Viral Puluhan Warga Papua di Gowa Rayakan Hari Jadi KNPB. (Dok: Ist)KabarMakassar.com — Sebuah video berdurasi lebih dari satu menit yang menampilkan puluhan warga asal Papua membawa bendera bertuliskan Komite Nasional Papua Barat (KNPB) di Desa Belapunranga, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, viral di media sosial, Rabu (17/12).
Dalam rekaman tersebut, salah seorang warga Papua menyampaikan ucapan selamat ulang tahun ke-16 untuk Konsulat Indonesia wilayah Makassar sambil membawa bendera berwarna merah bertuliskan “KNPB”. Ia juga mengaku sebagai anggota KNPB, didampingi dua rekannya.
Aksi tersebut sontak menuai perhatian publik karena dinilai berpotensi mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.
Menyusul viralnya video tersebut, aparat TNI dari Kodim 1409 Gowa bersama Polri segera bergerak menuju lokasi kejadian. Setibanya di tempat yang digunakan warga Papua itu beristirahat, petugas menemukan rumah sederhana berbahan kayu yang dijadikan tempat tinggal sementara.
Dandim 1409 Gowa, Letkol Hery Kuswanto, membenarkan perihal beredarnya video tersebut dan menjelaskan kronologi kehadiran kelompok warga Papua di wilayah itu.
“Mereka datang ke Parangloe karena memiliki teman yang punya lahan. Sekitar 25 orang datang untuk bercocok tanam, seperti menanam ubi dan tanaman lainnya. Namun, di tengah aktivitas itu, muncul pernyataan dukungan terhadap ulang tahun KNPB sambil membawa bendera organisasi tersebut,” jelas Letkol Hery.
Ia menegaskan bahwa rumah kebun yang digunakan merupakan milik warga setempat, bukan bangunan milik kelompok tertentu. Namun, ia mengingatkan masyarakat agar tetap waspada dan segera melapor jika menemukan aktivitas yang mencurigakan.
“Kalau kami lihat memang dia sudah menyatakan dukungan terhadap organisasi terlarang, maka itu bisa dikategorikan tindakan makar. Kami sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk langkah hukum selanjutnya,” tambahnya.
Sementara itu, seorang warga Takalar yang pernah bermukim di Papua, Samuel, turut menyoroti peristiwa tersebut dengan mengingatkan dampak kerusakan lingkungan akibat aktivitas pembukaan lahan yang tidak terkontrol di Papua.
“Dulu saat saya di Papua, banyak kejadian banjir bandang di Sentani karena perusakan hutan di kawasan Cagar Alam Cycloop. Kalau pola pembukaan lahan seperti itu dibiarkan di sini, bukan tidak mungkin Gowa dan Makassar bisa alami bencana serupa,” ujarnya.
Peristiwa ini kini tengah dalam penyelidikan pihak berwenang. Aparat TNI dan Polri mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi serta tetap menjaga kondusivitas di wilayah masing-masing.


















































