Tenan UMKM di Rakorwil dan Rakernas PSI (Dok: Sinta KabarMakassar).KabarMakassar.com — Pelaksanaan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Solidaritas Indonesia di Makassar tidak hanya menjadi agenda konsolidasi politik, tetapi juga menghadirkan dampak ekonomi langsung bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Diketahui, Rakorwil PSI dijadwalkan berlangsung pada Rabu (28/01) hari ini, sementara Rakernas digelar selama tiga hari, mulai 29 hingga 31 Januari 2026. Panitia melibatkan sedikitnya 50 tenant UMKM dalam seluruh rangkaian kegiatan nasional tersebut.
Hari pertama, area lobi dan halaman luar Hotel Claro Makassar dipenuhi deretan stan UMKM. Pelaku usaha kuliner tampak sibuk menyiapkan tenan dan melayani pembeli dengan beragam produk minuman dingin, makanan ringan, hingga sajian siap santap.
Etalase botol sirup warna-warni, makanan dan papan menu bergambar menjadi daya tarik utama bagi peserta yang berdatangan di arena Rakorwil dan Rakernas.
Selain kuliner, UMKM sektor non-pangan juga mengambil bagian. Produk pakaian tradisional seperti baju bodo, songko recca, sarung sutra, tas etnik, Riasan Dadasa (hiasan kening), Ponto (gelang), Rante (kalung), dan Sima-sima (hiasan lengan) hingga berbagai atribut partai seperti pin dan jaket turut dipasarkan di area lobi hotel.
Wakil Sekretaris DPW PSI Sulawesi Selatan, Sandra Santi, menyebut Panitia memperkirakan setiap tenant UMKM berpotensi melayani ratusan transaksi per hari, khususnya pelaku kuliner yang menjadi kebutuhan utama peserta.
“Untuk UMKM, kami siapkan 20 tenant di area luar dan 30 tenant di area lobi. Total ada 50 tenant UMKM yang terlibat,” kata Sandra.
Ia menegaskan seluruh UMKM yang dilibatkan berasal dari Sulawesi Selatan (Sulsel) serta sejumlah daerah lain di Indonesia.
“UMKM yang ikut semuanya pelaku usaha lokal dan daerah. Ini bentuk komitmen kami agar kegiatan nasional juga memberi dampak ekonomi langsung,” jelasnya.
Tak hanya UMKM, Sandra menyebut sektor perhotelan juga terdampak langsung. Panitia menggandeng sekitar 15 hotel di Makassar untuk kebutuhan akomodasi peserta yang diprediksi mencapai 3.000 orang.
“Di hotel utama kami siapkan sekitar 600 kamar. Sementara hotel pendukung tersedia sekitar 1.700 kamar,” ungkap Sandra.
Ia merincikan rakorwil diikuti sekitar 1.248 peserta. Sementara Rakernas dihadiri sekitar 1.700 peserta dari luar Sulawesi Selatan.
“Sehingga jumlahnya bisa lebih dari 3.000 orang,” singkatnya.
Dengan keterlibatan puluhan UMKM, ribuan peserta, serta dukungan sektor perhotelan dan transportasi, Rakorwil dan Rakernas PSI di Makassar diharapkan menciptakan efek berganda bagi perekonomian lokal, khususnya bagi pelaku usaha kecil yang menggantungkan pendapatan dari kegiatan berskala nasional.
“Tentu kami sangat berharap bahwa agenda yang dilaksanakan oleh PSI tidak hanya sekedar seremonial tetapi juga mendukung UMKM yang ada,” pungkasnya.
















































