
KabarMakassar.com — Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, dan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar, menegaskan komitmen untuk menjaga stabilitas ekonomi dan ketahanan sektor keuangan.
Hal ini disampaikan dalam rapat koordinasi antara BI dan OJK yang dihadiri oleh seluruh Anggota Dewan Gubernur BI dan Anggota Dewan Komisioner OJK.
Dalam pertemuan tersebut, BI dan OJK menilai bahwa ekonomi Indonesia tetap stabil meskipun ketidakpastian global masih tinggi.
Gubernur BI, Perry Warjiyo menyebut pertumbhban intermediasi yang signifikan dinilai turut mendukung perekonomian, sejalan dengan likuiditas dan ketahanan industri keuangan yang tetap terjaga, didukung oleh tingkat permodalan yang kuat serta pengelolaan risiko yang baik.
“Di tengah tantangan ekonomi global, kami berkomitmen untuk terus menjaga stabilitas dan ketahanan sektor keuangan. Koordinasi erat antara BI dan OJK menjadi kunci dalam memastikan bahwa sistem keuangan Indonesia tetap kokoh dan mampu berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya melalui keterangan resmi dikutip Kamis (03/04)
Kerja sama erat antara BI dan OJK menjadi faktor kunci dalam menjaga stabilitas keuangan nasional. Beberapa area strategis yang terus diperkuat mencakup:
1. Akselerasi Perizinan Sektor Jasa Keuangan
BI dan OJK sepakat untuk mempercepat proses perizinan dan persetujuan di sektor jasa keuangan dengan langkah-langkah berikut:
- Simplifikasi persyaratan perizinan
- Standarisasi proses bisnis
- Digitalisasi proses perizinan melalui sistem terintegrasi
- Uji coba perizinan/persetujuan online untuk sektor perbankan
Perry Warjiyo menjelaskan bahwa percepatan proses perizinan ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan mempercepat layanan kepada pelaku industri keuangan.
“Kami ingin menciptakan ekosistem yang lebih dinamis dengan prosedur yang lebih cepat, efisien, dan berbasis digital,” tambahnya.
2. Pengembangan dan Pendalaman Pasar Keuangan
- Transisi dari JIBOR ke IndONIA pada akhir 2025
- Pengembangan transaksi repurchase agreement (repo) SBN
- Pendalaman pasar sekuritisasi aset untuk sektor prioritas
“Penguatan pasar keuangan menjadi salah satu prioritas utama kami. Kami ingin memastikan bahwa pasar keuangan Indonesia semakin dalam, likuid, dan efisien,” ungkap Perry Warjiyo.
Pengakhiran publikasi JIBOR dan transisi ke IndONIA diharapkan dapat memperkuat infrastruktur pasar uang domestik dan meningkatkan kepercayaan investor.
3. Inovasi Teknologi dan Aset Keuangan Digital
Dalam mendukung perkembangan teknologi di sektor keuangan, BI dan OJK mengimplementasikan langkah-langkah berikut:
- Pertukaran informasi terkait ekonomi dan keuangan digital
- Kolaborasi dalam penyelenggaraan event unggulan sektor keuangan
“Digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Kami terus mendorong inovasi untuk menciptakan ekosistem keuangan digital yang aman dan inklusif,” tutur Perry Warjiyo.
Inovasi dalam sistem pembayaran dan teknologi finansial akan terus dikembangkan guna meningkatkan efisiensi dan inklusivitas sektor keuangan.
4. Edukasi, Literasi, dan Inklusi Keuangan
- Dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap layanan keuangan, BI dan OJK akan melakukan:
- Kampanye literasi dan inklusi keuangan
- Dukungan survei tahunan inklusi keuangan
- Integrasi fungsi penyelesaian sengketa sektor jasa keuangan
“Kami ingin memastikan bahwa seluruh masyarakat Indonesia memiliki akses terhadap layanan keuangan yang aman dan terjangkau. Literasi dan inklusi keuangan menjadi elemen penting dalam mewujudkan hal tersebut,” ujar Perry Warjiyo.
5. Ketahanan dan Keamanan Siber
BI dan OJK juga fokus pada penguatan sistem keamanan siber di sektor keuangan dengan melakukan:
- Pemantauan dan pengawasan insiden siber
- Peningkatan resiliensi siber melalui kerja sama dan simulasi
- Perumusan peta jalan perlindungan infrastruktur informasi vital sektor keuangan
“Keamanan siber adalah prioritas utama kami dalam menjaga stabilitas sistem keuangan. Kami terus berkolaborasi untuk memastikan sistem keuangan Indonesia tetap aman dari berbagai ancaman digital,” ungkap Perry Warjiyo.
Langkah-langkah ini bertujuan untuk melindungi infrastruktur keuangan dari ancaman serangan siber yang semakin kompleks
BI dan OJK menegaskan komitmen untuk terus meningkatkan kerja sama dan koordinasi guna meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas masing-masing lembaga.
Sinergi dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) serta kementerian dan lembaga terkait akan terus diperkuat untuk menjaga stabilitas dan ketahanan sektor keuangan.
“Kami percaya bahwa dengan sinergi yang kuat, stabilitas ekonomi dan ketahanan sektor keuangan dapat terus terjaga. Kami akan terus berinovasi dan beradaptasi dengan dinamika global demi mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif,” pungkas Perry Warjiyo.
Upaya bersama ini selaras dengan program Asta Cita Pemerintah, yang bertujuan menciptakan sistem keuangan yang inklusif, berkelanjutan, dan mampu menghadapi tantangan global di masa depan.