Wujud Syukur Swasembada Pangan, Petani Desa Londrong Potong Sapi di Tengah Sawah

1 day ago 6
Wujud Syukur Swasembada Pangan, Petani Desa Londrong Potong Sapi di Tengah SawahPetani Desa Londrong bersama Warga Menggelar Syukuran dan Potong Sapi. (Dok: Fitriani lestari)

KabarMakassar.com — Upaya mewujudkan swasembada pangan nasional terus digelorakan hingga ke pelosok desa. Di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, para petani di Desa Londrong, Kecamatan Ujung Loe, merayakan peningkatan hasil tani dan kebijakan harga pangan dengan cara yang unik, yakni memotong sapi di tengah area persawahan secara swadaya.

Ratusan warga bersama kelompok tani dan penyuluh lapangan berbondong-bondong berkumpul untuk menggelar syukuran atas keberhasilan program swasembada pangan.

​Desa Londrong yang memiliki luas lahan persawahan mencapai 726 hektar terluas di Kecamatan Ujung Loe dan menjadi satu-satunya desa dari 134 Desa dan kelurahan yang berada di Kabupaten Bulukumba yang menggelar aksi potong sapi secara swadaya

Aksi ini merupakan bentuk rasa syukur atas naiknya Harga Pembelian Gabah yang sbelumnya dijual oleh pedagang dengan harga berbeda namun ditetapkan menjadi Rp6.500 per kilogram, serta turunnya harga pupuk subsidi dari Rp112.500 menjadi Rp90.000 atau turun sekitar 20%

“Ini murni swadaya kami sebagai rasa syukur. Dulu harga gabah diatur pedagang, sekarang sudah ditetapkan pemerintah dan sangat membantu. Pupuk juga lebih murah. Hari ini kami potong sapi untuk makan bersama di sawah sebagai simbol keberhasilan IP 300. Keberhasilan ini tidak lepas dari peningkatan Indeks Pertanaman (IP) dari IP 200 menjadi IP 300 atau tiga kali tanam dalam setahun,” ungkap Adriyanti Syam, Kordinator BPP ujung Loe pada Selasa (6/1)

Adrianti juga menambahkan untuk musim ketiga, luas lahan yang berhasil dipanen mencapai 618 hektar dengan total produksi mencapai 25.313 ton. Pencapaian ini didukung penuh oleh pemerintah dengan pemberian bantuan alat mesin pertanian (Alsintan) berupa traktor kepada dua kelompok tani di desa tersebut.

Meski satu penyuluh harus membawahi dua hingga tiga desa, sinergi antara penyuluh sebagai panitia pelaksana dengan Pemerintah Desa Londrong terbukti efektif mengawal program swasembada pangan 2024-2025.

Salah satu perwakilan petani Desa londrong Armadi yang dikonfirmasi mengaku sangat bersyukur dengan perhatian dari pemeritah khususnya kementrian pertanian, yang menurutnya sungguh sangat luar biasa manfaatnya.

“Dimulai dari pupuk subsidi yang harganya turun jadi para petani dapat langsung merasakan manfaatnya belum lagi kami sudah bisa merasakan bantuan alat mesin pertanian (Alsintan) berupa traktor yang sudah diberikan langsung kepada beberapa kelompok tani di Desa Londrong,” bebernya

Di sela acara syukuran, para petani mengikuti Zoom Meeting Nasional bersama Kementerian Pertanian dan Presiden Republik Indonesia. Kegiatan ini dilakukan secara virtual diikuti oleh target 3,5 juta petani di seluruh Indonesia melalui 100 ribu akun sebagai bagian dari gerakan Swadayatani Nasional.

​Dengan semangat kebersamaan ini, Desa Londrong optimistis dapat terus menjadi lumbung pangan utama di Kabupaten Bulukumba dan mendukung ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.

Navigasi pos

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news