Hadiri HUT ke-64 PWRI Tingkat Kota Padang, Fadly Amran: Pengalaman Anggota Jadi Energi Positif bagi Pembangunan
PADANG, KLIKPOSITIF — Pemerintah Kota (Pemko) Padang menegaskan komitmennya untuk terus melibatkan Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) sebagai mitra strategis dalam mendukung pembangunan daerah. Pengalaman panjang para pensiunan aparatur sipil negara (ASN) dinilai menjadi modal berharga yang dapat terus dikontribusikan untuk kepentingan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Padang Fadly Amran saat menghadiri Puncak Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-64 PWRI tingkat Kota Padang yang digelar di Palanta Kediaman Resmi Wali Kota Padang, Rabu (26/8/2026).
Peringatan HUT PWRI tersebut berlangsung dalam suasana semarak dan penuh kekeluargaan. Sekitar 500 anggota PWRI dari 11 kecamatan se-Kota Padang hadir dalam kegiatan tersebut. Turut hadir Ketua Umum PWRI Kota Padang Yusman Kasim beserta jajaran pengurus, para Ketua PWRI kecamatan se-Kota Padang, serta sejumlah stakeholder terkait.
Di hadapan para anggota PWRI, Fadly Amran menyampaikan apresiasi atas semangat para pensiunan yang masih memiliki kepedulian dan keinginan untuk mengambil bagian dalam pembangunan Kota Padang.
Menurutnya, masa purna tugas bukan berarti berakhirnya pengabdian seseorang kepada daerah. Justru, pengalaman panjang yang telah diperoleh selama menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan publik dapat menjadi kekuatan tambahan bagi pemerintah dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.
“Pemko Padang sangat mengapresiasi. Walaupun Bapak dan Ibu anggota PWRI sudah purna tugas, namun tetap ingin berkontribusi untuk pembangunan kota yang kita cintai ini,” ujar Fadly Amran.
Ia menilai, PWRI memiliki posisi yang strategis karena dihimpun oleh para mantan aparatur yang telah memahami secara langsung dinamika pemerintahan, pelayanan masyarakat, serta berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
Karena itu, Fadly berharap komunikasi dan sinergi antara Pemko Padang dengan PWRI dapat terus diperkuat. Pemerintah, menurutnya, membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk para pensiunan yang memiliki pengalaman dan kapasitas di berbagai bidang.
“Kita ingin pengalaman yang dimiliki para anggota PWRI tetap menjadi energi positif bagi pembangunan Kota Padang,” katanya.
Selain mendorong penguatan peran PWRI dalam pembangunan, Fadly Amran juga mengajak para anggota organisasi tersebut mengambil peran sebagai penggerak kebersihan di lingkungan masing-masing.
Ia secara khusus meminta PWRI ikut mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah, terutama melalui kebiasaan sederhana berupa pemilahan sampah sejak dari rumah.
Ajakan tersebut dinilai penting karena persoalan sampah tidak hanya berkaitan dengan kapasitas pemerintah dalam mengangkut dan mengelola sampah, tetapi juga sangat ditentukan oleh kesadaran masyarakat dalam mengurangi dan memilah sampah dari sumbernya.
“Saya berharap PWRI menjadi penggerak dalam mengajak masyarakat menjaga kebersihan dan membiasakan pemilahan sampah dari rumah. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi timbulan sampah di Kota Padang yang mencapai lebih dari 600 ton per hari,” ujar Fadly.
Menurut Fadly, kebersihan lingkungan merupakan bagian penting dari agenda besar pembangunan Kota Padang. Apalagi, kota tersebut tengah mendorong ambisi menjadi kota gastronomi dunia.
Upaya menuju kota gastronomi, kata dia, tidak cukup hanya dengan mengembangkan kuliner dan ekonomi kreatif. Identitas sebagai kota gastronomi juga harus didukung kualitas lingkungan yang baik, kawasan yang bersih, pengelolaan limbah yang tertata, serta infrastruktur lingkungan seperti drainase dan sungai yang terjaga.
Dengan demikian, pembangunan sektor pariwisata, ekonomi, lingkungan, dan perubahan perilaku masyarakat harus berjalan secara beriringan.
Fadly menilai para anggota PWRI dapat memainkan peran penting dalam proses tersebut. Dengan keberadaan anggota PWRI yang tersebar di seluruh kecamatan, pesan mengenai kebersihan dan kepedulian lingkungan dinilai dapat disampaikan hingga ke tingkat keluarga dan lingkungan tempat tinggal.
“Pembangunan kota bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Kita membutuhkan kolaborasi seluruh masyarakat, termasuk keluarga besar PWRI,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Umum PWRI Kota Padang Yusman Kasim menegaskan kesiapan organisasi yang dipimpinnya untuk terus bersinergi dengan Pemko Padang.
Ia mengatakan para anggota PWRI memiliki semangat yang sama untuk tetap memberikan manfaat bagi masyarakat meskipun telah menyelesaikan masa pengabdian sebagai aparatur negara.
Menurut Yusman, pengalaman para pensiunan merupakan aset organisasi yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung berbagai program pemerintah maupun kegiatan kemasyarakatan.
“Peringatan HUT ke-64 PWRI ini menjadi momentum memperkuat soliditas organisasi, sekaligus menegaskan komitmen para pensiunan untuk tetap berkontribusi bagi masyarakat dan pembangunan Kota Padang,” kata Yusman.
Ia menambahkan, PWRI tidak ingin hanya menjadi wadah silaturahmi bagi para pensiunan. Lebih dari itu, organisasi tersebut diharapkan terus berkembang menjadi ruang bagi para wredatama untuk berbagi pengalaman, memberikan masukan, serta mengambil bagian dalam berbagai kegiatan sosial dan pembangunan.
Peringatan HUT ke-64 PWRI tingkat Kota Padang pun menjadi momentum untuk memperkuat kembali semangat tersebut. Kehadiran ratusan anggota dari 11 kecamatan memperlihatkan bahwa organisasi para pensiunan itu masih memiliki soliditas dan energi untuk terus berkontribusi.
Di tengah tuntutan pembangunan kota yang semakin kompleks, pengalaman para wredatama menjadi sumber pengetahuan yang tidak ternilai. Pemerintah Kota Padang pun melihat potensi tersebut sebagai kekuatan yang dapat disinergikan dengan berbagai program pembangunan.
Semangat kolaborasi antara pemerintah dan PWRI diharapkan tidak berhenti pada momentum peringatan hari ulang tahun, tetapi berlanjut dalam berbagai kegiatan konkret yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
Dengan pengalaman, jaringan sosial, dan semangat pengabdian yang masih terjaga, PWRI Kota Padang diharapkan mampu menjadi salah satu kekuatan masyarakat dalam mendukung terwujudnya kota yang bersih, nyaman, maju, dan semakin berdaya saing.

8 hours ago
7


















































