Update Korban Bencana di Sumbar: 22 Meninggal, 10 Orang Masih Dicari

2 days ago 7

Exhibition Scoopy x Kuromi - Klikpositif

KLIKPOSITIF – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumatera Barat terus memperbarui data korban bencana yang melanda sejumlah daerah di provinsi tersebut.

Hingga Jumat pagi, 28 November 2025, tercatat sebanyak 22 orang meninggal dunia akibat bencana yang terjadi sejak Senin (24/11/2025). Dari jumlah tersebut, 20 korban telah teridentifikasi, terdiri dari 9 perempuan dan 11 laki-laki, sementara dua jenazah masih belum teridentifikasi, yakni satu perempuan dewasa dan satu anak laki-laki.

“Dari total 22 korban meninggal dunia, 20 telah teridentifikasi. Dua lainnya masih dalam proses identifikasi,” ujar Kasubdiddokpol Polda Sumbar, dr. Eka Purnama Sari, dalam keterangan tertulisnya, Jumat pagi.

Selain korban meninggal, sebanyak lima orang korban tercatat masih menjalani perawatan medis.

Proses Identifikasi Korban

dr. Eka menjelaskan, proses identifikasi dilakukan secara intensif di sejumlah posko, termasuk Polresta Padang, RS Bhayangkara Padang, RSUD dr. Rasidin Padang, serta posko di Polres Bukittinggi, Padang Pariaman, dan Pasaman Barat.

Di Posko DVI RS Bhayangkara Padang, enam dari delapan jenazah berhasil diidentifikasi melalui data primer berupa sidik jari. Mereka yang teridentifikasi ialah:

Yerna Wilis (57)

Selvi Marta Putri (20)

Agung Purnomo (35)

Reki Saputra (38)

Robby Handaryo (41)

Junimar (52)

Sementara itu, identifikasi melalui data sekunder (informasi keluarga) juga digunakan di beberapa lokasi:

Polresta Padang:

Najwa Putri Andira (2,5 bulan)

Mardalena (65)

RSUD dr. Rasidin Padang:

Roni Syaputra (42)

Syamsul Kamaruddin (72)

Aidil Putra (13)

Polres Bukittinggi:

Delapan korban tewas asal Jorong Toboh, Malalak Timur, Kabupaten Agam, seluruhnya teridentifikasi lewat data sekunder.

Pasaman Barat:

Roki Hidayat (13), pelajar.

10 Orang Masih Hilang

Fokus utama tim SAR dan DVI saat ini ialah pencarian 10 orang yang masih dilaporkan hilang. Sebanyak 9 orang di antaranya berasal dari wilayah terdampak paling parah, yakni Jorong Toboh, Malalak Timur, Kabupaten Agam. Beberapa di antaranya adalah anak-anak.

Satu korban hilang lainnya, Evi Yulia Susanti (52), dilaporkan di wilayah kerja DVI Padang Pariaman.

Tim DVI Polda Sumbar bersama Basarnas dan BPBD menyatakan komitmennya untuk menuntaskan proses identifikasi dan pencarian seluruh korban.

“Kami terus berupaya maksimal untuk memberikan kepastian kepada pihak keluarga yang menanti kabar, baik terkait identitas korban meninggal maupun mereka yang masih hilang,” ungkap dr. Eka Purnama Sari.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news