
KabarMakassar.com — Myalgia, menurut Alodokter merupakan istilah medis yang merujuk pada rasa nyeri atau sakit yang terjadi pada otot. Walau sering kali terasa ringan dan terbatas pada satu otot tertentu, nyeri otot juga bisa terjadi di seluruh tubuh dan bisa menjadi sangat mengganggu atau menyiksa.
Nyeri otot bukanlah suatu penyakit melainkan gejala yang muncul sebagai tanda dari kondisi medis atau penyakit tertentu yang sedang dialami oleh seseorang. Penyebab terjadinya nyeri otot pun amat bervariasi, mulai dari kesalahan dalam postur tubuh atau gerakan yang salah saat berolahraga, cedera pada otot, infeksi yang mempengaruhi otot, sampai dengan dampak samping dari penggunaan obat-obatan tertentu.
Hal ini dapat terjadi di hampir seluruh bagian tubuh, seperti pada otot punggung, leher, lengan, paha, hingga betis. Kondisi ini merupakan hal yang cukup umum serta dapat dialami oleh siapa saja dalam situasi tertentu.
Gejala nyeri otot
Nyeri otot bisa dirasakan dengan berbagai sensasi, contohnya rasa kaku, kram, tertarik, berat, atau bahkan kelemahan pada otot yang terlibat. Rasa nyeri tersebut sering kali muncul selama atau setelah seseorang melakukan aktivitas tertentu.
Misalnya, nyeri pada otot tangan dapat timbul setelah mengangkat beban yang berat, sedangkan nyeri pada otot leher dan punggung bisa muncul jika seseorang duduk dalam posisi yang salah untuk waktu yang lama.
Biasanya, nyeri otot tidak hanya terjadi pada satu otot saja, tetapi dapat melibatkan beberapa otot sekaligus, bahkan nyeri tersebut mampu menyebar ke seluruh tubuh. Pada kondisi tertentu, nyeri otot bisa sangat parah dan berlangsung cukup lama, bahkan dapat bertahan selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan.
Pada kasus yang lebih serius, nyeri otot cenderung tidak membaik walau sudah beristirahat, dan rasa sakitnya dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Contohnya, seseorang yang mengalami nyeri parah di otot jari tangan mungkin merasa kesulitan untuk melakukan kegiatan sederhana misalnya menjentikkan jari atau membuka tutup botol.
Selain rasa nyeri pada otot, terkadang kondisi ini juga disertai dengan gejala lain yang lebih lanjut, contohnya terdapat pembengkakan pada area yang terasa nyeri, demam yang diikuti dengan menggigil, juga rasa lemas yang mengurangi energi dan kemampuan tubuh untuk beraktivitas.
Pencegahan nyeri otot
Nyeri otot yang disebabkan oleh aktivitas fisik yang berlebihan bisa dicegah dengan melakukan sejumlah langkah pencegahan yang sederhana namun efektif.
Salah satunya adalah dengan berolahraga secara rutin, yang mampu membantu menjaga dan memperkuat kesehatan otot secara keseluruhan. Selain itu, penting agar selalu melakukan pemanasan yang cukup sebelum berolahraga, juga melakukan pendinginan setelahnya agar otot-otot tetap dalam kondisi baik dan terhindar dari cedera.
Selain pemanasan, melakukan peregangan sebelum serta sesudah aktivitas fisik juga amat disarankan, karena hal ini bisa meningkatkan kelenturan otot dan mengurangi ketegangan yang bisa saja timbul.
Tidak kalah pentingnya, memastikan tubuh terhidrasi dengan baik merupakan langkah krusial dalam mencegah nyeri otot. Oleh sebab itu, minumlah banyak air untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh, terkhusus jika sering melakukan aktivitas fisik yang menguras tenaga.
Selain langkah-langkah yang telah disebutkan, dapat juga mencegah nyeri otot dengan melakukan peregangan secara teratur walau sedang bekerja. Seperti, jika bekerja di meja untuk waktu yang lama, cobalah untuk bangkit sejenak dari kursi dan berjalan-jalan ringan untuk meregangkan otot-otot tubuh.
Cobalah untuk melakukan hal tersebut setidaknya sekali setiap jam guna menghindari kekakuan otot yang mampu menyebabkan rasa sakit.
Pengobatan nyeri otot
Umumnya, nyeri otot tidak memerlukan perawatan medis khusus. Penderita hanya perlu melakukan sejumlah cara mudah di rumah untuk mengurangi gejala yang dapat muncul, contohnya:
- Tidak mengangkat beban berat, melakukan olahraga berat, atau melakukan aktivitas yang membutuhkan banyak kerja otot sampai otot benar-benar pulih.
- Melakukan yoga atau meditasi agar dapat membantu meredakan ketegangan otot-otot yang bermasalah.
- Mengonsumsi obat nyeri otot atau obat pegal linu, contohnya paracetamol.
- Menggunakan obat oles untuk meredakan nyeri yang muncul seperti ketoprofen topikal atau diclofenac topikal, sesuai dengan anjuran dokter.
- Memijat area yang terasa sakit dengan balsem, minyak angin, atau minyak urut yang bisa menghangatkan otot.
- Mengompres otot yang sakit menggunakan kompres hangat atau dingin, atau dengan melakukana ice bath
- Menggunakan koyo, krim, atau salep yang mengandung metil salisilat untuk menyamankan otot serta mengalihkan nyeri.
- Jangan lupa tidur yang cukup.
- Kelola stres dengan baik.
- Mengistirahatkan bagian tubuh yang terasa cukup nyeri.
- Melakukan peregangan di bagian otot tubuh yang nyeri.
Selain langkah-langkah yang telah disebutkan, penderita juga bisa melakukan aktivitas fisik ringan misalnya berjalan kaki, bersepeda, atau berenang.
Olahraga ringan tersebut dapat membantu mengembalikan kekuatan otot. Tetapi, penting untuk memulai dengan intensitas rendah dan perlahan, kemudian meningkatkan intensitasnya secara bertahap.