Beranda Berita Utama Gempa 5,2 M Guncang Luwu Timur, Masjid di Wasuponda Rusak Parah

KabarMakassar.com — Gempa berkekuatan 5,0 magnitudo mengguncang Luwu Timur pada Jumat (7/3) sore sekitar pukul 16:34 WITA. Getaran kuat dari gempa tersebut menyebabkan kepanikan serupa di kalangan warga.
Menurut data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episenter gempa terletak pada koordinat 2,48 derajat LS dan 120,98 derajat BT.
Gempa diketahui terjadi sekitar pukul 15.34 WIB atau 16.34 WITA. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 2,49 derajat LS dan 121,01 derajat BT, atau tepatnya berlokasi di darat 20 km barat laut Luwu Timur.
Getaran gempa terasa di sejumlah wilayah diantaranya Kecamatan Malili, Mangkutana, Wotu, Wasuponda hingga di Bungku Morowali Utara.
Salah satu warga di Kecamatan Wotu, Sarina mengaku, gempa terasa sekitar satu menit dengan getaran yang cukup kuat hingga membuat warga berlarian panik keluar rumah.
“Panik semua orang keluar dari rumahnya, terasa sekali ini gempa,” ungkapnya.
Sarina mengaku selama ini kondisi guncangan gempa di Luwu Timur tidak begitu kuat namun kali ini cukup bergetar dan membuat panik warga.
“Barusan saya rasa ada gempa sekuat ini, sampai saya masih berdebar-debar karena panik,” pungkasnya.
Gempa susulan kembali mengguncang Kabupaten Luwu Timur pada Jumat (07/03) malam kembali menyebabkan kepanikan di kalangan masyarakat Lutim.
Gempa dengan episenter terletak pada koordinat 2.48 derajat LS dan 120.98 derajat BT terjadi sekitar pukul 22:17 WITA dengan kekuatan 4,6 magnitudo, mengguncang sejumlah daerah di Luwu Timur dan membuat masyarakat berlarian keluar rumah.
Diketahui, getaran gempa susulan ini dirasakan cukup kuat, mirip dengan gempa sebelumnya.
Salah satu warga di Kecamatan Wotu, Ainun mengaku sedang santai duduk bermain ponsel dan tiba-tiba getaran gempa membuatnya panik lari keluar rumah.
Bahkan, kucing peliharaannya juga ikut berlari keluar rumah akibat getaran yang terasa cukup kuat.
“Sampai kucing ku Cici itu lari keluar duluan karena getarannya terasa sekali,” ungkapnya.
Selain itu, warga lainnya yakni Nurhalisa tengah berbaring dan merasakan getaran yang membuat kasur dan tempat tidurnya bergetar hingga membuatnya panik lari keluar rumah.
“Itu kasur ku sampai goyang jadi saya panik langsung keluar rumah,” sebutnya.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun Masjid Al Hijrah di Dusun Dandawasu, Desa Parumpanai, mengalami kerusakan parah. Bagian dinding masjid ambruk di empat titik, serta beberapa jendela terlepas akibat guncangan.
BMKG menyebut gempa yang terjadi tidak berpotensi tsunami namun warga diimbau waspada potensi gempa susulan.
“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” demikian pernyataan resmi BMKG.