Goa Selarong Bantul Akan Direvitalisasi, Butuh Rp425 Juta

4 hours ago 1

Goa Selarong Bantul Akan Direvitalisasi, Butuh Rp425 Juta

Penampakan destinasi Goa Selarong yang terletak di Kapanewon Pajangan, Bantul beberapa waktu lalu. Pemkab Bantul berencana merevitalisasi tempat ini untuk menarik kunjungan wisatawan. Dokumentasi Istimewa

Harianjogja.com, BANTUL— Goa Selarong di Kapanewon Pajangan, Bantul, bakal mendapat pembenahan setelah kunjungannya dinilai cenderung stagnan. Dinas Pariwisata Bantul kini menawarkan program revitalisasi senilai sekitar Rp425 juta kepada dunia usaha melalui skema corporate social responsibility (CSR).

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Dinas Pariwisata Bantul, Istiyani, mengatakan sejumlah fasilitas di kawasan wisata budaya dan sejarah tersebut sudah membutuhkan perbaikan.

"Sekarang masih dalam tahap penawaran, kami berharap ada dunia usaha yang berminat untuk membantu," katanya, Selasa (8/9/2026).

Istiyani menjelaskan anggaran sekitar Rp425 juta itu akan digunakan untuk membenahi sejumlah bagian kawasan Goa Selarong. Pekerjaan antara lain mencakup penataan lanskap, perbaikan taman, pengecatan, hingga pembenahan fasilitas yang kondisinya sudah tidak optimal.

Selain perbaikan fisik, Dinas Pariwisata Bantul juga merencanakan pembuatan diorama. Kehadiran diorama diharapkan dapat membuat kawasan wisata tersebut lebih menarik sekaligus memperkuat sisi edukasi sejarah yang menjadi karakter utama Goa Selarong.

"Soalnya kan Goa Selarong ini sudah cukup banyak yang rusak-rusak fasilitasnya ada juga yang karatan, sehingga memang perlu perbaikan," jelasnya.

Kunjungan Goa Selarong Menurun

Pembenahan tersebut menjadi penting karena Goa Selarong memiliki potensi wisata sejarah dan budaya, tetapi belum mampu mencatat pertumbuhan kunjungan yang signifikan.

Istiyani mengatakan tren kunjungan ke destinasi tersebut cenderung stagnan. Karena itu, pembenahan fasilitas perlu dibarengi dengan promosi yang lebih luas agar potensi Goa Selarong tidak berhenti sebagai situs sejarah semata.

"Selama ini tren kunjungannya ya cenderung stagnan. Makanya perlu perbaikan dan promosi yang lebih luas kan sayang ada potensi tapi tidak dimaksimalkan," imbuhnya.

Data Pemerintah Kabupaten Bantul dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025-2045 menunjukkan jumlah kunjungan ke Kawasan Goa Selarong memang mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir.

Pada 2019, kawasan tersebut tercatat dikunjungi 38.700 wisatawan. Jumlah itu turun menjadi 20.000 wisatawan pada 2020 dan kembali turun menjadi 12.200 wisatawan pada 2021.

Kunjungan kemudian meningkat menjadi 22.402 wisatawan pada 2022, tetapi kembali turun menjadi 18.589 wisatawan pada 2023.

Data tersebut memperlihatkan tantangan Goa Selarong bukan hanya soal kondisi fasilitas, tetapi juga bagaimana menarik kembali wisatawan secara berkelanjutan.

Istiyani mengatakan salah satu tujuan penataan adalah memperluas persebaran kunjungan wisatawan di Bantul. Selama ini arus wisatawan masih banyak terkonsentrasi di kawasan pantai bagian selatan.

"Selama ini kan terpusat di pantai saja atau sisi selatan, kami ingin agar lokasi lainnya juga dikunjungi karena memang menarik," ungkapnya.

Gandeng Dunia Usaha

Keterbatasan anggaran pemerintah daerah membuat Dinas Pariwisata Bantul membuka peluang kerja sama dengan dunia usaha.

Program revitalisasi Goa Selarong sebelumnya juga telah menjadi salah satu pembahasan dalam Forum CSR Kabupaten Bantul pada akhir Agustus 2026. Pemerintah Kabupaten Bantul menyebut dukungan dunia usaha diarahkan untuk meningkatkan daya tarik kawasan sekaligus memperkuat fungsi Goa Selarong sebagai ruang edukasi sejarah dan budaya.

Forum CSR tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mengarahkan pendanaan non-APBD untuk mendukung prioritas pembangunan daerah di tengah penyesuaian anggaran.

Selain pariwisata, revitalisasi diharapkan memberi efek ekonomi kepada masyarakat sekitar melalui peningkatan kunjungan wisatawan, UMKM, dan ekonomi kreatif.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bantul, Ari Budi Nugroho, mengatakan revitalisasi Goa Selarong juga menjadi bagian dari rencana pengembangan kawasan Bantul barat.

Menurut Ari, pengembangan Goa Selarong tidak hanya diarahkan untuk mendatangkan wisatawan, tetapi juga memperkuat fungsi kawasan sebagai tempat pembelajaran sejarah dan budaya.

“Kawasan Goa Selarong memiliki nilai sejarah penting tentang perjuangan Pangeran Diponegoro. Harapannya dengan revitalisasi, maka ruang edukasi sejarah dan budaya akan semakin bertambah,” pungkas dia.

Dengan revitalisasi tersebut, Goa Selarong diharapkan tidak hanya memiliki fasilitas yang lebih baik, tetapi juga mampu menawarkan pengalaman wisata sejarah yang lebih menarik. Penataan kawasan dan penguatan promosi menjadi dua hal penting agar destinasi di Bantul barat tersebut dapat mengambil bagian lebih besar dalam persebaran kunjungan wisata di Bantul.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news