AI ini. Jadi penerapan ilmu tadi akan kami sebar luaskan ke rekan sejawat kami di lingkungan sekolah, termasuk anak-anak kami. Harapan kami ada tindak lanjutnya, penggunaan teknologi harus dipahami bersama,” harap Guru Agama Islam SMP Negeri 4 Sendana ini.

Navigasi pos

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news