Tinjau Hantu Mesra Makassar, Wamenkes: Bisa Diadopsi Secara Nasional

2 weeks ago 11
 Bisa Diadopsi Secara NasionalWakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia Benyamin Paulus Octavianus saat Meninjau Inovasi Hantu Mesra Pemerintah Kota Makassar (Dok: KabarMakassar).

KabarMakassar.com — Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia Benyamin Paulus Octavianus menilai inovasi Pemerintah Kota Makassar dalam penanggulangan tuberkulosis (TBC) berpotensi diadopsi secara nasional.

Penilaian tersebut disampaikan saat kunjungan kerja meninjau langsung pelaksanaan program ‘Hantu Mesra’ di Kota Makassar, Selasa (13/01).

Diketahui, inovasi kreatif bertajuk Hantu Mesra atau Hunting Tuberkulosis dengan Metode Mengetuk Sayang Rumah Warga. Program yang mulai dijalankan sejak Januari 2025 ini menyasar masyarakat secara langsung dengan cara mengetuk pintu rumah warga satu per satu, untuk menyapa dan peduli terhadap kesehatan mereka.

Kunjungan diawali di Kantor Kelurahan Ballaparang, Kecamatan Rappocini, kemudian dilanjutkan dengan peninjauan rumah penyintas TBC serta Puskesmas Ballaparang. Wamenkes didampingi Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, jajaran Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, dan Dinas Kesehatan Kota Makassar.

“Hari ini saya melakukan kunjungan di Makassar, khususnya ke Puskesmas Ballaparang bersama Pak Wali Kota. Tujuannya melihat langsung upaya di lapangan untuk menekan TBC sesuai arahan Presiden, yaitu pemberantasan tuberkulosis secara nasional,” ujar Benyamin.

Ia menyebut Puskesmas Ballaparang memiliki pendekatan layanan yang menonjol melalui inovasi ‘Hantu Mesra’ atau Hunting Tuberkulosis dengan Metode Mengetuk Sayang Rumah Warga. Program ini dinilai efektif karena menerapkan strategi active case finding dengan mendatangi langsung rumah warga.

“Petugas turun langsung ke rumah, meningkatkan penemuan kasus aktif. Jika ditemukan, langsung diterapkan prinsip TOSS TB, yakni Temukan, Obati, Sampai Sembuh,” katanya.

Menurut Benyamin, pemerintah pusat tengah mengejar penurunan angka TBC dari Aceh hingga Papua. Model pendekatan yang terbukti efektif di daerah, kata dia, akan menjadi rujukan kebijakan nasional. “Pendekatan seperti ini bisa diadopsi lebih luas,” ujarnya.

Wamenkes juga mengungkapkan bahwa Sulawesi Selatan, termasuk Kota Makassar, masuk wilayah prioritas nasional karena tergolong dalam delapan provinsi dengan kasus TBC tertinggi di Indonesia.

Berdasarkan data 2025, Makassar mencatat 9.885 kasus TBC yang telah diobati dan seluruhnya akan menjadi sasaran penelusuran kontak erat keluarga.

“Kalau ada hampir 10 ribu kasus, berarti ada ribuan rumah yang harus dikunjungi. Semua anggota keluarga diperiksa gratis, tidak hanya TBC, tapi juga gula darah, tekanan darah, dan rontgen,” jelasnya.

Mendukung upaya tersebut, Kementerian Kesehatan RI akan menyalurkan bantuan alat rontgen portabel ke daerah. Alat dengan bobot sekitar tiga kilogram itu dapat digunakan hingga tingkat kelurahan dan rumah warga.

“Khusus Makassar, kami targetkan sekitar 20 unit rontgen portabel. Satu alat bisa melayani sekitar 3.000 pasien, sehingga diperkirakan 60.000 warga Makassar dapat diperiksa sepanjang 2026,” pungkas Benyamin.

Navigasi pos

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news