IcoASNITEC ke-7 PNP Perkuat Jejaring Riset dan Akademik Lintas Negara

4 hours ago 3

promo hayati padang agustus

PADANG, KLIKPOSITIF — Politeknik Negeri Padang (PNP) kembali memperkuat jejaring riset dan akademik internasional melalui penyelenggaraan International Conference on Applied Sciences, Information Technology, and Engineering (IcoASNITEC) ke-7.

Konferensi internasional yang digelar PNP melalui Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) tersebut berlangsung di Gedung C Lantai 2 PNP, Rabu (26/8).

Direktur PNP Ir. Revalin Herdianto, S.T., M.Sc., Ph.D., mengatakan IcoASNITEC menjadi salah satu wadah strategis bagi akademisi dan peneliti untuk bertukar pengetahuan, mempresentasikan hasil penelitian, sekaligus membuka peluang kolaborasi lintas negara.

Menurut Revalin, IcoASNITEC pertama kali digelar pada 2017. Penyelenggaraannya sempat terhenti pada 2020 dan 2021 akibat pandemi Covid-19, sebelum kembali dilanjutkan hingga memasuki edisi ketujuh tahun ini.

“Konferensi ini merupakan momentum penting dalam memperkuat kerja sama riset dan akademik lintas negara,” ujar Revalin didampingi Ketua Panitia IcoASNITEC ke-7, Alhapen Ruslin Chandra.

Meski pemerintah pusat kembali menerapkan kebijakan efisiensi anggaran, PNP tetap dapat menyelenggarakan konferensi internasional tersebut.

Revalin menyebut status PNP sebagai Badan Layanan Umum (BLU) memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan keuangan, sehingga sebagian anggaran dapat dialokasikan untuk mendukung kegiatan akademik strategis.

IcoASNITEC ke-7 diikuti 86 peserta. Sebanyak 16 peserta berasal dari luar Indonesia dan Malaysia. Jumlah tersebut menunjukkan semakin terbukanya partisipasi internasional dalam konferensi yang diselenggarakan PNP.

Revalin menjelaskan, penyelenggaraan konferensi internasional juga menjadi bagian dari kebijakan internal PNP dalam mendorong dosen untuk aktif mempublikasikan hasil penelitian.

“Melalui forum ini, para akademisi tidak hanya mempresentasikan hasil penelitian, tetapi juga berkesempatan mempelajari penelitian dari institusi lain dan membuka peluang kolaborasi,” katanya.

Perluas Kolaborasi Riset

Upaya membangun kolaborasi riset lintas negara diakui bukan perkara mudah. Namun, kerja sama yang dirintis PNP dalam beberapa tahun terakhir mulai menunjukkan perkembangan.

Selain dengan Malaysia, PNP juga menjalin kerja sama penelitian dengan Filipina dan sejumlah negara lainnya. Bahkan, delegasi dari Filipina direncanakan melakukan kunjungan ke PNP pada Oktober mendatang.

Khusus kerja sama dengan Politeknik Negeri Sultan, penyelenggaraan IcoASNITEC menjadi salah satu bukti semakin eratnya hubungan kedua institusi.

Pelaksanaan joint conference internasional hingga edisi ketujuh menunjukkan bahwa hubungan tersebut telah berkembang dari sekadar kerja sama kelembagaan menjadi kolaborasi akademik yang berkelanjutan.

Ke depan, PNP juga menargetkan peningkatan kualitas proceedings konferensi, termasuk mendorong agar publikasinya dapat terindeks. Langkah tersebut diharapkan meningkatkan daya tarik IcoASNITEC sekaligus memperluas peluang keterlibatan peneliti dan akademisi dari berbagai negara.

Kenalkan Potensi Sumatera Barat

Tak hanya menjadi ruang pertukaran pengetahuan, IcoASNITEC juga dimanfaatkan PNP untuk memperkenalkan potensi Padang dan Sumatera Barat kepada peserta dari luar daerah maupun mancanegara.

Revalin menilai Sumatera Barat memiliki daya tarik kuat melalui kekayaan kuliner, keindahan alam, serta budaya Minangkabau.

Karena itu, peserta konferensi tidak hanya mengikuti agenda akademik, tetapi juga mendapatkan kesempatan mengenal berbagai destinasi wisata dan kekayaan budaya daerah.

“Konferensi menjadi inti kegiatan akademik, sementara pengenalan kuliner, pariwisata, alam, dan budaya Sumatera Barat menjadi nilai tambah yang diharapkan semakin memperkuat daya tarik konferensi di masa mendatang,” ujarnya.

Kerja Sama Tak Berhenti di Konferensi

Sementara itu, Strategik PIS Haji Hamzah bin Zakaria menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PNP atas penyelenggaraan konferensi internasional tersebut.

Ia mengatakan kerja sama antara kedua institusi tidak hanya diwujudkan melalui konferensi, tetapi juga mencakup berbagai kegiatan akademik lainnya. Di antaranya berbagi informasi dan peluang hibah penelitian serta pengembangan kerja sama mahasiswa.

Menurutnya, kehadiran dalam IcoASNITEC menjadi bagian dari upaya memperkuat implementasi kerja sama yang telah terjalin sekaligus memperluas bidang kolaborasi.

Kerja sama ke depan diharapkan tidak hanya berkembang dalam penyelenggaraan konferensi, tetapi juga mencakup inovasi, penelitian, dan pengembangan mahasiswa.

Pertukaran pengalaman, hasil penelitian, inovasi, serta mahasiswa diharapkan terus dikembangkan untuk memperkuat jejaring pendidikan vokasi antarnegara. (*)

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news