Parkir Semrawut di Balaikota Makassar, Appi Siapkan Dua Solusi!

23 hours ago 4
Parkir Semrawut di Balaikota Makassar, Appi Siapkan Dua Solusi! Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin (dok ist)

KabarMakassar.com — Kawasan Balaikota Makassar yang seharusnya menjadi pusat pemerintahan yang tertata rapi kini menghadapi masalah klasik yang kian mengganggu, perparkiran yang semrawut. Hal ini tidak hanya mengurangi estetika kawasan, tetapi juga berdampak pada kelancaran arus lalu lintas di sekitar area tersebut.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyoroti langsung kondisi parkir di lingkungan Balaikota yang dinilainya sudah tidak terkendali. Menumpuknya kendaraan roda dua dan roda empat di halaman samping hingga belakang kantor pemerintahan ini membuat ruang gerak semakin terbatas.

Bukan hanya itu, dampak dari parkir yang tidak tertata ini juga berimbas pada kemacetan di jalan sekitar, khususnya di Jl Slamet Riyadi dan Jl Balaikota.

“Saya saja mengeluh parkiran di Balaikota, apalagi kalian,” ujar Appi, sapaannya.

Menyikapi kondisi ini, Appi telah menyiapkan dua opsi solusi jangka panjang yang diharapkan dapat mengurai permasalahan parkir di kawasan Balaikota Makassar.

Opsi pertama adalah bekerja sama dengan PT Bosowa Corporindo untuk memanfaatkan aset perusahaan tersebut yang terletak di Jl Balaikota, tepat di samping Museum Kota Makassar.

“Saya sarankan (ke Bosowa), kalau mau, daripada tidak dipakai (asetnya), bikin saja building parkir, tetapi dihitung dengan baik. Karena bukan cuma pegawai Pemkot yang butuh, pasarnya besar, banyak sekali yang mau parkir,” jelas Appi.

Gedung parkir sendiri merupakan solusi yang umum diterapkan di banyak kota besar. Bangunan ini dirancang khusus untuk menampung kendaraan dalam jumlah besar dan dapat dikombinasikan dengan fungsi lain seperti perkantoran, pertokoan, atau fasilitas umum lainnya.

Jika opsi pertama tidak dapat direalisasikan, Pemkot Makassar juga memiliki rencana alternatif. Appi berencana memanfaatkan aset milik Pemkot yang berada di Pasar Baru, Jl WR Supratman, sebagai lokasi pembangunan gedung parkir bertingkat.

Konsep yang diusulkan cukup menarik. Gedung parkir ini nantinya akan memiliki akses yang menghubungkan langsung ke Balaikota, sehingga para pegawai yang memarkirkan kendaraannya di sana hanya perlu berjalan kaki beberapa meter untuk sampai ke kantor mereka.

“Kita buat jembatan turun ke Taman Macan, jadi kita jalan-jalan ke Balaikota,” ungkap Appi.

Menariknya, pembangunan gedung parkir ini tidak serta-merta menggusur para pedagang yang berjualan di Pasar Baru. Appi menegaskan bahwa para penjual tetap akan diberikan ruang untuk berjualan, khususnya di lantai dasar bangunan tersebut.

“Dibawanya bisa jual-jualan, bisa jadi food court. Tapi ini masih sebatas wacana, karena kalau terus dibiarkan seperti sekarang (semrawut), tidak mungkin kita biarkan,” tambahnya.

Permasalahan parkir di kawasan Balaikota bukanlah hal baru, namun hingga kini belum ada solusi konkret yang benar-benar diterapkan. Dengan dua opsi yang disampaikan Appi, diharapkan masalah ini bisa segera teratasi dengan baik.

Jika rencana pembangunan gedung parkir dapat direalisasikan, bukan hanya kawasan Balaikota yang akan lebih tertata, tetapi juga arus lalu lintas di sekitar Jl Slamet Riyadi dan Jl Balaikota yang akan lebih lancar. Selain itu, keberadaan gedung parkir yang terintegrasi dengan pusat kegiatan ekonomi seperti food court juga dapat memberikan manfaat bagi warga sekitar.

Meski saat ini masih berupa wacana, langkah konkret untuk mewujudkan solusi ini sangat dinantikan, mengingat semakin tingginya kebutuhan akan lahan parkir di pusat kota Makassar.

Navigasi pos

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news