Harianjogja.com, JOGJA—Laptop Windows yang mulai terasa lambat tidak selalu harus langsung dibawa ke tempat servis. Salah satu langkah sederhana yang bisa dilakukan pengguna adalah memeriksa aplikasi yang terpasang dan menghapus program yang sudah tidak lagi dibutuhkan.
Aplikasi yang tidak digunakan tetap dapat mengonsumsi ruang penyimpanan. Beberapa aplikasi juga dapat berjalan secara otomatis ketika Windows dinyalakan atau melakukan aktivitas di latar belakang.
Microsoft menyebut menghapus aplikasi yang tidak digunakan dapat membantu membebaskan ruang penyimpanan sekaligus mengurangi aktivitas latar belakang. Namun, langkah ini bukan solusi untuk semua masalah performa karena laptop yang lambat juga bisa disebabkan faktor lain, seperti kapasitas RAM, kondisi penyimpanan, terlalu banyak aplikasi startup, atau masalah sistem.
Karena itu, pengguna perlu mengetahui cara uninstall aplikasi dengan benar agar tidak justru menghapus program yang masih dibutuhkan sistem.
Cara Menghapus Aplikasi di Laptop Windows
Windows menyediakan beberapa cara untuk menghapus aplikasi. Salah satu yang paling mudah adalah melalui menu Settings.
Berikut langkah-langkahnya:
1. Buka Settings
Tekan tombol Windows + I pada keyboard untuk membuka Settings.
Cara lainnya adalah membuka menu Start, kemudian memilih Settings.
2. Masuk ke Menu Apps
Setelah Settings terbuka, pilih Apps.
Pada Windows 11, pilih Installed apps untuk melihat daftar aplikasi yang terpasang di perangkat.
Microsoft mencantumkan menu tersebut sebagai salah satu jalur resmi untuk menghapus aplikasi di Windows 10 dan Windows 11.
3. Cari Aplikasi yang Ingin Dihapus
Daftar aplikasi yang terpasang dapat cukup panjang. Gunakan kolom pencarian untuk menemukan aplikasi tertentu.
Sebelum menghapusnya, pastikan aplikasi tersebut memang sudah tidak diperlukan. Jika nama atau fungsinya tidak dikenal, sebaiknya jangan langsung menghapusnya.
4. Pilih Menu Uninstall
Setelah menemukan aplikasi yang ingin dihapus, klik ikon tiga titik atau More options (...) di samping nama aplikasi.
Kemudian pilih Uninstall.
Pada beberapa program, Windows dapat membuka jendela penghapusan milik aplikasi tersebut. Ikuti instruksi yang muncul sampai proses selesai.
5. Tunggu Proses Penghapusan Selesai
Jangan mematikan laptop ketika proses uninstall sedang berjalan.
Durasi penghapusan berbeda-beda tergantung aplikasi. Program berukuran besar atau yang memiliki banyak komponen tambahan dapat membutuhkan waktu lebih lama.
Setelah proses selesai, aplikasi seharusnya tidak lagi muncul dalam daftar aplikasi terpasang.
Bagaimana Jika Aplikasi Tidak Bisa Dihapus?
Tidak semua aplikasi dapat dihapus melalui Settings.
Microsoft menyebut beberapa aplikasi atau program mungkin tidak dapat di-uninstall dari menu Settings. Dalam kondisi tersebut, pengguna dapat mencoba menghapusnya melalui Control Panel.
Caranya, buka pencarian Windows dan ketik Control Panel.
Setelah terbuka, pilih Programs > Programs and Features.
Cari program yang ingin dihapus, kemudian klik kanan dan pilih Uninstall atau Uninstall/Change. Setelah itu, ikuti instruksi pada layar.
Jika proses uninstall tetap gagal, Microsoft juga menyediakan langkah pemecahan masalah untuk program yang bermasalah saat dipasang atau dihapus.
Jangan Asal Menghapus Program
Bagian paling penting sebelum melakukan uninstall adalah memastikan aplikasi yang dipilih memang aman untuk dihapus.
Program yang tidak dikenal sebaiknya tidak langsung dihapus hanya karena namanya terlihat asing.
Beberapa perangkat lunak merupakan komponen pendukung aplikasi atau perangkat keras. Karena itu, pengguna perlu berhati-hati terhadap program yang berkaitan dengan driver, audio, grafis, chipset, atau komponen sistem.
Jika tidak mengetahui fungsi sebuah program, cari tahu terlebih dahulu nama dan penerbitnya.
Jangan menghapus aplikasi hanya karena ukurannya besar.
Program dengan ukuran besar belum tentu tidak penting. Sebaliknya, aplikasi berukuran kecil pun dapat menjadi bagian dari perangkat lunak yang masih digunakan.
Aplikasi yang Berjalan Saat Laptop Menyala
Menghapus aplikasi bukan satu-satunya cara untuk mengurangi beban ketika laptop dinyalakan.
Beberapa aplikasi memang diperlukan, tetapi tidak harus otomatis berjalan setiap kali Windows dimulai.
Microsoft menyarankan pengguna memeriksa Startup apps melalui Task Manager. Tekan Ctrl + Shift + Esc, kemudian pilih Startup apps.
Dari sana, pengguna dapat menonaktifkan aplikasi yang tidak perlu dijalankan secara otomatis ketika laptop menyala. Langkah ini dapat membantu mengurangi aktivitas latar belakang dan mempercepat proses startup.
Perlu dibedakan antara menonaktifkan startup dan menghapus aplikasi. Menonaktifkan startup tidak menghapus program dari laptop.
Gunakan Storage Sense untuk Membersihkan Ruang
Jika masalah utama adalah penyimpanan yang hampir penuh, pengguna juga dapat memanfaatkan fitur Storage Sense.
Fitur tersebut tersedia di Windows 10 dan Windows 11. Storage Sense dapat membantu menghapus file yang tidak diperlukan, termasuk file sementara dan isi Recycle Bin sesuai pengaturan yang dipilih.
Untuk mengaksesnya, buka:
Settings > System > Storage
Di halaman tersebut, pengguna juga dapat melihat kategori penggunaan penyimpanan, termasuk aplikasi yang terpasang, file sementara, serta penggunaan ruang sistem.
Windows juga menyediakan Cleanup recommendations yang dapat memberikan rekomendasi berdasarkan penggunaan penyimpanan. Fitur tersebut dapat mengidentifikasi sejumlah file besar atau tidak digunakan serta aplikasi yang jarang dipakai.
Tidak Perlu Menghapus Aplikasi Secara Rutin
Naskah awal menyarankan “detoksifikasi” aplikasi setiap tiga sampai enam bulan. Namun, interval tersebut tidak perlu dijadikan aturan baku.
Lebih baik pengguna memeriksa aplikasi secara berkala sesuai kebutuhan.
Jika sebuah aplikasi sudah lama tidak digunakan dan tidak memiliki fungsi penting, pengguna dapat mempertimbangkan untuk menghapusnya.
Sebaliknya, aplikasi yang masih digunakan tidak perlu dihapus hanya demi mengejar jumlah aplikasi yang sedikit.
Menghapus Aplikasi Bukan Solusi untuk Semua Laptop Lambat
Membersihkan aplikasi dapat membantu ketika ruang penyimpanan hampir penuh atau terlalu banyak program berjalan di latar belakang.
Namun, laptop lambat bisa memiliki penyebab lain.
Masalah dapat berkaitan dengan kapasitas RAM, kondisi SSD atau hard disk, aplikasi startup, pembaruan Windows, malware, suhu perangkat, atau usia perangkat keras.
Karena itu, jika laptop tetap lambat setelah aplikasi tidak terpakai dihapus, pengguna sebaiknya mencari sumber masalah lainnya.
Langkah pertama yang relatif aman adalah membuka Task Manager untuk melihat penggunaan CPU, memori, dan disk. Dari sana, pengguna dapat mengetahui apakah ada aplikasi tertentu yang menggunakan sumber daya secara berlebihan.
Dengan cara tersebut, proses membersihkan laptop tidak hanya berfokus pada menghapus aplikasi, tetapi juga memahami apa yang sebenarnya membuat perangkat bekerja lebih berat.
Pada akhirnya, menghapus aplikasi yang tidak digunakan merupakan salah satu langkah sederhana untuk merapikan laptop Windows. Selama dilakukan dengan hati-hati dan pengguna tidak menghapus komponen yang masih dibutuhkan, ruang penyimpanan dapat lebih lega dan aktivitas latar belakang yang tidak perlu bisa dikurangi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

4 hours ago
1
















































