8 Kepala Daerah Kunjungi Makassar, Appi Paparkan Tiga Program Prioritas Kota

3 weeks ago 14
8 Kepala Daerah Kunjungi Makassar, Appi Paparkan Tiga Program Prioritas KotaWali Kota Makassar Munafri Arifuddin saat Menerima Kunjungan Delapan Kepala Daerah di Makassar, (Dok: Ist)

KabarMakassar.com — Kota Makassar kembali menjadi pusat perhatian sebagai rujukan inovasi pemerintahan.

Sebanyak delapan kepala daerah dari berbagai wilayah di Indonesia melakukan kunjungan kerja ke Balai Kota Makassar, Jumat (8/8), untuk mempelajari langsung berbagai program unggulan yang diterapkan di bawah kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin alias Appi.

Para pejabat yang hadir antara lain Wali Kota Dumai H. Paisal, Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri, Wakil Wali Kota Banjarmasin Hj. Ananda, Wakil Wali Kota Kendari Sudirman, Wakil Wali Kota Pagar Alam Hj. Berta, Wakil Bupati Pulang Pisau Ahmad Jayadikarta, Wakil Bupati Magetan Suyatni Priasmoro, dan Wakil Bupati Kayong Utara Amru Chanwari.

Dalam kunjungan yang diterima langsung oleh Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin bersama Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham, para pimpinan daerah disambut dengan pemaparan menyeluruh terkait strategi pembangunan Kota Makassar yang mengedepankan inovasi, kolaborasi, dan transformasi digital.

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat di Balai Kota Makassar. Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, secara khusus menyampaikan kekagumannya terhadap pendekatan modern yang diterapkan Pemkot Makassar.

“Ini bukan sekadar kunjungan kerja, tapi ajang silaturahmi yang penuh pelajaran berharga. Tata kelola pemerintahan di Makassar sangat inspiratif. Bahkan kantor wali kota pun terasa seperti pusat sejarah dan inovasi,” ujarnya.

Saefuddin juga menambahkan bahwa Kota Samarinda siap membangun kerja sama lebih erat dengan Makassar, terutama mengingat besarnya koneksi sosial antara warga di kedua daerah.

Sementara itu, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin (Appi) menyampaikan pentingnya sinergi lintas daerah sebagai pendorong kemajuan bersama.

“Kami percaya, keterbukaan dan kolaborasi antarpemerintah daerah adalah kunci untuk membangun Indonesia yang lebih inklusif dan kompetitif,” tegas Appi.

Ia juga memperkenalkan Kota Makassar sebagai kota metropolitan strategis di kawasan timur Indonesia, dengan 15 kecamatan dan 153 kelurahan serta jumlah penduduk sekitar 1,4 juta jiwa. Sektor perdagangan, jasa, dan kelautan menjadi tulang punggung ekonomi kota ini.

Selain destinasi wisata unggulan seperti Kepulauan Spermonde, Pantai Losari, Benteng Rotterdam, hingga Masjid 99 Kubah, Pemkot Makassar juga tengah menggenjot pengembangan kawasan wisata berbasis sejarah dan budaya.

Di hadapan para tamu, Appi memaparkan tiga program prioritas yang kini menjadi fokus pembangunan Kota Makassar, pertama, Makassar Creative Hub, berlokasi di kawasan Pantai Losari, pusat ini dirancang untuk mengembangkan keterampilan generasi muda, dengan berbagai kelas pelatihan termasuk teater, desain, hingga teknologi digital.

“Tujuannya agar lulusan sekolah dan perguruan tinggi memiliki keterampilan spesifik yang dibutuhkan dunia kerja,” jelas Appi.

Kedua, Superapps LONTARA+, aplikasi inovatif ini mengintegrasikan lebih dari 300 layanan publik Pemkot Makassar dalam satu platform digital.

“Meskipun masih versi 1.0, kami sudah menyiapkan roadmap pengembangan lima tahun ke depan untuk menjawab kebutuhan masyarakat secara menyeluruh,” ujarnya.

Ketiga, Stadion Untia, sebagai bentuk komitmen terhadap olahraga dan warga Makassar, Pemkot tengah merancang stadion baru berkapasitas 15.000 penonton untuk klub sepak bola PSM Makassar. Proyek ini ditargetkan rampung pada 2028.

“Ini bukan hanya infrastruktur olahraga, tapi juga simbol kebanggaan warga kota,” tambahnya.

Lebih lanjut, Appi menitipkan pesan khusus kepada seluruh pimpinan daerah agar bersama-sama menjaga warganya yang tersebar di berbagai daerah.

“Kalau ada warga Makassar di daerah Bapak/Ibu, mohon dijaga dan diperhatikan. Demikian juga kami akan lakukan hal yang sama,” tuturnya.

Appi juga kembali menegaskan posisi strategis Makassar sebagai simpul konektivitas kawasan timur Indonesia.

“Makassar adalah center point Indonesia, jalur perdagangan nasional banyak melewati kota ini. Maka sinergi seperti ini bukan hanya penting, tapi wajib terus diperkuat,” pungkasnya.

Sebagai bentuk konkret penguatan hubungan antarwilayah, pertemuan ini ditutup dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Kota Makassar dan Pemerintah Kabupaten Magetan. MoU ini mencakup kerja sama pengembangan potensi daerah di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Pertukaran cenderamata turut dilakukan sebagai simbol persahabatan antardaerah, menandai babak baru sinergi lintas pemerintah daerah yang lebih erat.

Navigasi pos

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news