Harga Minyak Sentuh Level Tertinggi, Ancaman Tarif Trump ke Rusia Jadi Pemicu

1 day ago 9
Harga Minyak Sentuh Level Tertinggi, Ancaman Tarif Trump ke Rusia Jadi Pemicu Ilustrasi harga minyak dunia (Dok : Int).

KabarMakassar.com — Harga minyak mentah dunia melonjak ke level tertinggi dalam lima minggu, menyusul pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengancam tarif besar terhadap Rusia serta kemungkinan aksi militer terhadap Iran.

Berdasarkan data Refinitiv, harga minyak jenis Brent pada Senin (31/03) naik 1,54% menjadi US$ 74,74 per barel. Sementara itu, harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) melonjak lebih tinggi sebesar 3,06% ke posisi US$ 71,48 per barel.

Penguatan ini membawa harga minyak mentah ke level tertinggi sejak 24 Februari untuk Brent dan sejak 20 Februari 2025 untuk WTI.

Sementara, pada perdagangan Selasa pagi (01/04) pukul 07.45 WIB, harga minyak Brent mengalami koreksi tipis 0,03%, sementara WTI turun 0,08%.

Pemicunya: Ancaman Tarif dan Ketegangan Geopolitik

Kenaikan harga minyak dipicu oleh pernyataan Trump yang memperingatkan bahwa pembeli minyak Rusia dapat menghadapi tarif tambahan antara 25% hingga 50%. Dalam wawancara dengan NBC, Trump menyatakan bahwa tarif tersebut bisa diberlakukan kapan saja jika Rusia tidak mencapai kesepakatan untuk menghentikan perang di Ukraina.

“Jika Rusia dan saya tidak dapat mencapai kesepakatan untuk menghentikan pertumpahan darah di Ukraina, dan jika saya pikir itu adalah kesalahan Rusia… Saya akan mengenakan tarif sekunder pada minyak terhadap semua minyak yang keluar dari Rusia,” ujar Trump, dikutip Senin (31/03).

Berdasarkan data Administrasi Informasi Energi (EIA), AS sendiri telah menghentikan impor minyak mentah dari Rusia sejak April 2022. Saat ini, India menjadi pembeli terbesar minyak Rusia, dengan porsi sekitar 35% dari total impor minyak mentah negara tersebut pada 2024.

Selain itu, Trump juga mengeluarkan peringatan keras terhadap Iran, mengancam akan melakukan serangan jika negara tersebut tidak mencapai kesepakatan nuklir.

“Jika mereka tidak membuat kesepakatan, akan ada pengeboman,” kata Trump dalam wawancara yang sama.

“Ini akan menjadi pengeboman yang belum pernah mereka lihat sebelumnya,” tambahnya, seraya mengonfirmasi bahwa negosiasi antara kedua negara masih berlangsung.

Faktor Lain: Penurunan Produksi dan Persediaan AS

Selain ketegangan geopolitik, kenaikan harga minyak juga didukung oleh data permintaan dan produksi minyak di AS. EIA melaporkan bahwa permintaan minyak mentah AS pada Januari 2025 meningkat 1,14 juta barel per hari (bph) atau 5,9% menjadi 20,73 juta bph.

Namun, produksi minyak justru turun 305.000 bph dibandingkan Desember lalu, menjadi 13,14 juta bph, level terendah sejak Februari 2024. Selain itu, persediaan minyak mentah komersial AS mengalami penurunan sebesar 3,3 juta barel, jauh lebih besar dibandingkan perkiraan penurunan 1,6 juta barel, sehingga totalnya menjadi 433,6 juta barel, atau sekitar 5% di bawah rata-rata musiman lima tahun terakhir.

Meski demikian, impor minyak mentah AS justru meningkat 810.000 bph dari pekan sebelumnya menjadi rata-rata 6,2 juta bph.

Kabar Baik dari China: Ladang Minyak Baru dan Pemulihan Ekonomi

Di tengah ketidakpastian global, kabar positif datang dari China. Perusahaan energi milik negara, CNOOC, mengumumkan penemuan ladang minyak baru di Laut China Selatan dengan cadangan diperkirakan lebih dari 100 juta ton minyak mentah atau setara 733 juta barel.

Permintaan minyak juga diproyeksi meningkat seiring dengan pemulihan ekonomi China. Data Biro Statistik Nasional China menunjukkan aktivitas manufaktur tumbuh pada laju tercepat dalam satu tahun terakhir. Indeks Manajer Pembelian (PMI) resmi tercatat di angka 50,5 pada Maret, meningkat dari 50,2 pada Februari dan 49,1 pada Januari.

Dengan dinamika pasar yang masih bergerak cepat, pelaku industri dan investor global terus mencermati perkembangan geopolitik serta kebijakan ekonomi utama yang dapat mempengaruhi harga minyak dalam beberapa waktu ke depan.

Navigasi pos

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news