Wako Padang Ajak Pelaku UMKM Manfaatkan Fasilitas di Sentra Rendang, Kapasitas Produksi dan Sarana Pendukung Bakal Ditambah

8 hours ago 7

promo hayati padang agustus

PADANG, KLIKPOSITIF — Pemerintah Kota Padang mendorong pemanfaatan Komplek Sentra Rendang Kota Padang di Kelurahan Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah, sebagai pusat produksi sekaligus pengembangan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Upaya itu dilakukan untuk memastikan fasilitas yang telah dibangun pemerintah benar-benar memberikan manfaat bagi pelaku usaha dan mampu mendukung peningkatan ekonomi masyarakat.

Dorongan tersebut disampaikan Wali Kota Padang Fadly Amran saat melakukan kunjungan ke Komplek Sentra Rendang Kota Padang, Rabu (26/8/2026). Dalam kunjungan itu, Fadly meninjau langsung kondisi sarana dan prasarana yang tersedia, mulai dari ruang sterilisasi, ruang kemasan primer dan sekunder, hingga dapur produksi yang menjadi salah satu fasilitas utama sentra tersebut.

Fadly didampingi Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Padang Feri Erviyan Rinaldy, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Tommy TRD, Camat Koto Tangah Rio Ebu Pratama, Chef Dian Nugraha, serta jajaran Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Padang.

Peninjauan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Padang mengevaluasi kesiapan fasilitas sekaligus mengidentifikasi sejumlah kebutuhan yang perlu segera dibenahi. Fadly ingin memastikan Sentra Rendang tidak hanya berdiri sebagai fasilitas produksi, tetapi benar-benar menjadi ruang yang dapat dimanfaatkan pelaku UMKM untuk meningkatkan kapasitas usaha dan kualitas produknya.

“Dari hasil peninjauan, kita melihat kondisi dapur cukup panas karena sistem pembuangan udara atau exhaust masih belum memadai. Kita akan segera perbaiki, sehingga kondisi dapur menjadi lebih baik, dan proses memasak rendang dapat berjalan lebih lancar,” ujar Fadly.

Menurutnya, keberadaan Sentra Rendang memiliki posisi strategis dalam mendukung Program Unggulan (Progul) UMKM Naik Kelas yang tengah didorong Pemerintah Kota Padang. Fasilitas tersebut diharapkan dapat menjadi wadah bagi pelaku usaha untuk meningkatkan keterampilan, memperkuat kemampuan kewirausahaan, sekaligus mengembangkan produk unggulan daerah agar memiliki daya saing lebih tinggi.

Fadly menilai fasilitas yang tersedia di Sentra Rendang tidak harus dimaknai secara terbatas sebagai tempat untuk memproduksi rendang. Dengan sarana produksi, sterilisasi, dan pengemasan yang tersedia, kawasan tersebut juga berpotensi dimanfaatkan untuk mengembangkan berbagai produk UMKM lainnya.

Karena itu, ia mengajak masyarakat dan pelaku UMKM Kota Padang untuk memanfaatkan fasilitas tersebut secara maksimal. Pemerintah kota, kata dia, membuka ruang seluas-luasnya agar fasilitas yang telah tersedia dapat memberikan dampak nyata terhadap perkembangan usaha masyarakat.

“Kami mengajak warga Kota Padang yang memiliki produk UMKM untuk memanfaatkan fasilitas Sentra Rendang Kota Padang. Pemerintah Kota tidak akan membebani biaya yang besar untuk mencari untung, hanya retribusi sesuai ketentuan dan peraturan yang berlaku,” katanya.

Fadly menegaskan, pemerintah tidak ingin keberadaan Sentra Rendang hanya menjadi simbol pembangunan atau sekadar fasilitas yang berdiri tanpa aktivitas produksi yang berkelanjutan. Sebaliknya, fasilitas tersebut harus mampu menciptakan ekosistem usaha yang mendorong pelaku UMKM berkembang, mulai dari proses produksi hingga pengemasan produk yang lebih baik.

“Semangatnya adalah bagaimana fasilitas yang dimiliki pemerintah ini bisa kembali kepada masyarakat dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi pelaku UMKM,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Padang Feri Erviyan Rinaldy mengatakan, Komplek Sentra Rendang Kota Padang sebenarnya telah siap digunakan sejak 2024. Namun, dalam perjalanannya pemanfaatan fasilitas tersebut belum berjalan secara optimal karena masih terdapat sejumlah peralatan dan fasilitas pendukung yang membutuhkan perhatian, terutama dalam hal pemeliharaan.

“Kita akan mengusulkan anggaran untuk perbaikan pembuangan udara atau exhaust, sekaligus penambahan sarana pendukung lainnya, sehingga Sentra Rendang ini dapat dimanfaatkan secara maksimal,” ujar Feri.

Ia menjelaskan, pembenahan fasilitas menjadi penting seiring dengan rencana pemerintah meningkatkan kapasitas produksi. Saat ini, satu kuali yang digunakan di dapur produksi memiliki kapasitas sekitar 15 kilogram rendang dalam satu kali proses memasak.

Ke depan, Pemerintah Kota Padang menargetkan kapasitas tersebut dapat ditingkatkan sehingga proses produksi menjadi lebih efisien dan mampu memenuhi kebutuhan pelaku usaha yang memanfaatkan fasilitas Sentra Rendang.

“Pada 2027 kita akan mengupayakan peningkatan kapasitas menjadi 20 Kg untuk satu kuali. Kita memiliki delapan kamar produksi. Jika satu kamar menggunakan satu kuali berkapasitas 20 Kg, maka kapasitas produksinya bisa mencapai sekitar 160 Kg dalam sekali proses memasak,” jelasnya.

Dengan delapan kamar produksi yang tersedia, peningkatan kapasitas tersebut diharapkan dapat memberikan ruang lebih besar bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan volume produksi. Selain itu, fasilitas sentra juga dapat mendukung pelaku usaha yang selama ini menghadapi keterbatasan tempat, peralatan, maupun sarana produksi yang memenuhi standar.

Pemerintah Kota Padang berharap pembenahan secara bertahap terhadap fasilitas Sentra Rendang dapat memperkuat rantai usaha kuliner lokal. Tidak hanya dari sisi produksi, tetapi juga kualitas pengemasan, daya tahan produk, hingga peluang memperluas pasar.

Bagi Fadly, pengembangan UMKM tidak cukup hanya dengan memberikan pelatihan atau bantuan peralatan. Pemerintah juga perlu memastikan adanya fasilitas yang dapat digunakan secara nyata oleh masyarakat untuk mengembangkan usahanya.

Karena itu, kunjungan ke Sentra Rendang tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen Pemerintah Kota Padang dalam menjadikan UMKM sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah.

Dengan perbaikan sarana pendukung, peningkatan kapasitas produksi, serta keterlibatan aktif pelaku usaha, Sentra Rendang diharapkan tidak hanya menjadi pusat produksi makanan khas Minangkabau, tetapi berkembang sebagai ekosistem UMKM yang mampu melahirkan produk berkualitas, meningkatkan nilai tambah, dan membuka peluang pasar yang lebih luas bagi masyarakat Kota Padang.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news