KabarMakassar.com — Menurut Alodokter, naiknya asam lambung saat puasa memang mampu mengganggu kenyamanan saat beraktivitas, terutama selama bulan Ramadhan. Jika kondisinya cukup parah, gejala yang timbul akibat asam lambung naik bisa mengganggu ibadah puasa dan membuat seseorang merasa kesulitan menjalankannya.
Tetapi, kabar baiknya, masalah ini masih bisa diatasi tanpa perlu membatalkan puasa. Selama puasa, tubuh tidak mendapatkan asupan makanan serta minuman dalam waktu yang cukup lama, yakni selama belasan jam.
Hal itu menyebabkan perut menjadi kosong, yang pada gilirannya merangsang lambung untuk memproduksi lebih banyak asam. Selain itu, kondisi ini juga meningkatkan risiko asam lambung naik ke kerongkongan.
Kondisi tersebut lebih berisiko terjadi pada seseorang yang sudah menderita GERD (gastroesophageal reflux disease), sebuah gangguan pencernaan yang menyebabkan naiknya asam lambung ke kerongkongan.
Saat asam lambung naik selama puasa, seseorang seringkali merasakan keluhan seperti mual, sakit perut, juga perasaan tidak nyaman di bagian perut. Rasa lapar yang juga dirasakan pada saat puasa menambah intensitas ketidaknyamanan tersebut.
Kombinasi dari gejala-gejala itu dapat menyebabkan seseorang merasa sangat tidak nyaman, bahkan dalam beberapa kasus, seseorang merasa perlu untuk membatalkan puasanya karena tidak dapat melanjutkan aktivitas tersebut.
Cara mengatasi asam lambung naik saat puasa
1. Minum air putih yang cukup
Salah satu cara untuk mencegah naiknya asam lambung ketika puasa adalah dengan memastikan tubuh terhidrasi dengan baik. Memenuhi kebutuhan cairan tubuh sebanyak 8 gelas air putih setiap harinya bisa membantu mengontrol asam lambung sekaligus mencegah dehidrasi selama berpuasa. Kamu bisa memenuhi kebutuhan cairan ini dengan meminum air putih saat sahur dan setelah berbuka puasa.
2. Langsung berbuka ketika waktunya
Apabila perut dibiarkan kosong terlalu lama, gejala asam lambung naik bisa semakin memburuk. Oleh sebab itu, penting bagi anda untuk menyiapkan makanan dan minuman begitu waktu berbuka tiba agar kondisi perut tidak semakin tertekan.
Untuk mengurangi dampak negatif pada lambung, anda dapat memilih makanan yang ringan dan mudah dicerna ketika berbuka puasa. Makanan tersebut akan membantu perut untuk lebih siap menerima asupan setelah berjam-jam berpuasa.
Selain itu, untuk menetralkan kelebihan asam lambung, anda disarankan mengonsumsi buah-buahan yang kaya akan kandungan air, seperti semangka, buah naga, atau melon. Buah-buahan ini juga sangat menyegarkan, sehingga bisa menjadi pilihan yang baik sebagai takjil saat berbuka.
3. Hindari makanan dan minuman tertentu
Makanan yang bisa memicu naiknya asam lambung dapat berbeda-beda pada setiap orang, tergantung pada kondisi tubuh dan toleransi masing-masing. Namun, secara umum, ada beberapa jenis makanan yang cenderung sering menyebabkan peningkatan produksi asam lambung. Makanan-makanan tersebut biasanya memiliki sifat pedas, asam, atau berlemak, seperti misalnya gorengan, seblak, mi pedas, serta rendang.
Selain itu, apabila anda sering mengalami masalah asam lambung naik, terutama saat berpuasa, ada baiknya mengurangi konsumsi minuman tertentu seperti jus jeruk, minuman bersoda, dan kopi. Jenis-jenis minuman tersebut bisa memicu produksi asam lambung yang berlebihan dan berpotensi melemahkan fungsi otot katup yang ada di bagian bawah kerongkongan.
Katup tersebut, yang disebut dengan sfingter esofagus, memiliki peran yang sangat penting dalam mencegah asam lambung naik ke kerongkongan. Fungsi utama dari katup tersebut adalah untuk menahan asam lambung dan makanan yang sedang dicerna di dalam lambung agar tidak naik ke bagian atas, yang bisa menyebabkan rasa tidak nyaman dan gangguan pencernaan.
4. Makan sedikit-sedikit sejak berbuka hingga sahur
Daripada langsung makan dalam jumlah yang banyak ketika berbuka atau sahur, dianjurkan untuk makan dalam porsi yang lebih kecil namun lebih sering. Hal ini karena makan dalam porsi besar secara langsung, terutama saat berbuka, bisa menyebabkan lambung terasa penuh dengan cepat dan meningkatkan risiko naiknya asam lambung ke esok harinya, yang bisa mengganggu kenyamanan selama puasa.
Dengan memilih untuk makan dalam porsi yang lebih kecil tetapi dilakukan lebih sering, proses pencernaan di lambung menjadi lebih lancar. Selain itu, cara tersebut membantu agar lambung tidak terlalu terbebani, sehingga produksi asam lambung tetap terkendali. Dengan begitu, kemungkinan asam lambung naik selama puasa bisa diminimalisir, dan anda bisa menjalani puasa dengan lebih nyaman.