Harianjogja.com, JOGJA—Empat jurnalis perempuan awalnya hanya berusaha mengungkap kasus kejahatan terhadap anak dalam film Memburu Pemangsa. Namun, penyelidikan mereka justru membuka pintu menuju teror yang melibatkan praktik demonologi dan sosok yang disebut bersekutu dengan iblis.
Sinemaku Pictures memperlihatkan gambaran lebih lengkap mengenai cerita tersebut melalui trailer terbaru Memburu Pemangsa, film garapan Umay Shahab yang memadukan horor, kriminal, dan aksi.
Film ini mengikuti empat jurnalis yang diperankan Laura Basuki, Prilly Latuconsina, Taskya Namya, dan Yasamin Jasem. Mereka berusaha memburu sosok predator anak yang berkaitan dengan sebuah kasus kriminal.
Alih-alih menemukan jawaban sederhana, penyelidikan tersebut justru membawa mereka semakin jauh ke dalam persoalan yang lebih gelap.
Investigasi Jurnalis Berubah Jadi Perburuan
Trailer Memburu Pemangsa menggunakan pendekatan mockumentary untuk memperlihatkan aktivitas investigasi keempat karakter utamanya.
Pendekatan tersebut membuat proses pencarian informasi, penelusuran kasus, hingga ancaman yang mereka hadapi menjadi bagian penting dari cerita.
Keempat jurnalis itu tidak hanya berhadapan dengan informasi yang sulit ditemukan. Mereka juga harus menghadapi risiko keselamatan ketika penyelidikan mulai mengarah kepada sosok yang mereka buru.
Kasus yang pada awalnya tampak seperti kejahatan terhadap anak kemudian berkembang menjadi misteri dengan unsur supranatural.
Jejak penyelidikan mengarah pada praktik demonologi, yang dalam cerita film digambarkan sebagai persekutuan manusia dengan iblis dan melibatkan anak-anak dalam ritual.
Dengan perubahan tersebut, misi jurnalistik yang semula bertujuan mengungkap fakta berubah menjadi perjuangan untuk bertahan hidup.
Laura Basuki Jadi Pemimpin Tim
Laura Basuki memerankan Agnes, pemimpin tim investigasi yang memiliki kemampuan indra keenam.
Karakter tersebut menjadi salah satu pusat perjalanan empat jurnalis ketika mereka semakin dekat dengan sosok predator yang menjadi target penyelidikan.
Bagi Laura, isu kejahatan terhadap anak menjadi salah satu alasan penting untuk terlibat dalam film tersebut.
Film ini juga menjadi ruang eksplorasi baru bagi Laura. Sebelumnya, ia mengatakan Memburu Pemangsa menandai kembalinya dirinya ke genre horor sekaligus pengalaman pertamanya bermain dalam film aksi.
Taskya Namya Dalami Profesi Jurnalis
Taskya Namya berperan sebagai Brina, juru kamera yang menjadi bagian dari tim investigasi.
Untuk mendalami perannya, Taskya sempat bertemu dengan sejumlah jurnalis. Pengalaman tersebut membuatnya melihat profesi jurnalistik dari sisi yang berbeda, terutama ketika harus meliput kasus berisiko.
Pendekatan tersebut menjadi salah satu bagian yang membedakan perjalanan karakter dalam film. Mereka bukan sekadar mengejar sosok pelaku, tetapi juga harus mempertimbangkan konsekuensi dari setiap langkah investigasi.
Poster Tampilkan Predator dalam Kondisi Terikat
Selain trailer, Sinemaku Pictures merilis poster resmi Memburu Pemangsa.
Poster tersebut memperlihatkan empat jurnalis ketika menangkap sosok predator yang diperankan Teuku Rifnu Wikana.
Dalam poster, karakter Rifnu terlihat dalam kondisi terikat rantai. Wajahnya dipenuhi luka, sementara sebuah kalung dengan cahaya hijau menyala terlihat melingkar di lehernya.
Elemen tersebut menjadi petunjuk visual mengenai hubungan karakter tersebut dengan kekuatan iblis dalam cerita.
Trailer dan poster terbaru sekaligus mempertegas identitas Memburu Pemangsa sebagai film yang tidak hanya mengandalkan teror horor. Cerita investigasi, kejahatan terhadap anak, aksi, dan unsur supranatural menjadi bagian yang saling terhubung.
Produksi Diawali Riset
Karena mengangkat isu kejahatan terhadap anak, Sinemaku Pictures menyebut proses pengembangan cerita dilakukan melalui riset.
Tim produksi melibatkan Komnas Perlindungan Anak, akademisi kriminologi Universitas Indonesia, Divisi Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Kejahatan terhadap Anak (TPPO) Bareskrim Polri, serta redaksi media investigasi.
Umay mengatakan proses tersebut membuat tim menemukan berbagai kisah mengenai kekerasan dan kejahatan terhadap anak.
Ia menegaskan kejahatan terhadap anak tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa isu perlindungan anak menjadi salah satu landasan cerita, meskipun film kemudian mengembangkannya ke dalam ranah horor dan supranatural.
Tayang 24 September 2026
Memburu Pemangsa menjadi salah satu film horor Indonesia yang menggabungkan investigasi jurnalistik dengan kriminalitas dan aksi.
Selain Laura Basuki, Prilly Latuconsina, Taskya Namya, dan Yasamin Jasem, film ini juga menghadirkan Teuku Rifnu Wikana, Andri Mashadi, Septian Dwi Cahyo, Norman R. Akyuwen, Jordan Omar, Shareefa Daanish, serta Ruth Marini.
Film tersebut sebelumnya dikembangkan dengan judul kerja Siksa Sampai Mati sebelum akhirnya menggunakan judul Memburu Pemangsa.
Sinemaku Pictures menjadwalkan Memburu Pemangsa tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 24 September 2026.
Bagi penonton yang tertarik dengan film horor, trailer terbaru memberikan gambaran bahwa ancaman dalam film ini tidak berhenti pada sosok predator manusia. Semakin jauh investigasi dilakukan, semakin besar pula ancaman yang harus dihadapi keempat jurnalis tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

4 hours ago
1
















































