KabarMakassar.com — Harga tiket pesawat saat libur panjang Lebaran 2025 justru mengalami lonjakan signifikan, bertolak belakang dengan janji pemerintah yang sebelumnya berencana memberikan diskon guna mendukung kelancaran arus mudik.
Kenaikan ini memicu keluhan masyarakat yang berharap biaya perjalanan udara lebih terjangkau selama periode libur panjang ini.
Berdasarkan pantauan per Kamis (03/04) harga tiket untuk sejumlah rute domestik dan internasional mengalami kenaikan tajam.
Tiket penerbangan ekonomi dari Makassar (UPG) ke Jakarta (CGK) menembus Rp3.161.000 per orang, sementara tiket bisnis dengan Batik Air untuk rute yang sama mencapai Rp8.252.900.
Untuk penerbangan internasional, tiket Jakarta (CGK) – Paris (CDG) dengan Malaysia Airlines dipatok Rp8.879.500, China Eastern Airlines Rp8.903.000, dan Qatar Airways Rp9.328.900 per orang.
Kondisi ini berbanding terbalik dengan kebijakan yang diumumkan sebelumnya oleh Presiden Prabowo Subianto.
Pada 28 Februari 2025 lalu, ia menyatakan bahwa pemerintah akan memberikan diskon tiket pesawat selama dua pekan menjelang dan setelah Lebaran.
“Kita juga mempersiapkan penurunan harga tiket pesawat selama dua minggu yang akan datang dan juga penurunan tarif jalan tol di beberapa ruas jalan utama di saat liburan Idulfitri dan Hari Raya (Nyepi) yang waktunya kali ini sangat berdekatan,” ungkap Prabowo dalam konferensi pers di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.
Meski pemerintah telah merancang kebijakan diskon, fakta di lapangan menunjukkan sebaliknya.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sempat menyebutkan bahwa stimulus harga tiket pesawat kemungkinan akan serupa dengan yang diterapkan pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024, yakni sekitar 10 persen.
“Dalam hari besar keagamaan, stimulus kembali diberikan, yaitu diskon harga tiket pesawat sekitar 10 persen. Berlaku dua minggu, seminggu sebelum dan sesudah Lebaran,” ujar Airlangga.
Namun, realitas di pasar menunjukkan harga tetap melambung tinggi. Lonjakan ini diduga terjadi akibat tingginya permintaan yang tidak sepenuhnya diimbangi dengan kapasitas penerbangan yang tersedia.
Sebelumnya diberitakan, Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, kembali dipadati penumpang seiring dengan meningkatnya arus balik Lebaran 2025.
Pergerakan penumpang dan penerbangan menunjukkan tren kenaikan sejak awal April, dan diperkirakan akan mencapai puncaknya pada 5 April 2025.
Berdasarkan data terkini hingga Kamis (03/04) pukul 08.30 WITA, jumlah penerbangan yang telah beroperasi mencapai 52 dengan total 1.692 penumpang serta 11,19 ton kargo yang telah diangkut. Tren ini terus berkembang sejak arus balik dimulai pada 2 April 2025.
Humas Bandara Sultan Hasanuddin, Taufan Yudhistira, mengonfirmasi bahwa angka pergerakan penumpang masih dalam tahap awal peningkatan.
“Kami memperkirakan jumlah ini akan terus naik hingga puncak arus balik pada 5 April mendatang,” ujar Taufan, Kamis (03/04).
Meskipun demikian, jika dibandingkan dengan data sehari sebelumnya, terjadi sedikit penurunan jumlah penerbangan dan penumpang.
Pada Rabu (02/04) kemarin, bandara Sultan Hasanuddin melayani 145 penerbangan dengan total 20.608 penumpang serta 127,68 ton kargo.
Secara keseluruhan, sejak dimulainya periode mudik pada 21 Maret hingga 2 April 2025, total penerbangan yang beroperasi mencapai 2.687 dengan rata-rata harian 207 penerbangan.
Selama periode tersebut, sebanyak 349.702 penumpang telah melakukan perjalanan melalui Bandara Sultan Hasanuddin dengan rata-rata 26.900 penumpang per hari, sementara total volume kargo mencapai 4.096,76 ton.
Dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, jumlah penerbangan mengalami sedikit penurunan sebesar 2,0%, tetapi jumlah penumpang justru meningkat 0,5%. Kenaikan paling signifikan terjadi pada volume kargo yang tumbuh 17,7% dibandingkan tahun sebelumnya.
Rute yang paling diminati selama arus mudik dan balik Lebaran tetap didominasi oleh tiga kota besar, yakni Jakarta, Surabaya, dan Kendari.
Permintaan tinggi terhadap penerbangan menuju kota-kota ini menjadi faktor utama dalam peningkatan jumlah penumpang.
Sebagai langkah antisipasi menghadapi lonjakan arus balik, pihak Bandara Sultan Hasanuddin telah menyiapkan berbagai strategi, termasuk menambah jumlah penerbangan ekstra.
Hingga saat ini, sebanyak 72 extra flight telah terealisasi guna mengakomodasi kebutuhan perjalanan masyarakat.
“Kami terus melakukan koordinasi dengan maskapai dan otoritas terkait untuk memastikan kelancaran arus balik. Peningkatan jumlah penumpang yang signifikan membutuhkan kesiapan maksimal, baik dari sisi operasional maupun layanan bandara,” tambah Taufan.
Sebelumnya, puncak arus mudik terjadi pada 28 Maret 2025 dengan jumlah penumpang mencapai 35.690 orang. Sementara itu, puncak arus balik diperkirakan akan terjadi pada Sabtu (05/04) mendatang dengan estimasi mencapai 31.882 penumpang.
Untuk menghindari antrean panjang di area check-in dan pemeriksaan keamanan, pengelola Bandara Sultan Hasanuddin mengimbau para penumpang agar datang lebih awal. Koordinasi intensif dengan maskapai dan pihak berwenang terus dilakukan guna memastikan pelayanan tetap optimal sepanjang periode arus balik Lebaran 2025.