KabarMakassar.com — Menurut Klikdokter yang merupakan mitra resmi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, mengonsumsi daging memang amat bermanfaat bagi tubuh karena daging menjadi salah satu sumber protein hewani yang penting dan kaya akan nutrisi yang diperlukan oleh tubuh.
Selain protein, daging juga mempunyai berbagai zat gizi lainnya yang sangat penting, seperti vitamin B, zinc, dan zat besi. Zat-zat gizi itu berperan dalam berbagai fungsi tubuh yang esensial.
Tetapi, walau daging memberikan manfaat kesehatan, konsumsi daging yang berlebihan dapat membawa dampak negatif.
Terlalu sering mengonsumsi daging atau makanan yang tinggi protein mampu memengaruhi kesehatan tubuh secara buruk, dengan dampak yang bervariasi dari masalah kesehatan ringan sampai dengan kondisi yang lebih serius dan bahkan berpotensi mengancam jiwa.
Berikut sejumlah efek terlalu banyak makan daging yaitu:
1. Perburuk penampilan kulit dan rambut
Apabila terlalu sering mengonsumsi daging, maka ada kemungkinan besar anda akan mengabaikan kelompok makanan lainnya yang juga penting untuk kesehatan. Contohnya, vitamin C, yang sangat jarang ditemukan dalam produk hewani, sehingga jika pola makan anda didominasi oleh daging, anda dapat berisiko kekurangan vitamin ini.
Padahal, vitamin C mempunyai peran yang sangat penting dalam tubuh, terkhususnya dalam pembentukan kolagen, yaitu protein yang berfungsi untuk memberikan struktur pada kulit, rambut, kuku, tulang, serta berbagai bagian tubuh lainnya.
Jika tubuh kekurangan vitamin C, maka anda mungkin akan mulai merasakan perubahan yang cukup signifikan pada kondisi fisik. Salah satu tanda yang dapat terlihat adalah kulit yang menjadi kasar serta bergelombang, juga helai rambut yang tumbuh dengan kualitas yang kurang optimal.
Dianjurkan agar mengonsumsi sayuran hijau gelap setiap hari sebagai bagian dari pola makan yang lebih seimbang serta kaya akan nutrisi.
2. Sembelit
Daging hampir tidak mengandung serat, yang umumnya bisa ditemui dalam makanan seperti buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian utuh. Apabila anda mulai mengalami sembelit atau merasa kesulitan serta merasakan rasa sakit saat buang air besar, maka itu bisa menjadi indikasi bahwa tubuh kekurangan serat.
Oleh sebab itu, daripada mengonsumsi daging dalam jumlah yang berlebihan, akan jauh lebih baik apabila anda menyeimbangkannya dengan mengonsumsi sumber karbohidrat sehat, seperti gandum utuh, juga berbagai jenis buah-buahan dan sayuran.
Sebab, buah-buahan serta sayuran merupakan salah satu cara terbaik untuk mendapatkan serat yang dibutuhkan tubuh, di samping itu anda juga akan mendapatkan berbagai nutrisi lain yang amat bermanfaat bagi kesehatan tubuh.
Dengan mengonsumsi lebih banyak buah-buahan serta sayuran, anda tidak hanya memperoleh serat, namun juga berbagai vitamin dan mineral yang sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk menjaga kesehatan.
3. Sering mengantuk
Protein dikenal memiliki kemampuan untuk memberikan energi yang bertahan lebih lama dalam tubuh. Tetapi, proses pencernaan protein berlangsung lebih lambat dibandingkan dengan karbohidrat.
Menurut American Academy of Nutrition and Dietetics, meskipun protein memberikan energi, otak anda hanya bisa menggunakan glukosa sebagai sumber utama energi. Oleh sebab itu, apabila tubuh mencerna protein dengan lambat, pasokan energi yang dibutuhkan otak dapat tertunda atau tidak cukup cepat tersedia.
Protein memerlukan waktu lebih lama untuk diserap dan sampai ke otak. Akibatnya, jika mengonsumsi terlalu banyak daging, maka anda dapat mengalami kesulitan dalam menjaga konsentrasi atau fokus.
Selain itu, kondisi ini juga mampu menyebabkan rasa kantuk yang berlebihan karena tubuh merasa lelah akibat adanya penurunan pasokan energi yang cepat dibutuhkan oleh otak.
4. Gangguan pada organ hati
Salah satu manfaat penting dari serat adalah kemampuannya dalam membantu tubuh untuk mencegah penyerapan kolesterol berlebih, yang pada akhirnya bisa memberikan perlindungan bagi kesehatan jantung.
Tetapi, jika yang sering dikonsumsi adalah daging merah dan daging olahan, maka anda bisa menghadapi beberapa risiko kesehatan. Daging merah mengandung lemak jenuh yang cukup tinggi, serta berdasarkan berbagai penelitian, lemak jenuh ini bisa meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam darah, yang pada gilirannya akan meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung.
Selain itu, daging merah juga diketahui tidak baik bagi kesehatan hati. Oleh karena itu, The American Heart Association menganjurkan agar anda membatasi konsumsi lemak jenuh dalam pola makan sehari-hari.
Mereka merekomendasikan agar asupan lemak jenuh tidak melebihi 5 sampai dengan 6 persen dari total kalori yang dikonsumsi, yang setara dengan sekitar 13 kalori dalam pola makan dengan total 2.000 kalori per hari. Pembatasan tersebut bertujuan untuk menjaga kesehatan jantung dan organ lainnya agar tetap berfungsi dengan baik.
5. Gangguan ginjal
Mengonsumsi protein dalam jumlah berlebihan bisa memberikan dampak negatif pada kesehatan ginjal. Apabila asupan daging terlalu banyak, hal itu mampu membebani kerja ginjal, karena ginjal harus bekerja lebih keras untuk membuang zat nitrogen yang dihasilkan dari pemecahan protein dalam tubuh melalui urine.
Semakin banyak daging yang dikonsumsi, semakin berat pula beban yang harus ditanggung oleh ginjal. Hal ini tentu akan semakin terasa, terkhususnya bagi individu yang telah mengalami penurunan fungsi ginjal.
Dalam kondisi seperti itu, konsumsi daging yang berlebihan bisa memperburuk gangguan yang ada pada ginjal serta mempercepat kerusakan organ tersebut. Oleh sebab itu, disarankan agar mereka telah memiliki masalah ginjal dengan tingkat keparahan tertentu untuk mengurangi konsumsi daging.
Anjuran tersebut bertujuan untuk meringankan beban kerja ginjal serta mencegah kondisi ginjal semakin memburuk.