Polisi Tangkap Komplotan Pemuda yang Serang Santri di Maros

3 weeks ago 15
Polisi Tangkap Komplotan Pemuda yang Serang Santri di MarosIlustrasi KabarMakassar

KabarMakassar.com — Polisi menangkap kelompok pemuda yang diduga melakukan penyerangan di sebuah pondok pesantren (ponpes) di Kabupaten Maros. Aksi para pelaku diduga balas dendam lantaran rekannya dipukul salah satu santri dari ponpes tersebut.

Diketahui, para pelaku yang diamankan masing-masing berinisial AD (20), SA (22), SU (24), dan MI (20). Mereka berhasil ditangkap pada Kamis (07/08) pukul 20.45 wita.

“Sudah diamankan. Kalau tidak salah lebih dari satu orang,” kata Kasat Reskrim Polres Maros, Iptu Ridwan kepada KabarMakassar.com, Jumat (08/08).

Ridwan mengungkapkan bahwa alasan para pemuda tersebut melakukan penyerangan, disebabkan balas dendam lantaran diduga rekanya telah dipukul oleh salah satu santri dari ponpes tersebut.

“Tidak (minum minuman keras), tapi kesalahpahaman. Karena masalah salah paham, masalah anak remaja,” ungkapnya.

“Membalaskan dendam dikarenakan teman dari mereka telah di pukul oleh salah satu anak pesantren Pesantren,” lanjut Ridwan.

Akibat penyerangan tersebut, sebanyak 8 santri menjadi korban dan mengalami luka-luka dibagian wajah.

Sementara untuk pasal yang disangkakan terhadap para pelaku, yaitu pasal 80 ayat (1) Jo 76C UU RI NO.23 Tahun 2014 Perubahan UU NO.23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Subs. Pasal 170 ayat (1) KUHPidana.

Sebelumnya diberitakan, Sejumlah santri di salah satu pondok di Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros, mengalami luka-luka diduga akibat penyerangan yang dilakukan oleh warga lokal (Warlok). Aksi penyerangan itu dilakukan di Masjid Ponpes saat santri istirahat.

Peristiwa itu terjadi di dalam masjid pondok pesantren tersebut di saat para santri sedang beristirahat pada Rabu (30/06) sekitar pukul 01.00 wita. Kemudian diduga warlok langsung memasuki masjid dan langsung melakukan pemukulan saat para santri sedang tidur.

“Ada delapan santri yang mengalami pemukulan, mereka dibangunkan oleh sekelompok warga yang berada di sekitar ponpes, setelah dibangunkan, mereka langsung dianiaya satu persatu,” kata Pengawas Ponpes, Andi Ilham Lahiya, Kamis (07/08).

Menurut Andi Ilham bahwa yang melakukan penyerangan tersebut diduga warga lokal yang berdomisili di sekitar pondok pesantren tersebut. Mereka melakukan aksinya dalam pengaruh minuman keras tradisional jenis ballo.

“Jadi para pelaku ini menurut laporan santri beberapa kali ngumpul di area luar ponpes, mereka juga melakukan pesta ballo, kemungkinan mereka dalam pengaruh ballo akhirnya masuk ke dalam lingkungan ponpes dan menyerang santri,” ungkapnya.

Setelah kejadian tersebut, kata Andi Ilham dirinya langsung melaporkan kejadian itu kepihak kepolisian.

“Alhamdulillah laporan sudah ditindak lanjuti. Tadi saya sudah diberitahukan perkembangan laporan, para tersangka sudah diamankan, penyelidikan sudah dilakukan. Kita minta penyidik Polres Maros agar bekerja profesional terhadap laporan ini,” pungkasnya.

Navigasi pos

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news