Para Warga Rela Antri Di Dinas Sosial Kabupaten takalarKabarMakassar.com — Ribuan warga dari beberapa kecamatan di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan seperti Mangarabombang, Pattallassang, Laikang, serta Polongbangkeng Timur terpantau berdesakan dan mengantre panjang demi mendapatkan Bantuan Langsung Tunai (BLT), Sabtu (29/11).
Lonjakan antrean terjadi setelah lokasi pencairan BLT dipindahkan dari Kantor Pos Indonesia ke Kantor Dinas Sosial Kabupaten Takalar di Jalan Ince Husain Parani, Kelurahan Kalabbirang, Pattallassang. Pemindahan lokasi dilakukan menyusul insiden kriminal penikaman yang menimpa Kepala Kantor Pos Takalar sehari sebelumnya.
Kepala Dinas Sosial Takalar, Andi Rijal Mustamu, membenarkan pemindahan lokasi tersebut.
“Pemindahan pelayanan BLT dilakukan sesuai instruksi Bupati Firdaus Manye. Mengingat lokasi kantor pos sedang dalam penanganan polisi akibat insiden semalam, maka tidak bisa dipergunakan sementara,” jelasnya.
Deputi PT Pos Indonesia Makassar, Firman Taufik, mengatakan bahwa pihaknya bekerja sama dengan Dinsos demi memastikan penyaluran BLT tetap berjalan.
“Pelataran kantor Dinsos kami gunakan sementara karena kantor pos berada di lokasi kejadian penikaman yang menimpa kepala cabang kami. Pelakunya juga masih karyawan kami,” ungkap Firman.
Ia menjelaskan bahwa total BLT yang dibawa dari Makassar untuk masyarakat Takalar berjumlah 1.700 orang penerima, masing-masing memperoleh Rp900 ribu.
“Terkait uang di brankas kantor pos, kami masih menunggu koordinasi dari pimpinan,” tambahnya.
Sebelum pemindahan lokasi, antrean padat juga terjadi di Kantor Pos Kecamatan Pattallassang, Jumat (28/11). Warga dari Kecamatan Polongbangkeng Utara dan Timur memadati lokasi untuk mencairkan BLT.
Branch Manager Kantor Pos Cabang Takalar, Suwanto Tahir, mengakui antrean panjang terjadi akibat jadwal pencairan yang berlangsung bersamaan.
“Pembagian BLT dari Kementerian Sosial memang membuat antrean meningkat. Penerima dari Kecamatan Polongbangkeng Timur dijadwalkan sore hari, setelah pagi kami layani Kecamatan Tanakeke,” jelasnya.
Warga yang menerima BLT wajib menunjukkan KTP dan Kartu Keluarga sebelum diverifikasi petugas.
“Satu orang berhak menerima Rp900 ribu. Setelah datanya sesuai, kami layani dan dokumentasikan proses penerimaannya,” tambah Suwanto.
Meski lokasi telah dipusatkan ke Kantor Dinsos, antrean warga tetap terjadi akibat jumlah penerima yang besar dan waktu pencairan yang terbatas. Warga berharap proses penyaluran dapat berlangsung lebih tertib dan terorganisir agar tidak menimbulkan risiko keselamatan.


















































