AJI Makassar-UNICEF Perkuat Kapasitas Jurnalis Hasilkan Pemberitaan Akurat Tentang ImunisasiKabarMakassar.com — Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Makassar bekerjasama United Nations Children’s Fund (UNICEF) Indonesia melaksanakan Workshop Penguatan Program Imunisasi Melalui Kampanye Media dan Penguatan Liputan Jurnalis.
Pertemuan yang mengangkat tema “Media Kuat, Imunisasi Meningkat: Lawan Hoax, Sebarkan Informasi Akurat” melibatkan sekitar 40 jurnalis di Makassar dari berbagai platform. Mulai dari media online, media televisi, hingga cetak. Kegiatan ini berlangsung di Jasmine Meeting Room, Golden Tuli Hotel, Jalan Sultan Hasanuddin, Makassar, Sabtu (29/11).
Ketua AJI Makassar Didit Hariyadi mengatakan, pertemuan kali ini memfokuskan pada upaya mendorong peningkatkan kapasitas jurnalis, termasuk peran media dalam memperkuat permintaan imunisasi. Dimana melalui penyebaran informasi yang akurat, kredibel, dan berbasis data, serta membangun narasi publik positif mengenai imunisasi.
Apalagi, menurutnya, isu kesehatan terkhusus pada program imunisasi sangat minim di media mainstream. Hal ini dianggap karena isu tersebut bukan menjadi topik menarik, seperti beberapa isu-isu sosial lainnya yakni korupsi dan politik.
Bahkan, dibeberapa pemberitaan terkait isu kesehatan seperti imunisasi barulah ramai diangkat jika terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) dari pelaksanaan imunisasi.
“Isu imunisasi tidak seseksi dengan isu politik atau kasus korupsi. Liputan mengenai imunisasi dan vaksin baru ramai ketika ada kasus. Misalnya, bayi meninggal dunia setelah divaksin atau cairan vaksin dianggap haram karena diduga mengandung babi,” terang Didit.
Sementara, pada sisi lain, proses edukasi di masyarakat, khususnya di daerah yang masih terbatas akses informasi masih sangat minim. Olehnya, peran jurnalis sangat penting, termasuk pengetahuan yang dimilikinya. Sebab jurnalis akan membangun narsisi yang positif untuk memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat.
“Kita inginkan bagaimana peliputan bukan hanya kasus, tapi juga memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa imunisasi penting, minimal cakupan dasar imunisasi ini bisa kita dorong. Hal seperti itu yang kita inginkan ke depannya,” harap Ketua AJI Makassar.
Ia mengaku, kolaborasi bersama UNICEF Indonesia dan AJI Makassar telah berlangsung cukup lama untuk sama-sama memberikan pemahaman kepada jurnalis terkait proses-proses peliputan di lapangan saat meliput isu kesehatan.
Sementara, Kepala Kantor Perwakilan UNICEF Wilayah Sulawesi Selatan dan Maluku, Henky Widjaja menyampaikan bahwa media perlu menganalisa dan menyampaikan persoalan imunisasi dengan bahasa ringan. Sebab, media itu bukan jurnal akademik. Olehnya, hasil liputannya diharapkan dapat menjadi edukasi bagi masyarakat.
“Bagaimana media menulis dengan bahasa sederhana, tapi akurat, kredibel dan tidak menyesatkan,” katanya.
Ia juga menilai, bahwa peran media sebagai sarana advokasi dalam imunisasi. Media sebagai push vektor pressure ke pemerintah, bukan berarti bermusuhan. Dimana, ada Komnas Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) dan Komda KIPI yang dapat dimintai keterangan oleh media.
“Ada Komda KIPI, jangan sampai ada kasus yang ditanya tidak punya kompetensi di bidang medis,” ucapnya.
Dalam workshop ini menghadirkan narasumber dengan materi-materi pendukung kegiatan. Pada sesi pertama diisi materi terkait situasi capaian imunisasi di Sulawesi Selatan yang disampaikan perwakilan Dinas Kesehatan Sulsel, dan materi PDV, keamanan imunisasi dan aksin HPV yang dipresentasikan perwakilan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Sulsel.
Di sesi kedua diisi materi dari Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan, KH., Syamsul Bahri Abd Hamid yang menyampaikan terkait isu halal dan haram terkait vaksin imunisasi, serta Ketua Komite Daerah KIPI Sulawesi Selatan, dr. Ema Alasiry, SpA(K) melalui materinya memahami Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).


















































